Gaji 1 juta subscriber? Angka fantastis itu mungkin menjadi impian banyak kreator konten. Namun, realitanya lebih kompleks daripada sekadar jumlah pengikut. Pendapatan seorang YouTuber dengan satu juta subscriber di Indonesia sangat bervariasi, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jenis konten, strategi monetisasi, dan bahkan tren pasar. Ada yang meraup jutaan rupiah per bulan, sementara yang lain mungkin hanya mendapatkan penghasilan pas-pasan.
Artikel ini akan mengupas tuntas seluk-beluk pendapatan, pengeluaran, dan strategi monetisasi yang diterapkan para kreator konten dengan jumlah subscriber yang mengesankan tersebut. Kita akan menguak rahasia di balik angka-angka tersebut dan menjelajahi berbagai kemungkinan skenario pendapatan, dari yang tertinggi hingga terendah.
Pertanyaan seputar pendapatan YouTuber dengan jutaan subscriber seringkali memicu rasa penasaran. Apakah mereka benar-benar kaya raya? Bagaimana mereka mengelola keuangan? Jawabannya tidak sesederhana yang dibayangkan. Faktor-faktor seperti jenis konten, kemampuan negosiasi sponsor, hingga efisiensi pengelolaan biaya produksi, semuanya berperan penting.
Dengan memahami aspek-aspek ini, kita dapat mengestimasi potensi pendapatan dan menganalisis strategi yang efektif untuk mencapai kesuksesan finansial di dunia konten kreator.
Pendapatan YouTuber dengan 1 Juta Subscriber: Gaji 1 Juta Subscriber
Mencapai satu juta subscriber di YouTube adalah pencapaian luar biasa, sebuah bukti kerja keras dan kreativitas yang patut dirayakan. Namun, pertanyaan besar yang kerap muncul adalah: seberapa besar sebenarnya pundi-pundi rupiah yang bisa dihasilkan? Angka satu juta subscriber bukanlah jaminan pendapatan fantastis secara otomatis. Banyak faktor yang menentukan, dari jenis konten hingga strategi monetisasi yang diterapkan.
Mari kita kupas lebih dalam tentang potensi pendapatan para kreator konten dengan jumlah pengikut yang signifikan ini.
Bayangkan, punya 1 juta subscriber YouTube, gaji yang didapat bisa fantastis, bahkan mungkin setara dengan pendapatan seorang atlet top! Namun, menghasilkan uang sebanyak itu butuh strategi jitu, bukan hanya sekadar jumlah pengikut. Bicara soal penampilan, ingatkah Anda gaya rambut Gerard Pique yang ikonik? Meski beda profesi, kesuksesan mereka sama-sama butuh kerja keras dan branding yang tepat.
Intinya, gaji 1 juta subscriber itu hasil dari kerja keras dan strategi yang terukur, bukan cuma angka fantastis belaka.
Perkiraan Pendapatan YouTuber dengan 1 Juta Subscriber di Indonesia
Estimasi pendapatan YouTuber dengan satu juta subscriber di Indonesia sangat bervariasi. Faktor utama yang mempengaruhi adalah jenis konten, tingkat engagement penonton, dan strategi monetisasi. Secara umum, pendapatan minimum bisa berkisar dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah per bulan. Sementara itu, potensi pendapatan maksimum bisa mencapai miliaran rupiah, khususnya bagi kreator dengan konten yang sangat populer dan kerjasama sponsor yang menguntungkan.
Bayangkan, gaji 1 juta subscriber YouTube bisa bikin kamu iri! Jumlahnya memang variatif, tergantung niche dan strategi monetisasi. Namun, angka fantastis itu mungkin masih jauh dari kekayaan Patrick Walujo, pendiri patrick walujo northstar group , yang asetnya berkali lipat lebih besar. Bisa dibilang, penghasilan dari satu juta subscriber itu hanyalah sebagian kecil dari keuntungan bisnis besar seperti yang dikelola beliau.
Intinya, meraih penghasilan tinggi, baik dari YouTube maupun jalur bisnis lain, butuh kerja keras dan strategi jitu. Gaji 1 juta subscriber tetap menjadi impian banyak kreator konten.
