Gaji CEO tertinggi di Indonesia selalu menarik perhatian. Bayangan angka fantastis yang diterima para pemimpin perusahaan raksasa ini kerap memicu perdebatan, menghubungkan antara kinerja perusahaan, keahlian CEO, dan kesenjangan ekonomi. Besarnya gaji ini tak hanya ditentukan oleh laba perusahaan semata, melainkan juga dipengaruhi oleh kompleksitas peran, risiko yang ditanggung, serta negosiasi yang alot antara CEO dan dewan komisaris.
Perbandingan dengan CEO di negara ASEAN lain pun menjadi pertimbangan menarik, menunjukkan standar kompensasi di level global. Di balik angka-angka besar tersebut, tersimpan dinamika menarik yang patut dikaji lebih dalam.
Faktor-faktor yang memengaruhi besaran gaji CEO sangat beragam, mulai dari ukuran dan kinerja perusahaan, sektor industri, hingga pengalaman dan pendidikan sang CEO. Perusahaan publik dan swasta pun memiliki metode penentuan gaji yang berbeda, dengan pertimbangan transparansi dan akuntabilitas yang berbeda pula. Studi kasus pada perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana gaji CEO ditentukan dan dampaknya terhadap perusahaan dan perekonomian secara keseluruhan.
Lebih jauh lagi, perbandingan gaji CEO dengan profesi lain akan memberikan perspektif yang lebih luas tentang distribusi kekayaan dan kesenjangan upah di Indonesia.
Gaji CEO Tertinggi di Indonesia

Perbincangan seputar gaji CEO di Indonesia selalu menarik perhatian, terutama bagi mereka yang penasaran dengan penghasilan puncak di dunia korporasi. Besaran gaji ini tak hanya mencerminkan kinerja perusahaan, tetapi juga kompleksitas peran dan tanggung jawab yang diemban seorang CEO. Menariknya, angka ini sangat bervariasi, dipengaruhi oleh berbagai faktor yang akan kita bahas lebih lanjut.
Rentang Gaji CEO di Indonesia
Gaji CEO di Indonesia memiliki rentang yang cukup luas, tergantung pada berbagai faktor. Secara umum, CEO di perusahaan besar dan ternama, khususnya di sektor teknologi, perbankan, dan sumber daya alam, berpotensi meraih penghasilan ratusan juta hingga miliaran rupiah per tahun. Sementara itu, CEO di perusahaan skala menengah atau sektor lain mungkin memiliki gaji yang lebih rendah, berkisar puluhan juta rupiah per tahun.
Perbedaan ini menunjukkan kompleksitas struktur gaji di Indonesia yang dipengaruhi oleh banyak variabel.
Gaji CEO tertinggi di Indonesia memang fantastis, mencapai miliaran rupiah per tahun. Namun, bagi Anda yang bercita-cita meraih penghasilan tinggi, tak perlu menunggu posisi puncak. Ada banyak peluang, seperti lowongan kerja Onsu Pangan Perkasa , yang bisa menjadi batu loncatan menuju kesuksesan finansial. Meskipun tak setinggi gaji CEO, upah yang kompetitif dan potensi pertumbuhan karier di perusahaan ternama seperti ini patut dipertimbangkan.
Ingat, perjalanan menuju penghasilan selangit CEO dimulai dari langkah kecil, dan siapa tahu, suatu hari Anda yang akan memimpin dan menikmati gaji fantastis tersebut.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Besaran Gaji CEO
Besaran gaji CEO bukan semata-mata ditentukan oleh ukuran perusahaan. Beberapa faktor kunci berperan signifikan. Pertama, kinerja perusahaan. CEO yang berhasil meningkatkan profitabilitas dan nilai perusahaan secara signifikan cenderung mendapatkan kompensasi yang lebih tinggi. Kedua, pengalaman dan keahlian.
CEO dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang mumpuni di bidang terkait, serta reputasi yang baik, biasanya dihargai lebih mahal. Ketiga, ukuran dan sektor industri perusahaan. Perusahaan besar di sektor yang menguntungkan cenderung menawarkan gaji yang lebih tinggi. Terakhir, negosiasi kontrak dan kondisi pasar juga berperan dalam menentukan besaran gaji.
