Contoh Surat Perjanjian Sewa Barang: Memastikan transaksi sewa barang berjalan lancar dan terhindar dari potensi masalah hukum adalah hal krusial, baik bagi penyewa maupun pemilik barang. Bayangkan, sebuah perjanjian yang ambigu bisa berujung pada sengketa yang panjang dan melelahkan, merugikan kedua belah pihak. Oleh karena itu, menyusun surat perjanjian sewa barang yang komprehensif dan jelas sangat penting.
Dokumen ini layaknya payung hukum yang melindungi kedua pihak dari risiko finansial dan hukum yang tak terduga. Dengan memahami komponen-komponen penting dalam perjanjian, prosedur penyusunannya, dan implikasi hukumnya, anda dapat meminimalisir potensi konflik dan memastikan transaksi berjalan dengan aman dan nyaman. Jadi, mari kita selami lebih dalam dunia perjanjian sewa barang dan pahami bagaimana membuat dokumen yang efektif dan melindungi kepentingan Anda.
Perjanjian sewa barang, baik itu mesin fotokopi, gudang, atau barang elektronik lainnya, harus disusun dengan teliti. Setiap klausul memiliki peran penting dalam mencegah sengketa. Dari menentukan jangka waktu sewa, biaya, tanggung jawab perawatan, hingga kondisi pengembalian barang, semua harus tercantum secara jelas dan rinci. Kejelasan dalam perjanjian akan mencegah kesalahpahaman dan menciptakan hubungan yang harmonis antara penyewa dan pemilik barang.
Ketelitian dalam menyusun perjanjian ini akan mengurangi risiko konflik dan menjamin kedua belah pihak terlindungi secara hukum.
Komponen Surat Perjanjian Sewa Barang
Surat perjanjian sewa barang adalah dokumen penting yang melindungi hak dan kewajiban kedua belah pihak, baik penyewa maupun pemilik barang. Kejelasan dan kelengkapan isi perjanjian akan meminimalisir potensi sengketa di kemudian hari. Sebuah perjanjian yang baik bukan hanya sekadar formalitas, melainkan jaminan keamanan transaksi yang terukur dan terpercaya. Mari kita bahas komponen-komponen krusial yang harus ada di dalamnya.
Contoh surat perjanjian sewa barang penting banget, lho, terutama untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari. Perjanjian ini harus detail, termasuk poin-poin biaya yang disepakati. Nah, bicara soal biaya, kamu perlu memahami apa itu biaya tetap dan biaya variabel. Misalnya, biaya sewa barang itu sendiri adalah biaya tetap, sedangkan biaya perawatan mungkin termasuk dalam biaya tidak tetap yang perlu dipertimbangkan.
Untuk memahami lebih lanjut tentang apa yang dimaksud dengan biaya tidak tetap , silahkan klik link ini. Dengan begitu, perjanjian sewa barangmu akan lebih komprehensif dan terhindar dari potensi sengketa di masa mendatang. Pastikan semua poin, termasuk definisi biaya, tercantum jelas dalam surat perjanjian.
Identitas Pihak yang Berperan
Bagian ini memuat informasi lengkap dan valid dari kedua belah pihak, yaitu penyewa dan pemilik barang. Identitas yang jelas dan akurat sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dan memudahkan proses hukum jika terjadi perselisihan. Kejelasan identitas ini termasuk nama lengkap, alamat, nomor telepon, dan nomor identitas resmi (KTP/SIM).
- Fungsi: Mencegah penipuan dan memastikan kepastian hukum atas identitas kedua belah pihak.
- Contoh Klausul: “Pihak Pertama (Penyewa) adalah [Nama Lengkap], beralamat di [Alamat Lengkap], dengan nomor telepon [Nomor Telepon], dan nomor KTP [Nomor KTP]. Pihak Kedua (Pemilik Barang) adalah [Nama Lengkap], beralamat di [Alamat Lengkap], dengan nomor telepon [Nomor Telepon], dan nomor KTP [Nomor KTP].”
- Potensi Masalah: Jika identitas tidak lengkap atau ambigu, akan sulit untuk melacak dan menuntut pihak yang bertanggung jawab jika terjadi pelanggaran perjanjian.