Bayangkan seorang YouTuber gaming terkenal dengan jutaan penonton aktif setiap siaran langsungnya, pendapatannya tentu akan jauh lebih tinggi daripada YouTuber yang mengunggah konten tutorial memasak dengan frekuensi yang lebih jarang.
Perbandingan Pendapatan di Berbagai Platform
| Platform | Pendapatan Minimum (Rp) | Pendapatan Maksimum (Rp) | Catatan |
|---|---|---|---|
| YouTube | 50.000.000 | 500.000.000+ | Tergantung CPM, jumlah views, dan strategi monetisasi. |
| TikTok | 20.000.000 | 200.000.000+ | Tergantung jumlah views, kerjasama brand, dan fitur live gifting. |
| 10.000.000 | 150.000.000+ | Tergantung jumlah followers, engagement, dan kerjasama brand. |
Perlu diingat, angka-angka di atas hanyalah perkiraan. Pendapatan aktual bisa jauh lebih tinggi atau lebih rendah, tergantung berbagai faktor yang telah disebutkan sebelumnya. Misalnya, seorang YouTuber dengan satu juta subscriber yang fokus pada konten edukasi mungkin memiliki pendapatan yang lebih rendah daripada YouTuber yang fokus pada konten hiburan viral.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan
Beberapa faktor kunci yang secara signifikan mempengaruhi pendapatan YouTuber dengan satu juta subscriber meliputi:
- Jenis Konten: Konten yang menarik dan relevan dengan target audiens akan menghasilkan engagement yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan peluang monetisasi.
- Frekuensi Unggah: Konsistensi dalam mengunggah konten baru akan menjaga engagement dan menarik subscriber baru.
- Engagement Penonton: Tingkat interaksi penonton (like, comment, share) berpengaruh terhadap algoritma YouTube dan peluang monetisasi.
- Strategi Monetisasi: Diversifikasi pendapatan melalui iklan, sponsorship, merchandise, dan afiliasi akan memaksimalkan penghasilan.
- Kolaborasi: Kerja sama dengan YouTuber lain dapat memperluas jangkauan dan meningkatkan visibilitas.
Skenario Pendapatan Tinggi dan Rendah
Mari kita bayangkan dua skenario berbeda untuk YouTuber dengan satu juta subscriber:
Skenario Pendapatan Tinggi: Seorang YouTuber gaming populer dengan konten berkualitas tinggi dan konsisten, memiliki engagement yang sangat tinggi, dan menjalin kerjasama sponsor dengan berbagai brand besar di industri gaming. Ia juga menjual merchandise dan memiliki program afiliasi yang sukses. Pendapatannya bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah per bulan.
Bayangkan, gaji 1 juta subscriber YouTube bisa bikin melongo! Angka fantastis itu tentu jauh berbeda dengan kekayaan seorang Dato Sri Tahir, yang bisa Anda telusuri lebih lanjut di dato sri tahir kekayaan. Perbedaannya selangit, ya? Namun, potensi penghasilan dari satu juta subscriber itu tetaplah menggiurkan, menunjukkan betapa besarnya pengaruh digital di era sekarang.
Jadi, fokus pada konten berkualitas dan strategi yang tepat adalah kunci untuk meraih kesuksesan finansial di platform tersebut. Bagaimanapun, jalan menuju pendapatan jutaan rupiah dari YouTube tetaplah sebuah perjuangan yang menarik.
Skenario Pendapatan Rendah: Seorang YouTuber dengan satu juta subscriber yang mengunggah konten secara tidak konsisten, memiliki engagement yang rendah, dan hanya mengandalkan pendapatan dari iklan YouTube. Strategi monetisasinya kurang efektif, dan ia tidak memiliki sumber pendapatan tambahan. Pendapatannya mungkin hanya puluhan juta rupiah per bulan, bahkan bisa lebih rendah.
Bayangkan, gaji 1 juta subscriber bisa bikin kantong tebal! Namun, kerja sama dengan brand besar butuh legalitas yang kuat. Sebelum negosiasi pendapatan fantastis itu, cek dulu contoh MOU kerjasama yang resmi dan terpercaya, seperti yang bisa Anda temukan di contoh mou kerjasama word. Dengan dokumen yang tepat, negosiasi gaji 1 juta subscriber jadi lebih terarah dan menguntungkan.
