Cara Mengurus BPOM Makanan dengan Mudah

Aurora October 9, 2024

Cara mengurus BPOM makanan menjadi kunci sukses bagi pelaku usaha kuliner. Memenuhi regulasi BPOM bukan sekadar formalitas, melainkan bukti komitmen terhadap keamanan dan kualitas produk. Prosesnya mungkin tampak rumit, tetapi dengan panduan yang tepat, mendapatkan izin edar BPOM bukanlah hal yang mustahil. Perjalanan menuju legalitas produk makanan Anda dimulai dari pemahaman menyeluruh akan persyaratan dokumen, alur pengajuan, hingga biaya yang dibutuhkan.

Kesuksesan usaha makanan Anda bergantung pada kepatuhan terhadap regulasi, sehingga konsumen pun dapat menikmati produk dengan rasa aman dan nyaman. Mari kita telusuri langkah demi langkah bagaimana mengurus izin edar BPOM makanan Anda.

Artikel ini akan memandu Anda melalui setiap tahapan, mulai dari menyiapkan dokumen yang dibutuhkan hingga mengajukan permohonan secara online. Kami akan membahas secara rinci persyaratan untuk berbagai jenis makanan, estimasi biaya dan waktu pengurusan, serta tips untuk mempercepat proses. Selain itu, informasi penting tentang label dan kemasan produk yang sesuai standar BPOM juga akan dibahas secara komprehensif.

Dengan informasi yang lengkap dan terstruktur, Anda akan lebih percaya diri dalam mengurus izin edar BPOM makanan dan membawa bisnis kuliner Anda ke level berikutnya.

Persyaratan Mengurus Izin BPOM untuk Makanan

Cara Mengurus BPOM Makanan dengan Mudah

Memastikan produk makanan aman dan layak konsumsi adalah tanggung jawab produsen. Proses ini diawali dengan mengurus izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Perjalanan mendapatkan izin BPOM memang terkesan rumit, namun dengan persiapan matang, proses ini dapat dilewati dengan lancar. Ketahui persyaratannya agar usaha kuliner Anda sukses dan terhindar dari masalah hukum.

Mengurus izin BPOM untuk produk makanan memang butuh kesabaran ekstra, memerlukan ketelitian dan persiapan dokumen yang matang. Prosesnya yang cukup rumit, kadang membuat para pelaku usaha kuliner sedikit kewalahan. Bayangkan, setelah semua beres, anda bisa berlibur dan menyegarkan pikiran dengan bantuan travel agent terpercaya di Indonesia untuk mengatur perjalanan Anda.

Setelah kembali bersemangat, Anda bisa melanjutkan proses pendaftaran BPOM dan fokus pada strategi pemasaran produk makanan Anda agar sukses di pasaran. Jadi, jangan ragu untuk mencari informasi lengkap mengenai persyaratan dan prosedur pengurusan BPOM agar usaha kuliner Anda berjalan lancar dan terjamin keamanannya.

Persyaratan Umum Pengajuan Izin Edar Makanan

Sebelum memulai proses pengajuan, pahami dulu persyaratan umum yang ditetapkan BPOM. Hal ini mencakup kesesuaian produk dengan regulasi yang berlaku, kelengkapan data perusahaan, dan tentunya kualitas produk yang terjamin. Ketelitian dalam tahap ini akan mempercepat proses verifikasi dan mencegah penolakan permohonan. Salah satu kunci sukses adalah memastikan semua dokumen lengkap dan akurat. Jangan sampai ada informasi yang kurang atau salah ketik, karena hal ini bisa menjadi hambatan.

Persyaratan Dokumen untuk Izin Edar Makanan

Dokumen yang dibutuhkan beragam, tergantung jenis makanan yang diajukan. Secara umum, dokumen yang wajib disiapkan meliputi data perusahaan, seperti akta pendirian, izin usaha, dan Nomor Induk Berusaha (NIB). Kemudian, rincian formula produk, hasil uji laboratorium yang membuktikan keamanan dan kualitas produk, serta label produk yang sesuai standar BPOM. Jangan sampai lengah dalam mempersiapkan dokumen ini.

