Contoh Draft MOU Kerjasama Panduan Lengkap

Aurora May 24, 2025

Contoh Draft MOU Kerjasama: Panduan Lengkap. Mengerjakan proyek kolaboratif? Butuh kerangka kerja yang solid untuk memastikan kesuksesan? Memorandum of Understanding (MOU) adalah kunci! Dokumen ini bukan sekadar selembar kertas, melainkan jembatan menuju kerjasama yang efektif dan saling menguntungkan. Dari kerjasama antar perusahaan rintisan hingga kolaborasi antar lembaga pemerintahan, MOU menjadi landasan yang kokoh.

Mempelajari contoh draft MOU kerjasama yang tepat akan membantu Anda menghindari jebakan hukum dan memastikan semua pihak merasa aman dan terlindungi. Mari kita telusuri seluk-beluk penyusunan MOU, dari pengertian hingga negosiasi yang efektif, agar kerjasama Anda berjalan lancar dan berbuah manis.

Artikel ini akan membahas secara rinci berbagai aspek penting dalam penyusunan MOU kerjasama, mulai dari pengertian dan unsur-unsur yang harus ada, hingga contoh draft MOU untuk berbagai sektor. Anda akan menemukan panduan praktis tentang bagaimana merumuskan klausul-klausul kunci, seperti pembagian keuntungan, penyelesaian sengketa, dan kerahasiaan informasi. Selain itu, akan dibahas pula pertimbangan hukum dan praktis yang perlu diperhatikan agar MOU yang dihasilkan berkualitas, efektif, dan melindungi kepentingan semua pihak yang terlibat.

Dengan memahami seluk-beluk MOU, Anda akan mampu bernegosiasi dengan percaya diri dan mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. Siap untuk membangun kerjasama yang sukses?

Pengertian dan Unsur MOU Kerjasama

Memorandum of Understanding (MOU) atau nota kesepahaman merupakan sebuah dokumen yang menandai kesepakatan awal antara dua pihak atau lebih. Bayangkan seperti janji temu sebelum pernikahan resmi, MOU ini layaknya komitmen awal sebelum kontrak formal terikat. Dokumen ini menjelaskan tujuan, ruang lingkup, dan harapan dari kerjasama yang akan dijalin, sebelum langkah lebih serius dan mengikat secara hukum ditempuh.

Membutuhkan contoh draft MoU kerjasama? Perencanaan yang matang sangat penting, termasuk memperhatikan detail seperti tujuan dan tanggung jawab masing-masing pihak. Misalnya, jika anda berencana untuk mengajukan beasiswa, memahami dokumen ini sangat krusial. Salah satu contohnya adalah proses pendaftaran fair and lovely beasiswa , yang pastinya membutuhkan kesiapan dokumen yang lengkap, termasuk MoU jika diperlukan.

Dengan contoh draft MoU yang baik, proses negosiasi dan kerja sama akan lebih efisien dan terstruktur. Oleh karena itu, mempelajari contoh draft MoU kerjasama adalah langkah awal yang penting untuk memperoleh hasil yang optimal.

MOU memberikan kerangka kerja kolaborasi yang lebih fleksibel dan memungkinkan penyesuaian sebelum perjanjian yang lebih formal dibuat. Singkatnya, MOU adalah jalan pintas untuk memastikan visi dan misi yang selaras sebelum berinvestasi waktu dan sumber daya yang lebih besar.

Unsur-Unsur Penting dalam MOU Kerjasama

Sebuah MOU yang efektif harus memuat beberapa unsur penting agar terhindar dari kesalahpahaman di kemudian hari. Kejelasan dan detail yang tertera di dalamnya akan menjadi acuan bagi semua pihak yang terlibat. Bayangkan membangun rumah tanpa blueprint; pasti akan berantakan! Begitu pula dengan MOU, kejelasannya akan menentukan kesuksesan kerjasama. Unsur-unsur tersebut antara lain identitas pihak-pihak yang terlibat, tujuan kerjasama, ruang lingkup kerjasama, kewajiban dan tanggung jawab masing-masing pihak, jangka waktu kerjasama, serta mekanisme penyelesaian sengketa.

Semua poin ini harus dirumuskan dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami.

