Cara Menghitung BEP Unit Panduan Lengkap

Aurora August 15, 2024

Cara menghitung BEP unit merupakan kunci utama dalam keberhasilan bisnis. Mengerti titik impas ini ibarat memegang kompas dalam lautan bisnis yang penuh tantangan. Dengan memahami cara menghitungnya, Anda dapat menentukan harga jual yang tepat, merencanakan produksi yang efisien, dan memastikan profitabilitas usaha Anda. Tidak hanya sekadar angka, BEP unit adalah cerminan strategi bisnis yang matang, membantu Anda mengambil keputusan yang tepat dan terhindar dari kerugian.

Mulai dari definisi, rumus, hingga interpretasi hasil, panduan ini akan mengungkap rahasia di balik perhitungan BEP unit dan bagaimana hal tersebut dapat memajukan bisnis Anda. Siap-siap untuk menguasai strategi bisnis yang satu ini!

BEP unit, atau Break Even Point unit, merupakan jumlah unit produk yang harus terjual agar perusahaan mencapai titik impas, di mana total pendapatan sama dengan total biaya. Konsep ini krusial karena membantu pengusaha memahami berapa banyak produk yang perlu dijual sebelum mulai menghasilkan keuntungan. Perhitungan BEP unit melibatkan analisis biaya tetap, biaya variabel, dan harga jual per unit.

Dengan memahami interaksi antara ketiga elemen ini, Anda bisa memprediksi dan mengelola kinerja bisnis secara lebih efektif. Panduan ini akan memberikan langkah-langkah praktis dan contoh kasus nyata untuk membantu Anda menguasai perhitungan BEP unit.

Pengertian BEP Unit

Memahami Break Even Point (BEP) unit adalah kunci bagi setiap bisnis, baik skala kecil maupun besar. BEP unit menunjukkan jumlah unit produk yang harus terjual agar perusahaan mencapai titik impas, di mana total pendapatan sama dengan total biaya. Dengan kata lain, di titik BEP unit, perusahaan tidak untung dan tidak rugi. Mengetahui angka ini membantu pengambilan keputusan strategis, mulai dari penetapan harga hingga perencanaan produksi.

Menghitung break-even point (BEP) unit sederhana kok, tinggal bagi biaya tetap dengan kontribusi margin per unit. Nah, setelah hitung-hitungan BEP untuk usaha karaoke kamu, mungkin kamu butuh istirahat sejenak dan bersenang-senang. Bagaimana kalau mencoba cara booking karaoke Inul Vizta untuk refreshing? Setelah rileks, kembali fokus menghitung BEP unit agar bisnis karaoke kamu tetap profitable dan terhindar dari kerugian.

Perencanaan yang matang, termasuk analisis BEP, kunci sukses usaha, lho!

Bayangkan Anda seorang pengusaha kuliner yang baru saja membuka warung kopi. Anda perlu tahu berapa banyak kopi yang harus terjual agar semua biaya, mulai dari sewa tempat, gaji karyawan, hingga biaya bahan baku, tercover. Nah, di situlah BEP unit berperan penting. Dengan mengetahui BEP unit, Anda bisa menentukan strategi penjualan yang efektif untuk mencapai profitabilitas.

Menghitung break even point (BEP) unit, rumusnya sederhana: Biaya Tetap dibagi (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit). Bagi kamu yang bermimpi ingin buka usaha online , memahami BEP unit krusial untuk menentukan target penjualan. Dengan mengetahui BEP, kamu bisa memprediksi jumlah produk yang harus terjual agar usahamu tidak merugi. Perhitungan ini menjadi landasan penting dalam strategi bisnis, memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan berbuah profit.

Jadi, sebelum memulai, pastikan kamu sudah menguasai cara menghitung BEP unit ini agar bisnis online-mu sukses dan terhindar dari jebakan kerugian.

Unsur-Unsur Penting Perhitungan BEP Unit

Perhitungan BEP unit melibatkan beberapa elemen kunci yang saling berkaitan. Ketepatan perhitungan bergantung pada akurasi data yang digunakan. Mengabaikan satu elemen saja bisa menyebabkan kesalahan perhitungan yang berdampak signifikan pada strategi bisnis Anda.