Perbedaan Gaji CEO di Berbagai Sektor Industri
Sektor industri sangat memengaruhi besaran gaji CEO. CEO di sektor keuangan, seperti perbankan dan investasi, umumnya mendapatkan gaji yang lebih tinggi dibandingkan dengan sektor lain. Hal ini disebabkan oleh kompleksitas dan risiko yang tinggi dalam industri tersebut. Sektor teknologi juga menawarkan gaji yang kompetitif, terutama untuk perusahaan rintisan (startup) yang berkembang pesat. Sebaliknya, CEO di sektor manufaktur atau ritel mungkin memiliki gaji yang lebih rendah, meskipun kinerja perusahaan juga menentukan.
Perbandingan Gaji CEO Indonesia dengan Negara ASEAN Lainnya
Membandingkan gaji CEO Indonesia dengan negara ASEAN lain memerlukan kehati-hatian karena kurangnya data publik yang komprehensif dan terstandarisasi. Namun, secara umum, gaji CEO di Singapura dan Malaysia cenderung lebih tinggi daripada di Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi makro, daya saing industri, dan kebijakan remunerasi di masing-masing negara. Perbedaan ini juga mencerminkan perbedaan tingkat perkembangan ekonomi dan daya beli di berbagai negara ASEAN.
Tren Perubahan Gaji CEO di Indonesia dalam 5 Tahun Terakhir
Dalam lima tahun terakhir, tren gaji CEO di Indonesia menunjukkan kecenderungan peningkatan, terutama di sektor teknologi dan keuangan. Pertumbuhan ekonomi yang positif, investasi asing langsung yang meningkat, dan perkembangan teknologi digital menjadi faktor pendorong. Namun, perlu dicatat bahwa fluktuasi ekonomi makro dan kondisi pasar global juga dapat memengaruhi tren ini. Sebagai contoh, periode pandemi COVID-19 sempat mengakibatkan penurunan gaji di beberapa sektor, sementara sektor lain justru mengalami peningkatan yang signifikan karena adaptasi terhadap kondisi baru.
Nominal gaji CEO tertinggi di Indonesia memang fantastis, menginspirasi banyak orang untuk bermimpi besar. Namun, untuk mencapai puncak kesuksesan seperti itu, perlu strategi jitu. Salah satu jalannya adalah dengan menguasai dunia e-commerce, dan langkah sukses membangun bisnis e commerce menjadi kunci utamanya. Membangun kerajaan bisnis online yang menguntungkan membuka peluang untuk mencapai penghasilan setara, bahkan melebihi, gaji CEO tertinggi di Indonesia.
Jadi, jangan hanya terpaku pada angka fantastis tersebut, tetapi fokuslah pada langkah-langkah konkret untuk meraih kesuksesan finansial Anda sendiri.
Metodologi Penentuan Gaji CEO: Gaji Ceo Tertinggi Di Indonesia

Menentukan gaji CEO, khususnya di Indonesia, adalah proses yang kompleks dan melibatkan berbagai pertimbangan. Bukan sekadar angka, melainkan cerminan strategi perusahaan, kinerja, dan daya saing di pasar. Besarnya angka yang diterima seorang CEO berdampak besar, tidak hanya pada kesejahteraan pribadi, namun juga pada persepsi publik terhadap tata kelola perusahaan dan bahkan kinerja pasar saham.
Proses penetapan ini jauh dari sekedar negosiasi biasa. Ada metode terstruktur yang diterapkan, peran dewan komisaris yang krusial, dan tentunya, kinerja perusahaan yang menjadi faktor penentu utama. Mari kita uraikan lebih dalam berbagai aspek penting dalam menentukan besaran gaji CEO di Indonesia.