Membutuhkan contoh draft MoU kerjasama yang efektif? Perencanaan yang matang sangat krusial, termasuk bagaimana Anda akan mempromosikan produk atau jasa hasil kerjasama tersebut. Bayangkan, misalnya, jika kerjasama ini menghasilkan sebuah smartphone baru, promosi yang tepat sasaran sangat penting. Untuk itu, mempelajari contoh iklan yang baik, seperti yang bisa Anda temukan di contoh iklan bahasa inggris hp , bisa memberikan inspirasi.

Memahami strategi pemasaran yang efektif, seperti yang ditunjukkan dalam contoh iklan tersebut, akan sangat membantu dalam menyusun poin-poin penting dalam MoU, terutama yang berkaitan dengan strategi distribusi dan pemasaran produk kolaborasi Anda. Dengan demikian, draft MoU kerjasama Anda akan lebih komprehensif dan terarah.

Contoh Frasa yang Menunjukkan Komitmen dalam MOU

Untuk memastikan komitmen yang kuat, beberapa frasa umum sering digunakan dalam MOU. Frasa-frasa ini menunjukkan keseriusan dan kesungguhan pihak-pihak yang terlibat dalam kerjasama. Contohnya, “Kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama secara penuh dan efektif,” atau “Pihak A berkomitmen untuk menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan kerjasama ini,” atau “Kerjasama ini akan dijalankan dengan itikad baik dan saling menghormati.” Penggunaan frasa yang tepat akan memperkuat legal standing MOU dan mencegah ambiguitas.

Membangun kerjasama bisnis? Contoh draft MOU kerjasama bisa jadi panduan awal yang efektif. Perencanaan matang, termasuk strategi pemasaran, sangat krusial. Bayangkan, untuk produk minuman seperti es teh, mengembangkan varian rasa sangat penting. Lihat saja beragam pilihan menarik di varian rasa es teh ini, yang bisa menginspirasi bagian inovasi produk dalam MOU Anda.

Dengan perencanaan yang komprehensif, termasuk eksplorasi inovasi rasa, draft MOU kerjasama Anda akan semakin kuat dan terarah menuju kesuksesan bisnis yang berkelanjutan.

Perbedaan MOU dan Perjanjian Formal

MOU dan perjanjian formal memiliki perbedaan mendasar, terutama dari segi kekuatan hukumnya. MOU lebih bersifat deklaratif, menyatakan niat dan komitmen awal, sedangkan perjanjian formal bersifat mengikat secara hukum. Pelanggaran perjanjian formal dapat berujung pada tuntutan hukum, sedangkan pelanggaran MOU lebih kepada dampak reputasi dan hubungan antar pihak. Perbedaan ini penting untuk dipahami agar pihak-pihak terkait dapat memilih bentuk kesepakatan yang sesuai dengan kondisi dan tujuan kerjasama.

Perbedaan ini dapat dianalogikan seperti perbedaan antara surat niat dan akta jual beli.

Tabel Perbandingan MOU dan Perjanjian Formal

DefinisiTujuanSifat HukumContoh Klausul
Dokumen yang menandai kesepakatan awal antara dua pihak atau lebihMenyatakan niat dan komitmen awal untuk kerjasamaTidak mengikat secara hukum, bersifat deklaratif“Kedua belah pihak sepakat untuk mengeksplorasi kemungkinan kerjasama…”
Dokumen hukum yang mengikat secara hukumMenetapkan hak dan kewajiban masing-masing pihak secara detailMengikat secara hukum, pelanggaran dapat berujung pada tuntutan hukum“Pihak A wajib membayar sejumlah uang kepada Pihak B sebagai imbalan atas…”

Struktur dan Bagian-Bagian MOU Kerjasama: Contoh Draft Mou Kerjasama

Kerangka kerja sama yang solid dimulai dari fondasi yang kuat, yaitu Memorandum of Understanding (MOU). Dokumen ini bukan sekadar formalitas, melainkan peta jalan yang memandu kolaborasi antar pihak. MOU yang terstruktur dengan baik akan meminimalisir potensi konflik dan memastikan setiap pihak memahami tanggung jawabnya. Mari kita telusuri struktur dan bagian-bagian penting dalam sebuah MOU kerjasama yang efektif dan efisien.