  • Biaya Tetap (Fixed Cost): Biaya yang tidak berubah meskipun volume produksi atau penjualan berubah, seperti sewa, gaji karyawan, dan biaya utilitas.
  • Biaya Variabel (Variable Cost): Biaya yang berubah seiring dengan perubahan volume produksi atau penjualan, seperti biaya bahan baku, kemasan, dan komisi penjualan.
  • Harga Jual per Unit (Selling Price per Unit): Harga yang ditetapkan untuk setiap unit produk yang dijual.

Rumus dan Variabel BEP Unit

KeteranganSimbolRumusSatuan
Biaya TetapFCRupiah (IDR)
Biaya Variabel per UnitVCRupiah (IDR)
Harga Jual per UnitSPRupiah (IDR)
BEP UnitBEPunitBEPunit = FC / (SP - VC)Unit

Ilustrasi Skenario Bisnis Sederhana

Mari kita ambil contoh bisnis kecil-kecilan, misalnya usaha pembuatan kue. Misalkan biaya tetap (sewa tempat, listrik, dll.) sebesar Rp 5.000.000 per bulan. Biaya variabel per kue (bahan baku, kemasan) adalah Rp 5.
000. Harga jual setiap kue adalah Rp 15.

000. Maka, BEP unit-nya adalah:

BEPunit = 5.000.000 / (15.000 – 5.000) = 500 unit

Menghitung break even point (BEP) unit, yaitu titik impas usaha, sangat penting. Rumusnya sederhana, tapi aplikasinya luas. Misalnya, bagi Anda yang tertarik memulai bisnis kuliner, pertimbangkan paket usaha ice cream yang praktis. Dengan memahami BEP unit, Anda bisa memproyeksikan penjualan es krim agar usaha tetap menguntungkan dan terhindar dari kerugian. Perhitungan BEP unit ini akan membantu Anda menentukan harga jual yang tepat dan strategi pemasaran yang efektif untuk mencapai titik impas tersebut dengan cepat.

Jadi, kuasai perhitungan BEP unit sebelum memulai usaha, ya!

Artinya, pengusaha kue tersebut harus menjual minimal 500 kue setiap bulan agar mencapai titik impas. Jika penjualan di bawah 500 kue, maka akan mengalami kerugian. Sebaliknya, jika penjualan di atas 500 kue, maka akan mendapatkan keuntungan.

Menghitung break-even point (BEP) unit sederhana, kok! Rumusnya total biaya dibagi margin kontribusi per unit. Nah, untuk menghitung total biaya, kamu perlu memahami komponennya, termasuk biaya tetap dan biaya variabel. Mengetahui apa saja yang termasuk dalam biaya tetap adalah sangat krusial, karena ini merupakan dasar perhitungan BEP. Biaya tetap, seperti sewa dan gaji, tidak berubah meski produksi naik-turun.

Setelah menentukan total biaya tetap dan variabel, kamu bisa menghitung BEP unit dengan lebih akurat dan membuat strategi bisnis yang lebih efektif. Pahami perhitungan ini untuk memaksimalkan keuntungan usahamu!

Contoh lain, sebuah bisnis online shop yang menjual kaos. Biaya tetap (website, marketing, dll.) Rp 10.000.000 per bulan. Biaya variabel per kaos (bahan baku, produksi) Rp 50.
000. Harga jual per kaos Rp 100.

000. Maka BEP unitnya adalah:

BEPunit = 10.000.000 / (100.000 – 50.000) = 200 unit

Artinya, bisnis online shop tersebut harus menjual minimal 200 kaos per bulan agar mencapai titik impas. Angka ini menjadi patokan penting dalam menentukan target penjualan dan strategi pemasaran yang tepat.

Rumus dan Cara Menghitung BEP Unit

Cara Menghitung BEP Unit Panduan Lengkap

Memahami Break Even Point (BEP) atau titik impas sangat krusial bagi setiap bisnis, baik skala kecil maupun besar. Mengetahui kapan bisnis Anda mulai untung merupakan kunci keberhasilan dalam merencanakan strategi penjualan dan keuangan. BEP unit, khususnya, menunjukkan jumlah unit produk yang harus terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian maupun keuntungan. Dengan memahami perhitungannya, Anda dapat mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat dan terukur, mengantisipasi risiko, dan memaksimalkan profitabilitas usaha.