Tabel Ringkasan Persyaratan Dokumen Berdasarkan Jenis Makanan

Berikut tabel ringkasan persyaratan dokumen yang dibutuhkan, yang perlu disesuaikan dengan jenis makanan yang diproduksi:

Jenis MakananPersyaratan Dokumen
Makanan Olahan (misal: keripik, kue)Data Perusahaan, Formula Produk, Hasil Uji Mikrobiologi, Hasil Uji Kimia, Label Produk, GMP (Good Manufacturing Practices)
Minuman (misal: jus, teh kemasan)Data Perusahaan, Formula Produk, Hasil Uji Mikrobiologi, Hasil Uji Kimia, Label Produk, GMP
Makanan BayiSemua dokumen di atas, ditambah sertifikasi halal (jika berlaku), dan dokumen pendukung lainnya yang spesifik untuk makanan bayi.
Suplemen MakananSemua dokumen di atas, ditambah data klaim khasiat, bukti ilmiah klaim, dan dokumen pendukung lainnya yang spesifik untuk suplemen makanan.

*Catatan: Tabel di atas merupakan gambaran umum. Persyaratan lengkap dan terbaru sebaiknya dikonfirmasi langsung melalui website resmi BPOM.*

Mengurus izin BPOM untuk produk makanan memang rumit, butuh kesabaran dan ketelitian. Prosesnya meliputi pengurusan berbagai dokumen dan persyaratan yang ketat. Namun, jika Anda berencana menjual produk minuman seperti teh poci, langkah awal yang penting adalah memahami proses produksinya. Pelajari seluk-beluknya dengan membaca panduan lengkap di cara membuat teh poci untuk dijual , sehingga Anda bisa memastikan produk Anda berkualitas dan memenuhi standar BPOM sebelum mengajukan perizinan.

Setelah produksi terjamin, barulah Anda fokus pada pengurusan izin BPOM agar usaha teh poci Anda berjalan lancar dan legal.

Persyaratan Khusus untuk Jenis Makanan Tertentu

Makanan bayi dan suplemen makanan memiliki persyaratan khusus yang lebih ketat dibandingkan makanan olahan biasa. Hal ini dikarenakan sensitivitas konsumen terhadap kedua jenis makanan ini lebih tinggi. Untuk makanan bayi, persyaratan meliputi uji kandungan nutrisi yang lebih detail dan kepatuhan terhadap standar keamanan yang sangat ketat. Sementara itu, suplemen makanan membutuhkan bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung klaim khasiat yang tertera pada label.

Persiapan yang matang dan konsultasi dengan ahli sangat disarankan untuk memastikan kelengkapan dokumen.

Mengurus BPOM makanan memang butuh kesabaran, mulai dari persiapan dokumen hingga proses verifikasi. Namun, persiapan matang akan memudahkan proses ini, seperti memperkirakan biaya operasional, termasuk biaya sewa perlengkapan jika Anda berencana meluncurkan produk makanan di acara besar. Misalnya, jika Anda butuh tenda untuk acara peluncuran, cek dulu harga sewa tenda hajatan agar budget tetap terkontrol.

Setelah urusan tenda beres, fokus kembali pada kelengkapan dokumen BPOM agar prosesnya lancar dan produk makanan Anda siap dipasarkan. Ketepatan perencanaan, baik untuk acara peluncuran maupun pengurusan perizinan, adalah kunci keberhasilan.

Langkah-langkah Persiapan Dokumen Sebelum Pengajuan

Sebelum mengajukan permohonan, lakukan pengecekan menyeluruh terhadap kelengkapan dan keakuratan dokumen. Pastikan semua dokumen telah disusun secara rapi dan sistematis. Proses ini akan mempermudah tim BPOM dalam melakukan verifikasi. Jika ada keraguan, sebaiknya konsultasikan dengan pihak BPOM atau konsultan yang berpengalaman di bidang ini. Ketelitian dan persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan dalam mengurus izin edar BPOM.

Jangan sampai proses yang panjang ini terhambat karena kelalaian administrasi.

Proses Pengajuan Izin Edar BPOM untuk Makanan

Mendapatkan izin edar BPOM adalah langkah krusial bagi setiap produk makanan yang ingin dipasarkan di Indonesia. Proses ini menjamin keamanan, mutu, dan label produk sesuai standar yang ditetapkan. Kejelasan dan ketelitian dalam setiap tahapan akan mempercepat proses dan meminimalisir penolakan. Berikut uraian detailnya.