Metode Penentuan Gaji CEO
Berbagai metode digunakan perusahaan dalam menentukan kompensasi CEO, bervariasi tergantung skala perusahaan, struktur kepemilikan, dan tujuan strategis. Beberapa metode umum yang diterapkan meliputi pendekatan benchmarking (membandingkan dengan gaji CEO di perusahaan sejenis), penilaian kinerja (berdasarkan capaian target perusahaan), dan negosiasi langsung (terutama di perusahaan swasta). Metode-metode ini seringkali dikombinasikan untuk mencapai hasil yang lebih komprehensif dan adil.
Gaji CEO tertinggi di Indonesia memang fantastis, mencapai miliaran rupiah per tahun. Bayangkan, dengan penghasilan selangit itu, mereka mungkin perlu mengandalkan jasa pengiriman yang efisien untuk berbagai keperluan bisnis. Untuk kemudahan dan kecepatan pengiriman dokumen penting atau barang-barang berharga, manfaatkan layanan agen JNE online booking , agar prosesnya lebih praktis. Kembali ke soal gaji CEO, jumlah fantastis tersebut tentu saja mencerminkan tanggung jawab dan kinerja mereka dalam memimpin perusahaan raksasa.
Sebuah kesuksesan yang tak lepas dari manajemen dan strategi bisnis yang mumpuni.
- Benchmarking: Perusahaan membandingkan gaji CEO mereka dengan gaji CEO di perusahaan sejenis, baik di dalam negeri maupun luar negeri, memperhatikan faktor seperti ukuran perusahaan, industri, dan kinerja keuangan.
- Penilaian Kinerja: Gaji CEO dikaitkan secara langsung dengan pencapaian target perusahaan. Sistem ini memberikan insentif bagi CEO untuk mencapai kinerja yang optimal, dan meminimalisir potensi konflik kepentingan.
- Negosiasi Langsung: Metode ini lebih sering ditemukan di perusahaan swasta, di mana negosiasi antara CEO dan pemegang saham menjadi penentu utama besaran gaji.
Peran Dewan Komisaris
Dewan komisaris berperan penting sebagai pengawas independen dalam proses penetapan gaji CEO. Mereka memastikan bahwa besaran gaji yang diberikan sejalan dengan kinerja perusahaan dan mempertimbangkan kepentingan pemegang saham. Independensi dewan komisaris menjadi kunci dalam mencegah potensi konflik kepentingan dan memastikan transparansi dalam proses pengambilan keputusan.
Gaji CEO tertinggi di Indonesia memang fantastis, mencapai miliaran rupiah per tahun. Bayangkan, dengan penghasilan sebesar itu, transaksi keuangan sehari-hari pasti melibatkan nominal yang cukup besar. Nah, untuk mempermudah transaksi, CEO-CEO tersebut tentu memanfaatkan kartu kredit, seperti yang dijelaskan di sini apa itu kartu visa dan mastercard , yang memberikan kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi.
Kembali ke topik gaji CEO, jumlah fantastis tersebut tentunya mencerminkan tanggung jawab dan kinerja mereka yang luar biasa dalam memimpin perusahaan raksasa di Indonesia. Besarnya gaji ini juga menjadi cerminan daya saing ekonomi Indonesia di kancah global.
Secara umum, dewan komisaris akan meninjau proposal kompensasi CEO, mempertimbangkan berbagai faktor seperti kinerja keuangan, strategi bisnis, dan kondisi pasar. Mereka juga akan memastikan bahwa struktur kompensasi CEO sesuai dengan praktik tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
Pengaruh Kinerja Perusahaan
Kinerja perusahaan merupakan faktor dominan dalam menentukan besaran gaji CEO. Semakin baik kinerja perusahaan, baik dari segi keuangan maupun non-keuangan, semakin besar kemungkinan CEO menerima kompensasi yang tinggi. Hal ini mencerminkan prinsip “bayaran berdasarkan kinerja” yang semakin diadopsi oleh perusahaan-perusahaan modern.
Ukuran kinerja perusahaan yang dipertimbangkan bisa beragam, mulai dari profitabilitas, pertumbuhan pendapatan, pangsa pasar, hingga kepuasan pelanggan. Indikator-indikator kinerja ini dimonitor secara berkala dan menjadi dasar dalam evaluasi kinerja CEO dan penentuan kompensasi selanjutnya.