Menghitung BEP (Break Even Point) unit sederhana kok, yaitu dengan membagi total biaya tetap dengan kontribusi margin per unit. Nah, bayangkan Anda memulai usaha cuci steam mobil dan motor , menentukan BEP unit akan membantu Anda memproyeksikan berapa banyak layanan yang harus Anda jual agar tidak merugi. Dengan mengetahui angka ini, Anda bisa lebih cermat dalam mengatur strategi bisnis, mulai dari penetapan harga hingga manajemen operasional.

Intinya, memahami cara menghitung BEP unit penting banget untuk kesuksesan usaha Anda, termasuk usaha cuci steam yang sedang tren ini.

Rumus Perhitungan BEP Unit

Rumus BEP unit merupakan dasar dalam menentukan titik impas produksi. Rumus ini sederhana namun efektif dalam memberikan gambaran yang jelas tentang kinerja bisnis. Dengan memahami rumus ini, Anda dapat dengan mudah mengidentifikasi seberapa banyak unit produk yang perlu dijual untuk menutup semua biaya produksi dan operasional. Perencanaan yang matang berdasarkan perhitungan BEP akan membantu Anda menghindari kerugian dan mencapai target profit yang diinginkan.

BEP Unit = Total Biaya Tetap / (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit)

Langkah-Langkah Perhitungan BEP Unit

Menghitung BEP unit tidaklah sesulit yang dibayangkan. Dengan mengikuti langkah-langkah sistematis berikut, Anda dapat dengan mudah menentukan titik impas bisnis Anda. Ketepatan dalam menghitung BEP akan memberikan gambaran yang akurat tentang kinerja perusahaan dan membantu dalam pengambilan keputusan yang strategis.

  1. Tentukan Total Biaya Tetap. Biaya tetap meliputi biaya yang tidak berubah meskipun volume produksi berubah, seperti sewa, gaji karyawan tetap, dan utilitas.
  2. Tentukan Harga Jual per Unit. Ini adalah harga yang Anda tetapkan untuk setiap unit produk yang dijual.
  3. Tentukan Biaya Variabel per Unit. Biaya variabel adalah biaya yang berubah seiring dengan perubahan volume produksi, seperti bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya kemasan.
  4. Masukkan nilai-nilai tersebut ke dalam rumus BEP Unit: Total Biaya Tetap / (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit).
  5. Hasil perhitungan menunjukkan jumlah unit yang harus terjual untuk mencapai titik impas.

Contoh Perhitungan BEP Unit dengan Data Penjualan dan Biaya yang Berbeda

Untuk lebih memahami penerapan rumus BEP unit, mari kita analisis beberapa skenario dengan data yang berbeda. Contoh-contoh ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana rumus ini bekerja dalam situasi bisnis yang beragam. Dengan memahami contoh-contoh ini, Anda akan lebih percaya diri dalam menerapkan rumus BEP unit pada bisnis Anda sendiri.

SkenarioTotal Biaya TetapHarga Jual per UnitBiaya Variabel per UnitBEP Unit
Skenario ARp 10.000.000Rp 50.000Rp 30.000500 unit
Skenario BRp 15.000.000Rp 75.000Rp 45.000500 unit
Skenario CRp 20.000.000Rp 100.000Rp 60.000500 unit

Perhatikan bagaimana perubahan total biaya tetap dan harga jual serta biaya variabel dapat mempengaruhi hasil perhitungan BEP unit. Analisis yang cermat terhadap data-data ini akan memberikan wawasan yang berharga dalam pengambilan keputusan bisnis.

Contoh Perhitungan BEP Unit dengan Data Fiktif, Cara menghitung bep unit

Bayangkan sebuah usaha kecil yang memproduksi kue. Biaya tetap bulanan meliputi sewa tempat Rp 2.000.000, gaji karyawan Rp 3.000.000, dan utilitas Rp 500.000, sehingga total biaya tetapnya adalah Rp 5.500.000. Harga jual setiap kue adalah Rp 25.000, sementara biaya variabel per kue (bahan baku dan kemasan) adalah Rp 10.000. Dengan menggunakan rumus BEP Unit, kita dapat menghitung jumlah kue yang harus terjual untuk mencapai titik impas.

BEP Unit = Rp 5.500.000 / (Rp 25.000 – Rp 10.000) = 366,67 unit. Karena kita tidak dapat menjual sebagian kue, maka usaha ini perlu menjual setidaknya 367 kue untuk mencapai titik impas.