Langkah-Langkah Pengajuan Izin Edar Makanan

Proses pengajuan izin edar BPOM untuk makanan melibatkan beberapa tahapan yang harus dilalui secara sistematis. Persiapan yang matang dan pemahaman yang komprehensif akan memudahkan proses ini. Jangan sampai ada dokumen yang kurang, karena akan memperlambat proses verifikasi. Ketelitian menjadi kunci utama. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Registrasi Akun dan Pengisian Data Perusahaan: Anda perlu mendaftar dan membuat akun di sistem online BPOM. Isi data perusahaan secara lengkap dan akurat, termasuk alamat, nomor telepon, dan data legalitas usaha. Pastikan semua informasi yang diinput valid dan terverifikasi.
  2. Penyusunan Berkas Persyaratan: Kumpulkan semua dokumen persyaratan yang dibutuhkan, termasuk data produk, formulasi, hasil uji laboratorium, dan bukti sertifikasi halal (jika berlaku). Perhatikan detail dan pastikan semua dokumen lengkap dan sesuai format yang ditentukan BPOM. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
  3. Pengunggahan Dokumen Secara Online: Setelah berkas lengkap, unggah semua dokumen melalui sistem online BPOM. Pastikan format file sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Unggah dokumen secara terstruktur agar mudah diverifikasi oleh petugas BPOM.
  4. Verifikasi dan Evaluasi Dokumen: BPOM akan memverifikasi dan mengevaluasi kelengkapan dan kebenaran dokumen yang telah diunggah. Proses ini memerlukan waktu, jadi bersabarlah. BPOM akan memberikan pemberitahuan jika ada dokumen yang perlu dilengkapi atau diperbaiki.
  5. Pemeriksaan Lokasi Produksi (Jika Diperlukan): BPOM mungkin akan melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi produksi untuk memastikan kesesuaian antara data yang diajukan dengan kondisi riil di lapangan. Kerjasama yang baik dengan petugas BPOM sangat penting pada tahap ini.
  6. Penerbitan Izin Edar: Setelah semua tahapan terlewati dan dinyatakan memenuhi persyaratan, BPOM akan menerbitkan izin edar. Izin edar ini menjadi bukti legalitas produk makanan Anda untuk dipasarkan di Indonesia.

Biaya dan Waktu Pengurusan Izin BPOM Makanan: Cara Mengurus Bpom Makanan

Mendapatkan izin edar BPOM untuk produk makanan adalah langkah krusial bagi pelaku usaha kuliner, menjamin keamanan dan kualitas produk yang dipasarkan. Proses ini, walau terkesan rumit, sebenarnya dapat dilewati dengan persiapan yang matang. Memahami rincian biaya dan estimasi waktu yang dibutuhkan akan membantu Anda merencanakan proses ini dengan lebih efektif dan efisien. Jangan sampai terjebak biaya tak terduga atau proses yang berlarut-larut, ya!

Rincian Biaya Pengurusan Izin Edar BPOM Makanan

Biaya pengurusan izin edar BPOM makanan terdiri dari beberapa komponen utama. Pertama, ada biaya pengujian produk yang meliputi uji laboratorium untuk keamanan, mutu, dan komposisi. Biaya ini bervariasi tergantung jenis produk, jumlah parameter yang diuji, dan laboratorium yang dipilih. Lalu ada biaya administrasi, yang meliputi biaya pengurusan berkas, pendaftaran, dan pengurusan izin lainnya. Besarannya juga bervariasi tergantung jenis produk dan kompleksitas pengajuan.

Jangan lupa memperhitungkan biaya konsultasi jika Anda membutuhkan bantuan profesional dalam proses pengurusan dokumen.

Mengurus BPOM untuk produk makanan? Prosesnya memang cukup rumit, memerlukan ketelitian dan kesabaran. Namun, sebelum memulai, penting untuk memiliki ide usaha yang kuat dan terarah. Pahami dulu apa itu ide usaha dengan mengunjungi apa itu ide usaha , agar bisnis kuliner Anda siap bersaing. Setelah ide usaha matang, barulah proses pengurusan BPOM bisa dimulai dengan mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan.