Kerangka Umum MOU Kerjasama yang Komprehensif

Sebuah MOU yang komprehensif harus mencakup elemen-elemen kunci untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. Kejelasan dan detail dalam setiap poin akan mencegah kesalahpahaman di masa mendatang dan melindungi kepentingan semua pihak yang terlibat. Ketiadaan salah satu elemen ini bisa berujung pada perselisihan dan kerugian bagi para pihak yang menandatanganinya. Berikut kerangka umum yang ideal:

  • Pendahuluan: Identifikasi pihak-pihak yang terlibat dan tujuan umum MOU.
  • Latar Belakang: Penjelasan singkat mengenai alasan dan konteks kerjasama.
  • Ruang Lingkup Kerjasama: Definisi jelas aktivitas dan proyek yang akan dikerjasamakan.
  • Kewajiban Masing-Masing Pihak: Uraian detail tugas, tanggung jawab, dan kontribusi setiap pihak.
  • Jangka Waktu Kerjasama: Periode waktu berlangsungnya kerjasama, termasuk tanggal mulai dan berakhir.
  • Mekanisme Penyelesaian Sengketa: Prosedur yang akan ditempuh jika terjadi perselisihan.
  • Kerahasiaan: Ketentuan mengenai perlindungan informasi rahasia yang dibagikan selama kerjasama.
  • Penutup: Pernyataan persetujuan dan tanda tangan dari semua pihak yang terlibat.

Contoh Draft MOU Kerjasama Berbagai Sektor

Kerjasama merupakan kunci keberhasilan dalam berbagai sektor, baik bisnis, pendidikan, maupun sosial. MOU (Memorandum of Understanding) menjadi instrumen penting untuk meresmikan kerjasama tersebut, menetapkan tujuan, dan mengatur hak serta kewajiban masing-masing pihak. Berikut beberapa contoh draft MOU kerjasama yang bisa menjadi panduan. Ingat, setiap MOU perlu disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan spesifik masing-masing pihak. Konsultasi dengan ahli hukum sangat disarankan untuk memastikan keabsahan dan kelengkapan dokumen.

Kerjasama Perusahaan Teknologi Informasi

Kerjasama antar perusahaan teknologi informasi seringkali berfokus pada pengembangan produk, pemasaran bersama, atau berbagi sumber daya. Draft MOU berikut ini menggambarkan kerjasama pengembangan aplikasi mobile antara PT. Inovasi Digital Nusantara dan PT. Kreasi Teknologi Indonesia. Kedua perusahaan sepakat untuk saling berbagi keahlian dan sumber daya untuk menciptakan aplikasi yang inovatif dan efisien.

Pembagian keuntungan akan diatur dalam perjanjian tersendiri yang menjadi lampiran MOU ini. Perjanjian ini menekankan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual dan kerahasiaan informasi. Penting untuk mencantumkan mekanisme penyelesaian sengketa yang jelas untuk mencegah konflik di masa mendatang.

Kerjasama Universitas dan Perusahaan Swasta untuk Program Magang

Program magang memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja praktis dan bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta muda. Contoh MOU antara Universitas Harapan Bangsa dan PT. Maju Bersama menetapkan kerangka kerja program magang, termasuk durasi magang, tugas dan tanggung jawab mahasiswa, serta pengawasan dari dosen pembimbing dan supervisor perusahaan. MOU ini juga akan menjabarkan mekanisme evaluasi kinerja mahasiswa selama masa magang dan sertifikat yang akan diberikan setelah program selesai.

Kesepakatan ini menjamin bahwa mahasiswa akan mendapatkan pengalaman belajar yang berharga dan terarah sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri.

Butuh contoh draft MOU kerjasama yang praktis? Sebelum membahas lebih lanjut, bayangkan skenario kolaborasi bisnis kuliner. Misalnya, anda berencana bermitra dengan restoran terkenal di Bandung, seperti warung nasi ampera bandung , untuk perluasan jaringan distribusi. Dalam hal ini, draft MOU akan menjadi landasan hukum yang penting. Perjanjian tertulis tersebut akan menjabarkan detail kerjasama, mulai dari pembagian keuntungan hingga tanggung jawab masing-masing pihak.