Deskripsi Barang yang Disewakan
Deskripsi barang yang disewakan harus detail dan spesifik agar tidak terjadi salah paham. Semakin detail deskripsi, semakin terlindungi kedua belah pihak. Jangan sampai terjadi perbedaan persepsi tentang kondisi barang yang disewakan.
- Fungsi: Memberikan gambaran jelas tentang barang yang disewakan, meliputi jenis, merek, model, nomor seri (jika ada), kondisi, dan kelengkapannya.
- Contoh Klausul: “Barang yang disewakan adalah sebuah mobil Toyota Avanza Veloz tahun 2023, warna putih, dengan nomor polisi B 1234 ABC, dalam kondisi baik dan lengkap dengan seluruh aksesoris standar pabrik.”
- Potensi Masalah: Deskripsi yang kurang detail dapat memicu perselisihan mengenai kondisi barang saat dikembalikan.
Jangka Waktu Sewa
Jangka waktu sewa harus dicantumkan secara jelas dan spesifik, mulai dari tanggal mulai hingga tanggal berakhirnya masa sewa. Kejelasan ini menghindari kesalahpahaman dan sengketa terkait durasi penggunaan barang.
- Fungsi: Menentukan periode penggunaan barang yang disewakan.
- Contoh Klausul: “Masa sewa barang ini berlangsung selama 1 (satu) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2024.”
- Potensi Masalah: Jika jangka waktu sewa tidak jelas, dapat menimbulkan perselisihan mengenai kapan masa sewa berakhir.
Besaran Sewa dan Cara Pembayaran
Ketentuan pembayaran sewa harus dirumuskan dengan rinci, termasuk jumlah sewa, cara pembayaran, dan jadwal pembayaran. Kejelasan ini akan memastikan bahwa kedua belah pihak memahami kewajiban finansial masing-masing.
Memastikan transaksi sewa barang berjalan lancar? Contoh surat perjanjian sewa barang sangat penting, lho! Hal ini krusial, apalagi jika Anda berencana mengembangkan usaha di sekitar kawasan Tanah Abang dan membutuhkan akses perbankan yang mudah. Misalnya, Anda bisa memanfaatkan layanan bank mandiri tanah abang untuk mengelola keuangan bisnis Anda. Kembali ke surat perjanjian, kejelasan poin-poin di dalamnya akan meminimalisir risiko sengketa di kemudian hari, sehingga usaha Anda tetap berjalan optimal dan terhindar dari masalah finansial yang mungkin timbul.
Jadi, jangan remehkan pentingnya dokumen legal ini ya!
- Fungsi: Menentukan jumlah biaya sewa dan mekanisme pembayarannya.
- Contoh Klausul: “Besaran sewa adalah Rp 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah) per bulan, dibayar di muka setiap tanggal 1 (satu) setiap bulannya melalui transfer bank ke rekening [Nomor Rekening] a.n. [Nama Pemilik Rekening].”
- Potensi Masalah: Ketidakjelasan dalam pembayaran dapat mengakibatkan tunggakan dan perselisihan.
Kewajiban dan Tanggung Jawab Pihak-Pihak
Bagian ini menjelaskan kewajiban dan tanggung jawab masing-masing pihak secara rinci, termasuk perawatan barang, kerusakan, dan asuransi. Dengan begitu, setiap pihak memahami apa yang menjadi tanggung jawabnya.
- Fungsi: Menentukan tanggung jawab masing-masing pihak terkait pemeliharaan, kerusakan, dan risiko selama masa sewa.
- Contoh Klausul: “Pihak Pertama (Penyewa) bertanggung jawab atas perawatan dan pemeliharaan barang selama masa sewa. Kerusakan yang terjadi akibat kelalaian Pihak Pertama menjadi tanggung jawab Pihak Pertama.”
- Potensi Masalah: Ketidakjelasan kewajiban dapat menyebabkan perselisihan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan atau kerugian.
Ketentuan Lain-Lain
Bagian ini mencakup klausul-klausul tambahan yang dianggap perlu, seperti denda keterlambatan pembayaran, prosedur penyelesaian sengketa, dan ketentuan hukum yang berlaku. Ini penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama masa sewa.