Keberhasilannya bergantung pada persiapan yang matang dan pemahaman regulasi yang jelas. Jadi, pastikan semuanya terencana dengan baik ya!

Perbandingan Biaya Berbagai Jenis Makanan

Jenis MakananEstimasi Biaya Pengujian (Rp)Estimasi Biaya Administrasi (Rp)Total Estimasi Biaya (Rp)
Makanan Ringan (Snack)5.000.000 – 10.000.0002.000.000 – 5.000.0007.000.000 – 15.000.000
Minuman Kemasan7.000.000 – 15.000.0003.000.000 – 7.000.00010.000.000 – 22.000.000
Makanan Olahan (Beku/Kaleng)10.000.000 – 20.000.0005.000.000 – 10.000.00015.000.000 – 30.000.000

Catatan: Angka-angka di atas merupakan estimasi dan dapat berbeda-beda tergantung kompleksitas produk dan penyedia jasa. Konsultasikan dengan pihak terkait untuk informasi biaya yang lebih akurat.

Mengurus izin BPOM untuk makanan, khususnya produk olahan lokal, memang butuh kesabaran. Prosesnya cukup kompleks, mulai dari persiapan dokumen hingga pengajuan. Bayangkan, jika Anda ingin memasarkan oleh-oleh khas Palu, seperti kue pisang misalnya, yang Anda temukan di oleh-oleh khas Palu , maka izin BPOM menjadi kunci agar produk tersebut aman dan legal untuk dijual. Keberhasilan mengurus izin BPOM ini bergantung pada kelengkapan dokumen dan ketepatan prosedur.

Jadi, sebelum memulai bisnis kuliner, pastikan Anda telah memahami seluruh persyaratannya agar usaha Anda lancar dan terhindar dari masalah hukum. Jangan sampai usaha yang sudah dibangun dengan susah payah terhambat hanya karena masalah perizinan.

Estimasi Waktu Pengurusan Izin Edar

Proses pengurusan izin edar BPOM makanan bisa memakan waktu yang cukup lama, tergantung kompleksitas produk dan kelengkapan dokumen. Secara umum, proses ini bisa berlangsung dari beberapa bulan hingga lebih dari satu tahun. Setiap tahapan memiliki rentang waktu yang berbeda. Ketepatan dan kelengkapan dokumen menjadi faktor kunci untuk mempercepat proses.

  • Tahap Persiapan Dokumen: 1-2 bulan
  • Tahap Pengujian Laboratorium: 1-3 bulan
  • Tahap Verifikasi Dokumen BPOM: 1-2 bulan
  • Tahap Penerbitan Izin Edar: 1-2 bulan

Faktor yang Memengaruhi Lamanya Proses Pengurusan

Beberapa faktor dapat memperlambat proses pengurusan izin edar, antara lain: kelengkapan dokumen yang kurang, hasil uji laboratorium yang tidak sesuai standar, revisi berkas yang berulang, dan antrean pengajuan yang panjang. Oleh karena itu, persiapan yang matang dan konsultasi dengan pihak yang berpengalaman sangat penting.

Tips Mempercepat Proses Pengurusan Izin Edar

Untuk mempercepat proses, pastikan dokumen Anda lengkap dan akurat sejak awal. Konsultasikan dengan pihak BPOM atau konsultan yang berpengalaman untuk memastikan semua persyaratan terpenuhi. Siapkan data dan informasi yang dibutuhkan dengan rapi dan terstruktur. Responsif terhadap permintaan tambahan informasi dari pihak BPOM. Dengan persiapan yang matang dan proaktif, Anda dapat meminimalisir kendala dan mempercepat proses pengurusan izin edar.

Label dan Kemasan Produk Makanan yang Sesuai Aturan BPOM

Cara mengurus bpom makanan

Memastikan produk makanan aman dan layak konsumsi adalah tanggung jawab produsen. Salah satu kunci utamanya terletak pada label dan kemasan yang sesuai regulasi BPOM. Label yang informatif dan kemasan yang aman tak hanya melindungi konsumen, tapi juga membangun kepercayaan dan citra merek yang positif. Ketelitian dalam hal ini akan menghindari masalah hukum dan kerugian finansial di kemudian hari.

Mari kita bahas lebih detail bagaimana menciptakan label dan kemasan yang sempurna.