Dengan demikian, sebuah contoh draft MOU yang komprehensif akan sangat membantu kelancaran bisnis Anda. Pastikan untuk berkonsultasi dengan ahli hukum untuk memastikan keabsahan dokumen tersebut.

Kerjasama Dua Organisasi Non-Profit untuk Kegiatan Sosial Kemasyarakatan

Organisasi non-profit seringkali berkolaborasi untuk memperluas jangkauan dan dampak kegiatan sosial mereka. Contoh MOU antara Yayasan Peduli Anak Indonesia dan Yayasan Cinta Lingkungan Hidup menggambarkan kerjasama dalam program pendidikan lingkungan untuk anak-anak di daerah terpencil. MOU ini akan mendetailkan tanggung jawab masing-masing yayasan, mekanisme pengumpulan dan penggunaan dana, serta cara evaluasi keberhasilan program. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci sukses kerjasama ini.

Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan dampak sosial yang lebih besar dan berkelanjutan.

Contoh Klausul Pembagian Keuntungan dalam MOU Kerjasama Bisnis

Pembagian keuntungan merupakan poin krusial dalam MOU kerjasama bisnis. Klausul ini harus jelas, terukur, dan mudah dipahami oleh semua pihak. Contohnya, “Pembagian keuntungan akan dilakukan secara proporsional berdasarkan kontribusi masing-masing pihak, dengan rasio 60:40 untuk PT. A dan PT. B.

Rincian perhitungan keuntungan dan mekanisme pembagian akan diatur dalam perjanjian terpisah yang menjadi lampiran MOU ini.” Penting untuk mendefinisikan secara rinci apa yang termasuk dalam “keuntungan” untuk menghindari ambiguitas.

Butuh contoh draft MoU kerjasama yang praktis? Sebelum membahas lebih lanjut, perlu diingat bahwa kerjasama yang baik bisa jadi sumber penghasilan tambahan. Ingin tahu bagaimana? Coba cek panduan lengkapnya di cara cari uang sampingan untuk mengoptimalkan potensi bisnis Anda. Kembali ke draft MoU, setelah memahami strategi pengembangan bisnis dan potensi pendapatan tambahan, Anda bisa lebih efektif merancang poin-poin kerjasama yang saling menguntungkan dalam dokumen tersebut.

Dengan perencanaan yang matang, MoU kerjasama Anda akan menjadi landasan yang kokoh untuk kesuksesan usaha bersama.

Contoh Klausul Penyelesaian Sengketa dalam MOU Kerjasama

“Segala sengketa atau perselisihan yang timbul sehubungan dengan MOU ini akan diselesaikan secara musyawarah mufakat. Jika musyawarah mufakat tidak berhasil, maka sengketa akan diselesaikan melalui arbitrase di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) sesuai dengan peraturan yang berlaku.”

Klausul ini memberikan kerangka penyelesaian sengketa yang jelas dan terstruktur, mengurangi potensi konflik dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat. Pilihan metode penyelesaian sengketa, seperti arbitrase atau pengadilan, harus dipilih sesuai dengan kesepakatan bersama dan peraturan yang berlaku. Kejelasan klausul ini akan melindungi kepentingan semua pihak yang terlibat dalam kerjasama.

Pertimbangan Hukum dan Praktis dalam MOU Kerjasama

Contoh Draft MOU Kerjasama Panduan Lengkap

Menetapkan kerjasama lewat Memorandum of Understanding (MOU) memang terkesan sederhana, namun di balik kemudahannya tersimpan potensi risiko hukum yang tak boleh disepelekan. Sebuah MOU yang dirancang buruk bisa berujung pada kerugian finansial bahkan reputasi yang rusak. Oleh karena itu, memahami pertimbangan hukum dan praktis sebelum menandatangani MOU sangat krusial, layaknya mempersiapkan strategi bisnis jangka panjang yang matang.