Memastikan transaksi berjalan lancar, contoh surat perjanjian sewa barang memang krusial. Bayangkan, seandainya PT Lemonilo Indonesia Sehat pt lemonilo indonesia sehat menyewa peralatan produksi tanpa perjanjian tertulis yang jelas, risiko kerugian bisa besar. Oleh karena itu, dokumen ini penting, mencegah potensi sengketa dan menjamin hak serta kewajiban kedua belah pihak tercantum secara rinci.
Dengan demikian, sebuah contoh surat perjanjian sewa barang yang komprehensif menjadi kunci keberhasilan kerjasama bisnis, sebagaimana pentingnya perencanaan matang dalam setiap usaha.
- Fungsi: Mencakup hal-hal lain yang perlu diatur untuk melengkapi perjanjian.
- Contoh Klausul: “Segala perselisihan yang timbul dari perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah mufakat. Jika tidak tercapai kesepakatan, maka akan diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku di Indonesia.”
- Potensi Masalah: Ketidaklengkapan ketentuan lain-lain dapat menimbulkan celah hukum dan kesulitan dalam menyelesaikan perselisihan.
| Komponen | Fungsi | Contoh Klausul | Potensi Masalah |
|---|---|---|---|
| Identitas Pihak | Kepastian hukum dan identifikasi pihak | Nama lengkap, alamat, nomor telepon, dan KTP | Kesulitan penagihan atau tuntutan hukum |
| Deskripsi Barang | Klarifikasi objek sewa | Merk, tipe, kondisi, dan nomor seri | Perselisihan mengenai kondisi barang |
| Jangka Waktu Sewa | Durasi penggunaan barang | Tanggal mulai dan berakhir sewa | Perselisihan mengenai durasi sewa |
| Biaya Sewa dan Pembayaran | Ketentuan finansial | Jumlah, metode, dan jadwal pembayaran | Tunggakan dan perselisihan pembayaran |
| Kewajiban dan Tanggung Jawab | Peran dan tanggung jawab masing-masing pihak | Perawatan, kerusakan, dan asuransi | Perselisihan mengenai tanggung jawab kerusakan |
| Ketentuan Lain-Lain | Klausul tambahan | Denda, penyelesaian sengketa, dan hukum yang berlaku | Celah hukum dan kesulitan penyelesaian sengketa |
Prosedur Penyusunan Surat Perjanjian Sewa Barang
Menyusun surat perjanjian sewa barang yang baik dan benar adalah kunci untuk menghindari konflik di kemudian hari. Dokumen ini menjadi bukti hukum yang melindungi hak dan kewajiban kedua belah pihak, baik penyewa maupun pemilik barang. Kejelasan dan detail dalam perjanjian akan meminimalisir potensi kesalahpahaman dan sengketa. Mari kita bahas langkah-langkah praktisnya agar Anda terhindar dari masalah hukum dan bisnis yang tidak diinginkan.
Membuat contoh surat perjanjian sewa barang yang baik dan terstruktur penting untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari. Perjanjian yang jelas mencakup detail barang, durasi sewa, dan pembayaran. Ingat, prosesnya mirip dengan menyusun contoh surat penawaran jasa perorangan , di mana kejelasan dan detail sangat krusial. Keduanya membutuhkan ketelitian dan perencanaan yang matang agar transaksi berjalan lancar dan menguntungkan kedua belah pihak.
Dengan demikian, contoh surat perjanjian sewa barang yang profesional akan melindungi kepentingan Anda.
Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian dan pemahaman yang mendalam akan aspek hukum dan bisnis yang terlibat. Sebuah perjanjian yang baik bukan sekadar kumpulan kata, melainkan perlindungan yang terstruktur dan terperinci bagi semua pihak yang terlibat. Dengan demikian, kesuksesan transaksi sewa menyewa pun dapat terjamin.
Langkah-langkah Penyusunan Surat Perjanjian Sewa Barang
Penyusunan surat perjanjian sewa barang yang efektif dan sah secara hukum membutuhkan langkah-langkah sistematis. Berikut uraian detailnya, dari tahap negosiasi hingga penandatanganan.