Contoh Label Produk Makanan yang Sesuai Ketentuan BPOM

Membuat label produk makanan yang sesuai aturan BPOM membutuhkan ketelitian. Perhatikan detail kecil sekalipun, karena setiap elemen memiliki peran penting. Bayangkan sebuah label produk keripik singkong. Labelnya harus menampilkan nama produk secara jelas (“Keripik Singkong Rasa Keju”), daftar komposisi bahan baku (singkong, tepung tapioka, keju cheddar, garam, penyedap rasa), berat bersih, tanggal kadaluarsa, nomor izin edar BPOM, nama dan alamat produsen, serta informasi nilai gizi.

Desainnya harus menarik namun tetap mudah dibaca dan dipahami. Warna-warna yang dipilih pun perlu diperhatikan agar sesuai dengan target konsumen dan tetap terlihat profesional.

Persyaratan Penulisan Informasi pada Label Makanan

Informasi yang wajib tertera pada label makanan meliputi: nama produk, daftar bahan, berat bersih atau isi bersih, tanggal kadaluarsa, nama dan alamat produsen atau importir, nomor izin edar BPOM, serta informasi nilai gizi. Semua informasi tersebut harus ditulis dengan jelas, mudah dibaca, dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penggunaan istilah yang tidak baku atau menyesatkan harus dihindari. Perlu diingat, kebenaran informasi pada label merupakan kunci kepercayaan konsumen.

Ketentuan Desain dan Bahan Kemasan Makanan yang Aman

Kemasan makanan tak hanya sekadar wadah, tetapi juga pelindung produk dari kontaminasi dan kerusakan. BPOM menetapkan standar keamanan bahan kemasan yang berkontak langsung dengan makanan. Bahan kemasan harus inert, artinya tidak bereaksi dengan makanan dan tidak melepaskan zat berbahaya ke dalam makanan. Desain kemasan pun harus mempertimbangkan aspek fungsionalitas dan keamanan. Misalnya, kemasan harus kedap udara untuk menjaga kesegaran produk, dan desainnya harus mencegah kebocoran atau tumpahan.

Selain itu, kemasan juga harus mudah dibuka dan ditutup kembali, serta ramah lingkungan.

Jenis Pelanggaran Umum Terkait Label dan Kemasan Makanan, Cara mengurus bpom makanan

Pelanggaran umum terkait label dan kemasan makanan seringkali terjadi karena ketidaktahuan atau kelalaian produsen. Beberapa pelanggaran yang sering ditemukan antara lain: informasi label yang tidak lengkap atau tidak akurat, penggunaan bahan kemasan yang tidak aman, klaim yang berlebihan atau menyesatkan pada label, dan desain kemasan yang tidak memenuhi standar. Konsekuensi pelanggaran ini bisa sangat serius, mulai dari penarikan produk dari pasaran hingga sanksi hukum.

Tips Membuat Label dan Kemasan yang Menarik dan Informatif

  • Gunakan desain yang sederhana, bersih, dan mudah dipahami.
  • Pilih warna yang menarik dan sesuai dengan target konsumen.
  • Tulis informasi label dengan jelas dan mudah dibaca.
  • Gunakan font yang mudah dibaca dan ukuran yang sesuai.
  • Pastikan semua informasi pada label akurat dan lengkap.
  • Pilih bahan kemasan yang aman dan sesuai standar BPOM.
  • Pertimbangkan aspek fungsionalitas dan keamanan kemasan.
  • Kembangkan desain kemasan yang inovatif dan ramah lingkungan.

Sertifikasi dan Uji Laboratorium untuk Makanan

Mendapatkan izin edar BPOM untuk produk makanan Anda bukanlah proses yang mudah. Selain memenuhi persyaratan administrasi, produk Anda juga harus melewati serangkaian uji laboratorium yang ketat untuk memastikan keamanan dan kualitasnya. Proses ini menjamin produk makanan yang beredar di pasaran aman dikonsumsi dan sesuai standar yang berlaku. Keberhasilan melewati tahap ini merupakan kunci sukses untuk memasarkan produk makanan Anda dan membangun kepercayaan konsumen.