Pertimbangan Hukum dalam Penyusunan MOU, Contoh draft mou kerjasama

Sebelum tinta kering di atas kertas perjanjian, pahami betul aspek legalitasnya. MOU, meskipun bukan perjanjian yang mengikat secara hukum sepenuhnya, tetap memiliki konsekuensi jika salah satu pihak melanggar kesepakatan di dalamnya. Kejelasan poin-poin penting seperti hak dan kewajiban masing-masing pihak, jangka waktu kerjasama, serta mekanisme penyelesaian sengketa, harus dirumuskan dengan teliti dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Mengabaikan aspek ini dapat membuka peluang munculnya konflik dan tuntutan hukum di kemudian hari.

Pentingnya Konsultasi Hukum

Memiliki tim legal internal atau berkonsultasi dengan konsultan hukum eksternal adalah langkah bijak. Mereka dapat memberikan panduan hukum yang akurat dan memastikan MOU yang disusun tidak menimbulkan celah hukum. Konsultasi hukum bukan sekadar pengeluaran, melainkan investasi untuk meminimalisir risiko dan mengamankan kepentingan bisnis Anda. Bayangkan jika Anda harus menanggung kerugian besar karena kesalahan yang sebetulnya bisa dihindari dengan konsultasi yang tepat.

Potensi Risiko Hukum Akibat MOU yang Buruk

MOU yang ambigu atau tidak lengkap dapat menimbulkan berbagai masalah. Misalnya, ketidakjelasan pembagian keuntungan, tanggung jawab atas kerugian, atau mekanisme penyelesaian sengketa bisa memicu perselisihan dan tuntutan hukum. Dalam kasus terburuk, salah satu pihak dapat mengajukan gugatan pembatalan MOU atau bahkan tuntutan ganti rugi yang nilainya signifikan. Oleh karena itu, kesungguhan dalam menyusun MOU harus diutamakan.

Contoh Kasus Pelanggaran MOU dan Konsekuensinya

Bayangkan sebuah perusahaan A dan B sepakat kerjasama pemasaran melalui MOU. Namun, perusahaan A melanggar kesepakatan dengan menggunakan strategi pemasaran yang berbeda dari yang tertuang dalam MOU, dan menyebabkan kerugian bagi perusahaan B. Perusahaan B berhak menuntut perusahaan A atas kerugian yang dideritanya, meski MOU bukan perjanjian yang sepenuhnya mengikat secara hukum, pelanggaran kesepakatan tetap dapat berakibat pada tuntutan hukum dan reputasi yang tercoreng.

Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya ketelitian dan komitmen dalam menjalankan isi MOU.

Daftar Periksa Poin Penting Sebelum Menandatangani MOU

  • Identifikasi tujuan dan ruang lingkup kerjasama secara jelas.
  • Tentukan hak dan kewajiban masing-masing pihak secara rinci.
  • Tetapkan jangka waktu kerjasama dan mekanisme perpanjangannya.
  • Rumuskan prosedur penyelesaian sengketa secara terperinci.
  • Tentukan mekanisme pelaporan dan evaluasi kinerja.
  • Pastikan semua pihak memahami dan menyetujui isi MOU.
  • Konsultasikan dengan tim legal untuk memastikan aspek hukumnya.
  • Dokumentasikan semua kesepakatan secara tertulis dan terstruktur.

Tips dan Trik Menyusun MOU Kerjasama yang Efektif

Memorandum of Understanding (MOU) atau Nota Kesepahaman adalah dokumen penting yang menjadi landasan kerjasama antara berbagai pihak. Suatu MOU yang disusun dengan baik akan mencegah konflik dan memastikan semua pihak berjalan sesuai jalur yang telah disepakati. Kejelasan, ringkasan, dan profesionalisme menjadi kunci utama dalam penyusunan MOU yang efektif. Artikel ini akan memberikan panduan praktis untuk memastikan MOU Anda menjadi instrumen kerjasama yang kuat dan handal.

Menulis MOU yang Jelas, Ringkas, dan Mudah Dipahami

Kejelasan adalah kunci utama. Hindari penggunaan istilah teknis yang rumit atau bahasa hukum yang berbelit-belit. Gunakan kalimat pendek dan lugas, serta struktur paragraf yang terorganisir. Setiap poin harus mudah dipahami oleh semua pihak yang terlibat, termasuk mereka yang mungkin tidak memiliki latar belakang hukum yang kuat. Bayangkan Anda sedang menjelaskan hal ini kepada teman, gunakan bahasa yang sederhana namun tetap profesional.