Interpretasi Hasil Perhitungan BEP Unit: Cara Menghitung Bep Unit

Calculate bep stays therefore

Memahami titik impas (BEP) unit bisnis Anda bukan sekadar angka; ini adalah jendela ke kesehatan keuangan dan strategi operasional. Angka BEP unit mengungkapkan berapa banyak unit produk atau jasa yang harus terjual agar perusahaan mencapai titik nol, di mana pendapatan sama dengan biaya. Interpretasi yang tepat akan membantu Anda mengambil keputusan strategis yang tepat untuk meningkatkan profitabilitas.

Interpretasi hasil perhitungan BEP unit melibatkan analisis mendalam atas angka yang dihasilkan, mempertimbangkan konteks bisnis, dan memproyeksikan langkah-langkah selanjutnya. Bukan hanya sekedar melihat angka, tetapi juga memahami ceritanya di balik angka tersebut. Sebuah BEP unit yang rendah menandakan efisiensi, sementara angka yang tinggi bisa jadi sinyal adanya tantangan yang perlu ditangani.

Contoh Interpretasi BEP Unit Tinggi dan Rendah

Bayangkan dua perusahaan, A dan B, keduanya bergerak di bidang kuliner. Perusahaan A memiliki BEP unit sebesar 1000 unit, sementara perusahaan B memiliki BEP unit sebesar 5000 unit. Perusahaan A, dengan BEP unit yang lebih rendah, menunjukkan efisiensi yang lebih baik. Mereka mampu mencapai titik impas dengan menjual lebih sedikit produk dibandingkan Perusahaan B. Ini bisa disebabkan oleh biaya operasional yang lebih rendah, harga jual yang lebih tinggi, atau kombinasi keduanya.

Sebaliknya, BEP unit Perusahaan B yang tinggi menunjukkan bahwa mereka membutuhkan penjualan yang jauh lebih besar untuk mencapai titik impas, yang mungkin menandakan adanya inefisiensi operasional atau strategi penetapan harga yang kurang tepat.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai BEP Unit

Beberapa faktor kunci turut menentukan tinggi rendahnya BEP unit. Memahami faktor-faktor ini krusial untuk merumuskan strategi yang tepat.

  • Biaya Tetap: Semakin tinggi biaya tetap (sewa, gaji, utilitas), semakin tinggi pula BEP unit. Pengurangan biaya tetap dapat secara signifikan menurunkan BEP unit.
  • Biaya Variabel: Biaya variabel (bahan baku, tenaga kerja langsung) juga berpengaruh. Efisiensi dalam manajemen biaya variabel dapat menurunkan BEP unit.
  • Harga Jual: Harga jual yang lebih tinggi akan menurunkan BEP unit, karena Anda membutuhkan lebih sedikit unit terjual untuk menutup biaya.
  • Volume Penjualan: Meskipun bukan faktor penentu BEP unit itu sendiri, volume penjualan yang tinggi dapat membantu mencapai titik impas lebih cepat.
  • Produktivitas: Meningkatkan produktivitas dapat mengurangi biaya variabel per unit, sehingga menurunkan BEP unit.

Implikasi Bisnis dari Nilai BEP Unit

BEP unit bukan hanya angka statis; ia memberikan wawasan berharga untuk pengambilan keputusan bisnis. Analisis BEP unit dapat digunakan untuk:

  • Perencanaan Produksi: Menentukan target produksi yang realistis untuk mencapai profitabilitas.
  • Penetapan Harga: Membantu menentukan harga jual yang optimal untuk mencapai BEP unit dengan cepat.
  • Pengendalian Biaya: Mengidentifikasi area yang membutuhkan efisiensi biaya untuk menurunkan BEP unit.
  • Pengambilan Keputusan Investasi: Mengevaluasi kelayakan investasi baru berdasarkan proyeksi BEP unit.
  • Strategi Pemasaran: Membantu menentukan strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan volume penjualan dan mencapai BEP unit lebih cepat.