Pastikan semua poin tercantum jelas, agar pendapatan Anda sesuai harapan dan terhindar dari potensi kerugian. Jadi, siapkan diri untuk meraih kesuksesan finansial!
Sumber Pendapatan Tambahan
Selain iklan YouTube, YouTuber dengan satu juta subscriber dapat mengeksplorasi berbagai sumber pendapatan tambahan, seperti:
- Kerjasama Sponsor (Brand Deal): Menawarkan promosi produk atau jasa kepada brand yang relevan dengan konten.
- Merchandise: Menjual produk bertemakan channel YouTube, seperti kaos, mug, atau aksesoris.
- Afiliasi Marketing: Mempromosikan produk atau jasa orang lain dan mendapatkan komisi dari penjualan.
- Kursus Online/Webinar: Memanfaatkan keahlian dan pengetahuan untuk menciptakan konten edukatif berbayar.
- Platform Lain: Mengembangkan konten di platform lain seperti TikTok, Instagram, atau Patreon untuk diversifikasi pendapatan.
Pengeluaran YouTuber dengan 1 Juta Subscriber

Mencapai satu juta subscriber adalah pencapaian luar biasa bagi seorang YouTuber. Namun, di balik kesuksesan tersebut tersimpan tantangan tersendiri, terutama dalam mengelola keuangan. Keuntungan besar yang tampak di permukaan sebenarnya perlu diimbangi dengan perencanaan pengeluaran yang matang. Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai pos pengeluaran yang mungkin dihadapi oleh YouTuber dengan jumlah subscriber sebanyak itu, dari biaya produksi hingga pajak yang harus dibayarkan.
Dengan pemahaman yang baik, YouTuber dapat memaksimalkan profitabilitas dan keberlanjutan kanal mereka.
Bayangkan, gaji 1 juta subscriber bisa bikin kamu sultan dadakan! Jumlahnya memang variatif, tergantung platform dan jenis konten. Namun, memikirkan pengelolaan keuangannya setelah sukses, menarik untuk mencari nama PT yang unik, misalnya dengan ide-ide kreatif yang bisa kamu temukan di nama pt yang lucu. Bayangkan, PT “Juta Subscriber Sejahtera” atau yang lebih catchy lagi! Setelah itu, fokus kembali ke strategi monetisasi agar pendapatan dari 1 juta subscriber tersebut terus meningkat dan berkelanjutan.
Membangun bisnis dari hobi memang menantang, tapi potensi keuntungannya sungguh menggiurkan!
Daftar Pengeluaran Rutin YouTuber dengan 1 Juta Subscriber
Pengeluaran seorang YouTuber dengan satu juta subscriber sangat bervariasi, tergantung jenis konten, skala produksi, dan strategi bisnis yang diterapkan. Namun, beberapa pos pengeluaran rutin umumnya tetap ada. Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan.
- Biaya Produksi Konten: Ini termasuk biaya skrip, editing, musik, efek suara, dan lain-lain. Biaya ini akan berbeda-beda tergantung kompleksitas video.
- Peralatan: Kamera, mikrofon, lighting, komputer, software editing, dan aksesoris lainnya. Investasi awal bisa besar, namun perawatan dan upgrade berkala juga perlu dipertimbangkan.
- Tim Kerja: Jika memiliki tim, biaya gaji editor, videografer, scriptwriter, dan manajer komunitas harus diperhitungkan. Ukuran tim dan spesialisasi anggota akan memengaruhi total pengeluaran.
- Pajak: Pajak penghasilan (PPh) merupakan kewajiban yang harus dipenuhi. Besaran pajak akan tergantung pada penghasilan bersih setelah dikurangi berbagai biaya operasional.
- Marketing dan Promosi: Meskipun sudah memiliki subscriber yang banyak, promosi tetap diperlukan untuk menjaga engagement dan jangkauan. Biaya ini bisa termasuk iklan digital atau kolaborasi dengan YouTuber lain.
- Biaya Operasional Lainnya: Biaya perjalanan, sewa studio, perlengkapan produksi, dan biaya tak terduga lainnya juga perlu diperhitungkan.