  • Buat poin-poin utama secara spesifik dan terukur. Jangan gunakan frasa ambigu seperti “segera” atau “sesuai kebutuhan”. Tetapkan tenggat waktu dan target yang jelas.
  • Gunakan format yang mudah dibaca, seperti menggunakan heading dan sub-heading untuk memisahkan bagian-bagian penting.
  • Gunakan bahasa yang aktif dan langsung, hindari kalimat pasif yang berpotensi membingungkan.

Pentingnya Bahasa Formal dan Profesional dalam MOU Kerjasama

Meskipun ringkas dan mudah dipahami, MOU tetaplah dokumen resmi. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan bahasa yang formal dan profesional. Hindari penggunaan bahasa gaul, singkatan tidak baku, atau ejaan yang salah. Kesan profesionalisme akan membangun kepercayaan dan menunjukkan keseriusan semua pihak yang terlibat dalam kerjasama tersebut. Bahasa yang digunakan harus mencerminkan komitmen dan kredibilitas.

  • Periksa ulang ejaan dan tata bahasa sebelum MOU ditandatangani. Kesalahan kecil dapat mengurangi kredibilitas dokumen.
  • Gunakan font yang mudah dibaca dan tata letak yang rapi dan terstruktur.
  • Pastikan semua istilah dan definisi yang digunakan konsisten dan dipahami oleh semua pihak.

Memastikan Semua Pihak Memahami Isi dan Konsekuensi MOU

Setelah MOU selesai disusun, pastikan semua pihak memahami isi dan konsekuensi dari setiap poin yang tertera. Hal ini dapat dilakukan melalui sesi diskusi dan klarifikasi sebelum penandatanganan. Setiap pihak harus merasa nyaman dan yakin dengan isi MOU sebelum menandatanganinya. Jangan ragu untuk meminta klarifikasi jika ada poin yang kurang jelas.

  • Sediakan waktu untuk sesi tanya jawab setelah penyusunan draft MOU selesai.
  • Buat ringkasan poin-poin penting MOU dalam bahasa yang sederhana untuk memastikan pemahaman semua pihak.
  • Jika melibatkan pihak-pihak dengan latar belakang berbeda, pertimbangkan untuk menggunakan penerjemah untuk memastikan terjemahan yang akurat.

Mencegah Ambiguitas dan Kesalahpahaman dalam MOU Kerjasama

Ambiguitas dapat menyebabkan perselisihan di kemudian hari. Untuk menghindari hal tersebut, pastikan setiap poin dalam MOU dirumuskan secara spesifik dan terukur. Hindari penggunaan kata-kata yang memiliki banyak arti atau interpretasi. Jika perlu, sertakan contoh kasus untuk memperjelas maksud dan tujuan dari setiap poin.

  • Definisi istilah kunci harus dijelaskan secara rinci untuk menghindari interpretasi yang berbeda.
  • Gunakan kalimat yang lugas dan hindari penggunaan kata-kata yang bermakna ganda.
  • Tinjau kembali MOU secara teliti sebelum penandatanganan untuk memastikan tidak ada ambiguitas.

Langkah-langkah Praktis dalam Negosiasi dan Penyusunan MOU Kerjasama

Proses negosiasi dan penyusunan MOU membutuhkan pendekatan yang sistematis. Mulailah dengan menentukan tujuan dan ruang lingkup kerjasama. Kemudian, tentukan pihak-pihak yang terlibat dan tanggung jawab masing-masing. Setelah itu, rumuskan poin-poin penting dalam MOU dan pastikan semua pihak menyetujui isi tersebut sebelum ditandatangani.

  1. Identifikasi tujuan dan ruang lingkup kerjasama.
  2. Tentukan pihak-pihak yang terlibat dan peran masing-masing.
  3. Rumuskan poin-poin penting dalam MOU secara rinci dan jelas.
  4. Lakukan negosiasi dan diskusi untuk mencapai kesepakatan.
  5. Susun draft MOU dan periksa kembali secara teliti.
  6. Tandatangani MOU setelah semua pihak menyetujui isinya.

Artikel Terkait