Poin-Poin Penting dalam Menganalisis Hasil Perhitungan BEP Unit

Analisis BEP unit membutuhkan ketelitian dan pemahaman konteks bisnis. Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:

  • Akurasi Data: Pastikan data biaya tetap dan variabel akurat dan representatif.
  • Asumsi Realistis: Gunakan asumsi yang realistis dalam perhitungan, mempertimbangkan faktor-faktor eksternal seperti kondisi pasar dan persaingan.
  • Analisis Sensitivitas: Lakukan analisis sensitivitas untuk melihat dampak perubahan harga jual atau biaya terhadap BEP unit.
  • Perbandingan dengan Industri: Bandingkan BEP unit Anda dengan perusahaan sejenis untuk mengetahui posisi kompetitif Anda.
  • Perencanaan Strategis: Gunakan hasil perhitungan BEP unit sebagai dasar untuk merumuskan strategi bisnis jangka panjang.

Penerapan BEP Unit dalam Pengambilan Keputusan Bisnis

Cara menghitung bep unit

Memahami Break-Even Point (BEP) unit, atau titik impas dalam satuan unit, sangat krusial bagi setiap bisnis, dari UMKM mungil hingga korporasi raksasa. BEP unit bukan sekadar angka; ia adalah kompas yang memandu setiap keputusan strategis. Dengan mengetahui berapa unit produk yang harus terjual untuk menutup seluruh biaya, bisnis dapat membuat perencanaan yang lebih terarah, menghindari kerugian, dan memaksimalkan profit.

Mari kita telusuri bagaimana BEP unit menjadi alat andal dalam pengambilan keputusan bisnis.

Skenario Pengambilan Keputusan Menggunakan BEP Unit

Bayangkan sebuah usaha kecil yang memproduksi kerajinan tangan. Dengan menghitung BEP unit, mereka dapat menentukan jumlah produk yang harus terjual untuk mencapai titik impas. Misalnya, jika BEP unit mereka adalah 1000 unit, mereka akan tahu bahwa mereka perlu menjual minimal 1000 kerajinan tangan untuk menutup semua biaya produksi dan operasional. Informasi ini sangat berharga dalam menentukan target penjualan bulanan atau tahunan, serta mengukur kinerja bisnis secara efektif.

Jika penjualan di bawah 1000 unit, maka mereka perlu melakukan evaluasi dan strategi baru, misalnya dengan menurunkan biaya produksi atau meningkatkan strategi pemasaran.

Penggunaan BEP Unit untuk Menentukan Harga Jual

BEP unit juga berperan penting dalam penentuan harga jual. Setelah mengetahui jumlah unit yang harus terjual untuk mencapai titik impas, bisnis dapat menghitung harga jual minimal yang dibutuhkan untuk menutup biaya. Dengan menambahkan margin keuntungan yang diinginkan, harga jual yang kompetitif dan menguntungkan dapat ditentukan. Contohnya, jika biaya total produksi 1000 unit kerajinan tangan adalah Rp 10.000.000, dan BEP unitnya adalah 1000 unit, maka harga jual minimal per unit adalah Rp 10.000.

Namun, untuk mendapatkan profit, harga jual perlu dinaikkan di atas angka tersebut, mempertimbangkan juga faktor persaingan pasar dan daya beli konsumen.

Perencanaan Produksi dengan BEP Unit

Perencanaan produksi yang efektif sangat bergantung pada pemahaman BEP unit. Dengan mengetahui titik impas, perusahaan dapat merencanakan kapasitas produksi yang sesuai dengan permintaan pasar dan target penjualan. Overproduksi dapat menyebabkan penumpukan stok dan kerugian, sementara produksi yang kurang dari BEP unit dapat menyebabkan bisnis tidak mencapai titik impas dan merugi. Oleh karena itu, BEP unit menjadi acuan penting dalam menentukan jumlah produksi yang optimal, menyesuaikan dengan fluktuasi permintaan dan menjaga efisiensi operasional.

Evaluasi Profitabilitas Bisnis dengan BEP Unit

BEP unit bukan hanya alat perencanaan, tetapi juga alat evaluasi yang handal. Dengan membandingkan jumlah unit yang terjual dengan BEP unit, bisnis dapat menilai profitabilitasnya. Jika jumlah unit yang terjual melebihi BEP unit, berarti bisnis telah mencapai profit. Sebaliknya, jika jumlah unit yang terjual kurang dari BEP unit, maka bisnis mengalami kerugian. Analisis ini memberikan gambaran yang jelas tentang kinerja bisnis dan membantu dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan profitabilitas, misalnya dengan melakukan efisiensi biaya atau inovasi produk.