Perkiraan Biaya Produksi Video Berdasarkan Jenis Konten
Biaya produksi video sangat dipengaruhi oleh jenis konten yang dibuat. Konten vlog sederhana akan memiliki biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan konten gaming yang kompleks atau tutorial yang memerlukan peralatan khusus.
- Vlog: Rp 500.000 – Rp 2.000.000 (tergantung lokasi syuting dan editing).
- Tutorial: Rp 1.000.000 – Rp 5.000.000 (tergantung kompleksitas tutorial dan kebutuhan peralatan).
- Gaming: Rp 1.500.000 – Rp 7.000.000 (tergantung game yang dimainkan, kualitas editing, dan penggunaan efek).
Perhitungan Perkiraan Pajak yang Harus Dibayarkan
Perhitungan pajak penghasilan YouTuber di Indonesia berdasarkan penghasilan bruto setelah dikurangi biaya operasional. Besaran pajak bervariasi tergantung penghasilan dan skema perpajakan yang digunakan. Konsultasi dengan konsultan pajak sangat direkomendasikan untuk memastikan kepatuhan pajak dan optimalisasi pajak.
Contoh: Seorang YouTuber dengan penghasilan bruto Rp 100.000.000 per bulan dan biaya operasional Rp 50.000.000 akan memiliki penghasilan bersih Rp 50.000.000. Pajak yang harus dibayarkan akan dihitung berdasarkan tarif pajak penghasilan badan atau perseorangan, tergantung status badan usaha YouTuber tersebut.
Perbandingan Pengeluaran YouTuber dengan Tim dan yang Bekerja Sendiri, Gaji 1 juta subscriber
YouTuber dengan tim cenderung memiliki pengeluaran yang lebih besar, terutama untuk gaji karyawan dan biaya operasional. Namun, mereka juga dapat menghasilkan konten dengan kualitas lebih tinggi dan konsistensi yang lebih baik. Sebaliknya, YouTuber yang bekerja sendiri memiliki pengeluaran yang lebih rendah, tetapi mereka juga harus menanggung semua beban kerja dan mungkin mengalami kendala dalam hal skala produksi. Pertimbangan utama adalah efisiensi dan skala usaha yang ingin dicapai.
Penghematan Biaya dan Peningkatan Profitabilitas
Mengoptimalkan pengeluaran merupakan kunci keberhasilan YouTuber. Beberapa strategi penghematan biaya antara lain: negosiasi harga dengan vendor, memanfaatkan peralatan yang sudah dimiliki secara maksimal, kolaborasi dengan YouTuber lain untuk mengurangi biaya produksi, dan memanfaatkan sumber daya gratis yang tersedia secara online. Dengan strategi yang tepat, penghematan biaya akan langsung berdampak pada peningkatan profitabilitas.
Strategi Monetisasi untuk YouTuber dengan 1 Juta Subscriber

Mencapai satu juta subscriber adalah pencapaian monumental bagi setiap YouTuber. Namun, angka fantastis tersebut bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru yang lebih menantang: memaksimalkan potensi pendapatan. Memang, iklan YouTube merupakan sumber penghasilan utama, tetapi keberagaman strategi monetisasi menjadi kunci untuk meraih kesuksesan finansial yang berkelanjutan dan pertumbuhan yang signifikan. Berikut beberapa strategi efektif yang dapat dipertimbangkan.
Monetisasi di Luar Iklan YouTube
Keberhasilan di YouTube tidak hanya ditentukan oleh jumlah subscriber, tetapi juga kemampuan dalam mengeksplorasi berbagai peluang monetisasi. Memanfaatkan platform lain dan membangun brand pribadi menjadi strategi kunci untuk mencapai pendapatan yang lebih besar dan stabil. Diversifikasi sumber pendapatan akan mengurangi ketergantungan pada satu platform dan meminimalisir risiko fluktuasi pendapatan.
- Affiliate Marketing: Berkolaborasi dengan brand untuk mempromosikan produk atau jasa mereka. Komisi diperoleh dari setiap penjualan yang dihasilkan melalui link afiliasi Anda. Tingkat keberhasilan sangat bergantung pada kredibilitas dan engagement Anda dengan audiens.