- Negosiasi: Tahap awal ini melibatkan diskusi antara penyewa dan pemilik barang untuk menyepakati detail-detail penting seperti jangka waktu sewa, biaya sewa, metode pembayaran, dan kondisi barang.
- Penyusunan Draf: Setelah kesepakatan tercapai, buatlah draf perjanjian yang mencakup semua poin yang telah disepakati. Gunakan bahasa yang jelas, lugas, dan mudah dipahami oleh kedua belah pihak, hindari istilah-istilah hukum yang rumit.
- Review dan Revisi: Baik penyewa maupun pemilik barang perlu membaca dan meninjau draf perjanjian dengan teliti. Jika ada poin yang kurang jelas atau perlu direvisi, lakukan diskusi lebih lanjut hingga tercapai kesepakatan akhir.
- Penandatanganan: Setelah semua pihak menyetujui isi perjanjian, tandatangani dokumen tersebut di hadapan saksi yang independen. Pastikan semua pihak mendapatkan salinan perjanjian yang telah ditandatangani.
Rumusan Klausul Penting dalam Perjanjian Sewa Barang
Beberapa klausul krusial harus dirumuskan dengan jelas dan detail untuk menghindari potensi sengketa. Berikut contoh rumusan klausul yang ideal:
Jangka Waktu Sewa: Perjanjian sewa ini berlaku selama 12 (dua belas) bulan, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2024 hingga 31 Desember 2024, dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan tertulis kedua belah pihak.
Biaya Sewa: Penyewa wajib membayar biaya sewa sebesar Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) per bulan, dibayarkan di muka setiap tanggal 1 setiap bulannya melalui transfer bank ke rekening [Nomor Rekening].
Tanggung Jawab Perawatan Barang: Penyewa bertanggung jawab atas perawatan barang selama masa sewa. Kerusakan atau kehilangan barang akibat kelalaian penyewa akan menjadi tanggung jawab penyewa sepenuhnya. Perbaikan dan perawatan rutin akan ditanggung oleh [Penyewa/Pemilik Barang], sesuai kesepakatan.
Kondisi Pengembalian Barang: Pada akhir masa sewa, penyewa wajib mengembalikan barang dalam kondisi baik dan layak pakai, kecuali untuk keausan normal yang wajar. Kerusakan di luar keausan normal akan menjadi tanggung jawab penyewa. Pengembalian barang akan dilakukan pada tanggal [Tanggal] di [Tempat].
Contoh Surat Perjanjian Sewa Barang
Berikut contoh surat perjanjian sewa barang untuk barang elektronik dan properti:
Contoh 1: Perjanjian Sewa Mesin Fotokopi
Surat perjanjian ini memuat detail spesifikasi mesin fotokopi, masa sewa, biaya sewa, tanggung jawab perawatan, dan kondisi pengembalian. Termasuk pula sanksi jika terjadi pelanggaran perjanjian.
Memastikan transaksi bisnis berjalan lancar, contoh surat perjanjian sewa barang mutlak diperlukan. Kejelasan poin-poin di dalamnya mengurangi potensi konflik di kemudian hari, seperti halnya perencanaan matang sebelum memutuskan investasi, misalnya menilik harga franchise Baker Old sebelum membuka gerai. Investasi sebesar itu perlu perjanjian yang kuat, sama halnya dengan perjanjian sewa peralatan produksi kue nantinya.
Dengan demikian, semua aspek bisnis, dari perjanjian sewa hingga investasi franchise, terjamin keamanannya. Oleh karena itu, pelajari contoh surat perjanjian sewa barang secara detail sebelum menandatanganinya.
Contoh 2: Perjanjian Sewa Gudang
Perjanjian ini akan mencantumkan detail lokasi dan ukuran gudang, masa sewa, biaya sewa, ketentuan penggunaan gudang, tanggung jawab atas kerusakan, dan prosedur pengembalian kunci.
Contoh Kasus dan Analisis Hukum Perjanjian Sewa Barang
Perjanjian sewa menyewa barang, sekilas tampak sederhana, namun potensi sengketa di dalamnya cukup besar. Dari kerusakan barang hingga masalah pembayaran, semua bisa berujung pada proses hukum yang panjang dan melelahkan. Memahami implikasi hukum dan langkah pencegahan sangat krusial agar Anda terhindar dari masalah di kemudian hari. Berikut beberapa contoh kasus dan analisis hukumnya yang perlu dipahami.