Pentingnya Perhitungan BEP Unit dalam Pengambilan Keputusan Bisnis

Singkatnya, perhitungan BEP unit adalah fondasi yang kokoh dalam pengambilan keputusan bisnis. Ia memberikan wawasan yang berharga tentang titik impas, memungkinkan bisnis untuk merencanakan produksi dan penjualan secara efektif, menentukan harga jual yang kompetitif, dan mengevaluasi profitabilitas. Dengan memanfaatkan informasi yang diperoleh dari perhitungan BEP unit, bisnis dapat meminimalkan risiko kerugian dan memaksimalkan peluang keuntungan, sehingga mencapai keberhasilan yang berkelanjutan.

Studi Kasus Perhitungan BEP Unit

Memahami break-even point (BEP) atau titik impas sangat krusial bagi setiap bisnis, baik skala kecil maupun besar. BEP unit, khususnya, menunjukkan jumlah unit produk yang harus terjual agar bisnis mencapai titik impas, di mana total pendapatan sama dengan total biaya. Dengan mengetahui BEP unit, pengusaha dapat merencanakan produksi, menetapkan harga jual, dan mengelola keuangan bisnis dengan lebih efektif.

Mari kita telusuri lebih dalam melalui studi kasus berikut ini.

Studi Kasus: Kafe “Seduh Rasa”

Kafe “Seduh Rasa” menjual kopi dan aneka camilan. Mereka ingin mengetahui berapa banyak kopi yang harus terjual agar mencapai titik impas. Berikut data fiktif yang realistis untuk menghitung BEP unit mereka:

Langkah-Langkah Perhitungan BEP Unit Kafe “Seduh Rasa”

Perhitungan BEP unit melibatkan beberapa langkah sederhana namun penting. Dengan memahami setiap langkah, kita dapat dengan mudah menerapkannya pada berbagai jenis bisnis.

  1. Menentukan Biaya Tetap (Fixed Cost): Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah meskipun jumlah produksi berubah. Untuk Kafe “Seduh Rasa”, biaya tetap meliputi sewa tempat Rp 3.000.000 per bulan, gaji karyawan Rp 4.000.000 per bulan, dan biaya utilitas (listrik, air) Rp 1.000.000 per bulan. Total biaya tetap adalah Rp 8.000.000.
  2. Menentukan Biaya Variabel Per Unit (Variable Cost per Unit): Biaya variabel adalah biaya yang berubah sesuai dengan jumlah produksi. Untuk setiap cangkir kopi, Kafe “Seduh Rasa” mengeluarkan biaya variabel sebesar Rp 5.000 (termasuk biaya bahan baku kopi, gula, susu, dan lain-lain).
  3. Menentukan Harga Jual Per Unit (Selling Price per Unit): Harga jual per cangkir kopi di Kafe “Seduh Rasa” adalah Rp 15.000.
  4. Menghitung Kontribusi Marjin Per Unit (Contribution Margin per Unit): Kontribusi marjin adalah selisih antara harga jual dan biaya variabel per unit. Dalam kasus ini, kontribusi marjin adalah Rp 15.000 – Rp 5.000 = Rp 10.000.
  5. Menghitung BEP Unit: Rumus BEP unit adalah: BEP Unit = Biaya Tetap / Kontribusi Marjin Per Unit. Maka, BEP unit Kafe “Seduh Rasa” adalah Rp 8.000.000 / Rp 10.000 = 800 cangkir kopi.

Hasil Perhitungan dan Interpretasi

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Kafe “Seduh Rasa” harus menjual minimal 800 cangkir kopi setiap bulan untuk mencapai titik impas. Artinya, jika mereka menjual kurang dari 800 cangkir kopi, mereka akan mengalami kerugian. Sebaliknya, jika mereka menjual lebih dari 800 cangkir kopi, mereka akan mendapatkan keuntungan.

Tabel Ringkasan Perhitungan BEP Unit

ItemJumlah (Rp)SatuanKeterangan
Biaya Tetap8.000.000Sewa, Gaji, Utilitas
Biaya Variabel per Unit5.000per cangkirBahan Baku
Harga Jual per Unit15.000per cangkirHarga Jual Kopi
Kontribusi Marjin per Unit10.000per cangkirHarga Jual – Biaya Variabel
BEP Unit800cangkirBiaya Tetap / Kontribusi Marjin per Unit

Artikel Terkait