- Merchandise: Menjual merchandise bertemakan channel Anda, seperti kaos, mug, atau aksesoris lainnya. Ini membangun loyalitas penggemar dan memberikan sumber pendapatan pasif.
- Sponsorships: Kerjasama dengan brand untuk membuat konten sponsor. Hal ini membutuhkan perencanaan yang matang dan kesepakatan yang jelas untuk memastikan keselarasan brand dengan nilai-nilai channel Anda.
- Membership Channel: Menawarkan keanggotaan eksklusif kepada subscriber yang bersedia membayar biaya bulanan untuk mendapatkan akses konten eksklusif, seperti video behind-the-scenes, live streaming khusus, atau komunitas anggota.
- Kursus Online/E-book: Memanfaatkan keahlian dan pengetahuan Anda untuk membuat dan menjual kursus online atau e-book yang relevan dengan niche channel Anda.
Perbandingan Strategi Monetisasi
Memilih strategi monetisasi yang tepat memerlukan pertimbangan matang. Tabel berikut membandingkan beberapa strategi berdasarkan potensi pendapatan, tingkat kesulitan, dan risiko.
| Strategi | Potensi Pendapatan | Tingkat Kesulitan | Risiko |
|---|---|---|---|
| Iklan YouTube | Sedang hingga Tinggi | Rendah | Sedang (tergantung kebijakan YouTube) |
| Affiliate Marketing | Sedang hingga Tinggi | Sedang | Sedang (tergantung performa penjualan) |
| Merchandise | Rendah hingga Sedang | Sedang | Rendah (jika manajemen stok dan distribusi baik) |
| Sponsorships | Tinggi | Tinggi | Sedang (tergantung negosiasi dan kesepakatan) |
| Membership Channel | Rendah hingga Sedang | Sedang | Rendah (jika konten eksklusif menarik) |
| Kursus Online/E-book | Sedang hingga Tinggi | Tinggi | Sedang (tergantung kualitas konten dan pemasaran) |
Studi Kasus: Kesuksesan Strategi Monetisasi Terintegrasi
Banyak YouTuber sukses telah membuktikan efektivitas strategi monetisasi terintegrasi. Misalnya, seorang YouTuber kecantikan dengan satu juta subscriber tidak hanya mengandalkan iklan YouTube, tetapi juga berkolaborasi dengan brand kosmetik (affiliate marketing dan sponsorships), menjual produk kecantikan sendiri (merchandise), dan menawarkan kelas makeup online (kursus online). Integrasi ini menghasilkan pendapatan yang jauh lebih besar dan membangun brand yang kuat.
Membangun Komunitas yang Kuat
Komunitas yang solid merupakan aset berharga dalam meningkatkan peluang monetisasi. Interaksi yang aktif dan positif dengan subscriber meningkatkan loyalitas, mendorong pembelian merchandise, dan meningkatkan kesuksesan kampanye affiliate marketing serta sponsorships. Membangun komunitas yang kuat memerlukan komitmen untuk berinteraksi secara reguler, menanggapi komentar dan pertanyaan, dan membangun hubungan yang asli dengan pengikut.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Jumlah Subscriber

Mencapai satu juta subscriber di YouTube bukanlah mimpi mustahil, namun membutuhkan strategi dan kerja keras yang terukur. Jumlah subscriber yang membengkak tak hanya soal keberuntungan, melainkan hasil dari perencanaan matang dan eksekusi yang konsisten. Memahami faktor-faktor kunci yang mendorong pertumbuhan subscriber menjadi kunci utama kesuksesan. Artikel ini akan mengupas tuntas elemen-elemen krusial tersebut, mulai dari kualitas konten hingga strategi pemasaran digital yang efektif.
Faktor-faktor Utama Pertumbuhan Subscriber YouTube
Berbagai faktor saling terkait dan berkontribusi pada peningkatan jumlah subscriber. Bukan hanya satu faktor saja yang berperan, melainkan kombinasi strategi yang terintegrasi. Keberhasilan kanal YouTube bergantung pada pemahaman dan penerapan faktor-faktor ini secara efektif.
- Kualitas Konten yang Konsisten: Konten yang menarik, informatif, dan menghibur adalah fondasi utama. Konsistensi dalam mengunggah video secara berkala juga penting untuk menjaga engagement penonton.