Jenis Sertifikasi Produk Makanan

Jenis sertifikasi yang dibutuhkan sangat bergantung pada jenis produk makanan yang Anda produksi. Beberapa produk mungkin memerlukan sertifikasi tambahan di luar sertifikasi wajib dari BPOM. Misalnya, produk organik memerlukan sertifikasi organik, sementara produk halal memerlukan sertifikasi halal dari lembaga yang diakui. Perhatikan detail ini untuk menghindari penolakan permohonan izin edar.

  • Sertifikasi BPOM (wajib): Ini merupakan sertifikasi utama yang harus didapatkan oleh semua produk makanan yang akan diedarkan di Indonesia. Sertifikasi ini menjamin keamanan dan kualitas produk sesuai standar yang ditetapkan.
  • Sertifikasi Halal (jika berlaku): Produk makanan yang mengklaim halal harus memiliki sertifikasi halal dari lembaga yang diakreditasi oleh pemerintah.
  • Sertifikasi Organik (jika berlaku): Produk makanan organik memerlukan sertifikasi organik yang membuktikan bahwa produk tersebut diproduksi sesuai standar organik yang berlaku.
  • Sertifikasi lainnya (tergantung produk): Beberapa produk makanan mungkin memerlukan sertifikasi tambahan, seperti sertifikasi GMP (Good Manufacturing Practices) atau sertifikasi lainnya yang relevan dengan jenis produk.

Jenis Uji Laboratorium dan Metode Pengujian

Uji laboratorium merupakan bagian penting dalam proses pengajuan izin edar BPOM. Uji ini memastikan keamanan dan kualitas produk makanan, melindungi konsumen dari potensi bahaya, dan memastikan kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan. Hasil uji laboratorium yang lengkap dan akurat menjadi bukti kuat untuk mendapatkan izin edar.

Jenis Uji LaboratoriumTujuanMetode
Uji Mikrobiologi (Total Plate Count, Coliform, Salmonella, dll.)Mendeteksi keberadaan mikroorganisme patogen dan indikator kontaminasi.Metode kultur, teknik PCR, atau metode lainnya yang terstandar.
Uji Kimia (Kandungan logam berat, pestisida, aflatoksin, dll.)Menganalisis kandungan zat berbahaya yang mungkin mencemari produk makanan.Spektrofotometri, kromatografi, atau metode lainnya yang terstandar.
Uji Fisika (Tekstur, warna, bau, dll.)Menguji karakteristik fisik produk makanan untuk memastikan kualitas dan keseragaman.Pengukuran organoleptik, pengujian tekstur, dan metode lainnya yang relevan.
Uji Nutrisi (Kandungan gizi, vitamin, mineral, dll.)Menganalisis nilai gizi produk makanan.Metode titrasi, spektrofotometri, atau metode lainnya yang terstandar.

Lembaga Pengujian Laboratorium Terakreditasi

Pemilihan laboratorium penguji yang tepat sangat penting. Pastikan laboratorium yang Anda pilih telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) atau lembaga akreditasi yang diakui. Hal ini menjamin keakuratan dan reliabilitas hasil uji yang akan Anda gunakan dalam pengajuan izin edar BPOM. Jangan ragu untuk memeriksa kredibilitas laboratorium sebelum menggunakan jasanya.

Beberapa contoh lembaga penguji yang terakreditasi (nama lembaga dan informasi lebih detail dapat Anda cari di website resmi KAN) memberikan jaminan kualitas dan keakuratan hasil pengujian. Memilih lembaga yang tepat akan mempermudah proses pengajuan izin edar dan menghindari kendala di kemudian hari.

Persyaratan Hasil Uji Laboratorium

Hasil uji laboratorium yang lengkap dan akurat adalah dokumen penting yang harus dilampirkan dalam pengajuan izin edar. Pastikan laporan hasil uji laboratorium tersebut memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BPOM. Ketidaklengkapan dokumen ini dapat menyebabkan penundaan atau bahkan penolakan permohonan izin edar. Perhatikan detail persyaratan ini dengan teliti.

  • Laporan hasil uji harus dikeluarkan oleh laboratorium yang terakreditasi.
  • Laporan harus memuat informasi lengkap tentang produk yang diuji, metode pengujian, dan hasil pengujian.
  • Laporan harus ditandatangani dan distempel oleh pihak laboratorium yang berwenang.
  • Laporan harus sesuai dengan format yang ditentukan oleh BPOM.

Artikel Terkait