Skenario Sengketa Sewa Barang dan Implikasi Hukumnya
Berbagai skenario bisa memicu sengketa, mulai dari kerusakan barang hingga perselisihan terkait durasi sewa. Misalnya, penyewa lalai merawat barang sehingga mengalami kerusakan. Dalam kasus lain, bisa terjadi perselisihan mengenai besarnya biaya perbaikan atau kompensasi yang harus dibayarkan. Perjanjian yang tidak jelas dan kurang detail seringkali menjadi biang keladi munculnya sengketa.
Aspek penting yang harus diperhatikan adalah klausul mengenai tanggung jawab kerusakan, durasi sewa, dan prosedur penyelesaian sengketa.
Solusi dan Upaya Pencegahan Sengketa Sewa Barang
Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Sebelum menandatangani perjanjian, baca dan pahami setiap klausul dengan cermat. Pastikan perjanjian mencakup semua aspek penting, termasuk kondisi barang saat disewa, biaya sewa, durasi sewa, tanggung jawab kerusakan, dan prosedur penyelesaian sengketa. Adanya bukti yang kuat, seperti foto atau video kondisi barang sebelum dan sesudah disewa, juga sangat penting.
Jika memungkinkan, libatkan pihak ketiga yang netral sebagai saksi saat penyerahan barang.
Ilustrasi Kasus Sengketa: Kerusakan Barang Akibat Kelalaian Penyewa
Bayangkan sebuah kasus di mana seorang penyewa menyewa kamera profesional selama satu minggu. Dalam perjanjian, disepakati bahwa penyewa bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi akibat kelalaiannya. Namun, setelah seminggu, kamera tersebut kembali dalam kondisi rusak karena jatuh dan lensa retak.
Penyewa mengatakan bahwa kerusakan terjadi karena kecelakaan, sedangkan pemilik kamera menuntut penyewa untuk membayar biaya perbaikan. Dalam kasus ini, bukti foto atau video kondisi kamera sebelum dan sesudah disewa sangat penting.
Bukti lain yang bisa digunakan adalah kesaksian saksi atau bukti transaksi sewa. Pengadilan akan mempertimbangkan semua bukti tersebut untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan dan besarnya kompensasi yang harus dibayarkan.
Pengaruh Klausul Perjanjian terhadap Penyelesaian Sengketa, Contoh surat perjanjian sewa barang
Klausul dalam perjanjian memiliki peran sangat penting dalam penyelesaian sengketa. Klausul yang jelas dan komprehensif akan memudahkan proses penyelesaian sengketa. Sebaliknya, klausul yang ambigu atau kurang jelas akan menyulitkan proses penyelesaian sengketa dan bahkan dapat menimbulkan perselisihan baru.
Contohnya, klausul mengenai tanggung jawab kerusakan harus dirumuskan dengan jelas dan rinci, termasuk jenis kerusakan yang ditanggung oleh penyewa dan besarnya kompensasi yang harus dibayarkan. Demikian pula, klausul mengenai prosedur penyelesaian sengketa juga harus dirumuskan dengan jelas, termasuk mekanisme alternatif penyelesaian sengketa seperti mediasi atau arbitrase.
Pertimbangan Hukum Tambahan dalam Perjanjian Sewa Barang: Contoh Surat Perjanjian Sewa Barang

Menyewa barang, sekilas terlihat mudah. Namun, perjanjian yang baik adalah kunci agar transaksi berjalan lancar dan terhindar dari potensi sengketa di kemudian hari. Perjanjian sewa barang yang komprehensif tak hanya mengatur soal harga dan jangka waktu sewa, tetapi juga mencakup aspek hukum krusial yang seringkali luput dari perhatian. Mari kita bahas beberapa pertimbangan hukum tambahan yang perlu Anda perhatikan agar terhindar dari potensi kerugian.