- Optimasi dan Tag: Penggunaan kata kunci yang tepat dalam judul, deskripsi, dan tag video meningkatkan visibilitas kanal di pencarian YouTube. Riset yang akurat sangat krusial.
- Interaksi dengan Audiens: Membangun komunitas yang kuat melalui respon cepat terhadap komentar, pertanyaan, dan feedback dari penonton. Live streaming juga dapat meningkatkan interaksi.
- Strategi Pemasaran Digital: Promosi di media sosial, kolaborasi dengan YouTuber lain, dan iklan berbayar dapat memperluas jangkauan dan menarik subscriber baru.
- Analisis dan Optimasi: YouTube Analytics menyediakan data berharga tentang performa video dan kanal. Analisis data ini memungkinkan penyesuaian strategi untuk hasil yang lebih optimal.
Langkah-langkah Meningkatkan Jumlah Subscriber
Meningkatkan jumlah subscriber membutuhkan pendekatan yang sistematis dan terukur. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencapai tujuan tersebut.
- Buat konten yang berkualitas tinggi dan konsisten: Tetapkan jadwal unggah yang realistis dan patuhi jadwal tersebut. Prioritaskan kualitas daripada kuantitas.
- Optimalkan video untuk pencarian YouTube: Lakukan riset kata kunci dan gunakan kata kunci yang relevan dalam judul, deskripsi, dan tag video.
- Berinteraksi dengan audiens: Balas komentar, ajukan pertanyaan, dan buat polling untuk meningkatkan engagement.
- Promosikan kanal YouTube di media sosial: Bagikan link video di platform media sosial lainnya untuk memperluas jangkauan.
- Gunakan analitik YouTube untuk melacak kemajuan: Pantau metrik penting seperti jumlah penonton, durasi menonton, dan rasio klik-tayang (CTR).
Ilustrasi Pengaruh Konsistensi Konten dan Kualitas Video
Bayangkan dua kanal YouTube dengan topik yang sama. Kanal A mengunggah video secara tidak teratur, dengan kualitas video yang buruk dan editing yang asal-asalan. Kanal B, di sisi lain, mengunggah video secara konsisten setiap minggu, dengan kualitas video yang tinggi, editing yang rapi, dan konten yang informatif dan menghibur. Hasilnya? Kanal B akan lebih cepat mendapatkan subscriber dan engagement yang lebih tinggi karena konsistensi dan kualitas kontennya yang menarik perhatian penonton.
Penonton akan lebih cenderung berlangganan kanal yang memberikan nilai tambah dan pengalaman menonton yang menyenangkan.
Peran Interaksi dengan Audiens dalam Meningkatkan Subscriber
Interaksi yang aktif dengan audiens membangun rasa komunitas dan loyalitas. Membalas komentar, menjawab pertanyaan, dan mengadakan sesi tanya jawab secara langsung membuat penonton merasa dihargai dan didengarkan. Hal ini akan meningkatkan engagement dan mendorong mereka untuk berlangganan kanal YouTube Anda. Contohnya, sebuah kanal memasak yang aktif berinteraksi dengan penonton melalui kolom komentar akan mendapatkan kepercayaan dan loyalitas yang lebih tinggi dibandingkan kanal yang hanya fokus pada unggahan video saja.
Strategi Pemasaran Digital yang Efektif
Strategi pemasaran digital yang terintegrasi sangat penting untuk memperluas jangkauan dan menarik subscriber baru. Kombinasi strategi berikut dapat meningkatkan visibilitas kanal YouTube.
| Strategi | Penjelasan |
|---|---|
| Iklan YouTube | Iklan berbayar dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan menargetkan demografi spesifik. |
| Kolaborasi | Berkolaborasi dengan YouTuber lain dalam niche yang sama dapat memperkenalkan kanal Anda kepada audiens baru. |
| Media Sosial | Promosikan video YouTube di platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. |
| YouTube | Optimalkan video Anda dengan kata kunci yang relevan untuk meningkatkan peringkat pencarian. |
| Email Marketing | Bangun daftar email dan kirimkan buletin kepada pelanggan untuk mengumumkan video baru dan promosi. |