Aspek Pajak dalam Perjanjian Sewa Barang
Aspek perpajakan merupakan hal yang vital dan tak boleh diabaikan. Kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas pajak atas transaksi sewa barang harus tercantum dengan jelas. Apakah penyewa atau pemilik barang yang menanggung pajak pertambahan nilai (PPN) atau pajak lainnya? Perjanjian yang baik akan mencantumkan secara spesifik besaran pajak, jenis pajak yang dikenakan, dan mekanisme pembayarannya. Ketidakjelasan di sini dapat memicu perselisihan dan biaya tambahan di kemudian hari.
Sebagai contoh, dalam sewa alat berat, PPN akan menjadi komponen biaya yang signifikan dan perlu dihitung secara cermat dalam perjanjian.
Perlindungan Asuransi
Perjanjian sewa barang idealnya memuat klausul mengenai asuransi. Menentukan siapa yang bertanggung jawab atas asuransi barang selama masa sewa sangat penting. Apakah penyewa wajib memiliki asuransi sendiri, atau pemilik barang menyediakannya? Jika penyewa yang bertanggung jawab, jenis dan cakupan asuransinya harus dijelaskan secara rinci. Sebaliknya, jika pemilik barang yang menyediakan asuransi, perlu dijelaskan jenis dan cakupan perlindungannya.
Contohnya, jika barang yang disewa adalah mobil, asuransi wajib pihak ketiga atau asuransi komprehensif perlu dicantumkan agar kedua belah pihak terlindungi dari risiko kerugian finansial.
Klausul Force Majeure
Kejadian tak terduga, seperti bencana alam atau pandemi, dapat mengganggu kesepakatan sewa. Oleh karena itu, klausul force majeure penting untuk dimasukkan. Klausul ini mendefinisikan peristiwa di luar kendali kedua belah pihak yang dapat membebaskan mereka dari kewajiban kontraktual. Rumusan klausul ini harus jelas dan spesifik, mencantumkan contoh peristiwa yang termasuk force majeure dan mekanisme penanganannya.
Dengan demikian, kedua belah pihak terlindungi dari tuntutan hukum yang tidak adil jika terjadi keadaan darurat yang tak terprediksi.
Penyelesaian Sengketa Alternatif
Untuk menghindari proses hukum yang panjang dan mahal, perjanjian sewa barang sebaiknya memuat klausul mengenai penyelesaian sengketa alternatif. Mediasi atau arbitrase merupakan pilihan yang efektif dan efisien. Dalam klausul ini, disebutkan mekanisme penyelesaian sengketa, lembaga mediasi atau arbitrase yang akan digunakan, dan aturan yang berlaku. Hal ini akan mempercepat proses penyelesaian masalah dan mengurangi potensi kerugian bagi kedua belah pihak.
Sebagai contoh, disebutkan secara spesifik nama lembaga arbitrase yang akan digunakan dan aturan prosedural yang akan diikuti.
Pertanyaan Penting Sebelum Menandatangani Perjanjian
Sebelum menandatangani perjanjian, pastikan Anda telah memahami seluruh isi perjanjian dan telah mengajukan pertanyaan-pertanyaan penting. Berikut beberapa hal yang perlu dipastikan:
- Apakah jangka waktu sewa sudah jelas dan sesuai kesepakatan?
- Apakah biaya sewa, termasuk pajak dan asuransi, telah tercantum dengan rinci?
- Apakah tanggung jawab perawatan dan perbaikan barang sudah dijelaskan dengan jelas?
- Apakah mekanisme pengembalian barang setelah masa sewa berakhir sudah tercantum?
- Apakah klausul force majeure dan penyelesaian sengketa alternatif sudah tercantum dan dipahami?
Hak dan Kewajiban Penyewa dan Pemilik Barang
Perjanjian sewa barang harus secara jelas menjabarkan hak dan kewajiban masing-masing pihak. Penyewa berhak menggunakan barang sesuai perjanjian, sedangkan pemilik barang berhak atas pembayaran sewa tepat waktu. Sementara itu, penyewa berkewajiban menjaga barang dengan baik dan mengembalikannya dalam kondisi sesuai kesepakatan, sedangkan pemilik barang berkewajiban menyediakan barang yang layak pakai sesuai kesepakatan. Kejelasan ini akan mencegah kesalahpahaman dan sengketa di masa mendatang.