Komponen Kompensasi CEO
Total kompensasi CEO biasanya terdiri dari beberapa komponen, tidak hanya gaji pokok. Komponen-komponen ini dirancang untuk memotivasi CEO dan menjaga keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan perusahaan.
Gaji CEO tertinggi di Indonesia memang fantastis, mencapai miliaran rupiah per tahun. Bayangkan, angka tersebut bisa membiayai pendidikan tinggi bertahun-tahun, bahkan mungkin cukup untuk beberapa kali mengikuti kursus kecantikan profesional, seperti biaya kursus salon Rudy Hadisuwarno yang terkenal berkualitas tinggi. Namun, perbedaan pendapatan yang signifikan ini menunjukkan disparitas ekonomi yang perlu diperhatikan. Kembali ke soal gaji CEO, besarnya penghasilan ini juga mencerminkan tanggung jawab dan kompleksitas peran mereka dalam mengelola perusahaan raksasa.
- Gaji Pokok: Merupakan bagian tetap dari kompensasi CEO, dibayarkan secara periodik.
- Bonus: Dibayarkan berdasarkan pencapaian target kinerja yang telah ditentukan sebelumnya.
- Saham atau Opsi Saham: Memberikan insentif bagi CEO untuk meningkatkan nilai perusahaan, karena keuntungan mereka terkait langsung dengan kinerja saham perusahaan.
- Manfaat Tambahan: Seperti asuransi kesehatan, kendaraan dinas, dan tunjangan lainnya.
Perbandingan Metode Penentuan Gaji CEO
| Metode | Perusahaan Publik | Perusahaan Swasta | Perbedaan Utama |
|---|---|---|---|
| Benchmarking | Lebih transparan dan terukur, dipengaruhi regulasi bursa | Lebih fleksibel, bervariasi tergantung pemilik | Tingkat transparansi dan pengawasan |
| Penilaian Kinerja | Kinerja diukur berdasarkan indikator yang terukur dan terdokumentasi dengan baik | Kinerja bisa lebih subjektif, tergantung persepsi pemilik | Objektivitas dan pengukuran kinerja |
| Negosiasi Langsung | Biasanya lebih terbatas, diawasi oleh dewan komisaris | Lebih dominan, fleksibilitas tinggi | Tingkat keterlibatan dewan komisaris dan transparansi |
Gaji CEO Tertinggi di Indonesia: Studi Kasus Perusahaan Terkemuka
Perbedaan pendapatan antara CEO dan karyawan biasa di Indonesia selalu menjadi sorotan. Besarnya gaji CEO di perusahaan-perusahaan besar kerap memicu perdebatan, terutama ketika dikaitkan dengan kinerja perusahaan dan kesejahteraan karyawan. Memahami struktur gaji di puncak manajemen menjadi kunci untuk menganalisis kesenjangan tersebut dan memahami dinamika ekonomi Indonesia yang kompleks. Artikel ini akan mengulas studi kasus gaji CEO di tiga perusahaan publik terkemuka di Indonesia, menganalisis rasio gaji CEO terhadap karyawan, dan menilik opini ahli terkait isu ini.
Profil Tiga CEO dan Gaji Mereka
Membandingkan gaji CEO dari tiga perusahaan berbeda perlu mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk ukuran perusahaan, sektor industri, dan kinerja keuangan. Berikut ini gambaran singkat profil tiga CEO dan besaran gaji mereka (data ilustrasi, angka bersifat hipotetis untuk tujuan penjelasan):
- CEO A, PT. Maju Jaya Indonesia (Sektor Pertambangan): Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang pertambangan dan pendidikan S2 di bidang teknik pertambangan dari universitas ternama di luar negeri, CEO A memimpin perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia. Gaji tahunannya diestimasi mencapai Rp 100 miliar, mencerminkan kompleksitas dan tanggung jawab besar dalam mengelola aset dan sumber daya manusia yang luas. Kinerja perusahaan yang stabil dan profitabilitas yang tinggi mendukung besarnya kompensasi ini.
- CEO B, PT. Sejahtera Bersama (Sektor Teknologi): CEO B, lulusan program MBA dari universitas bergengsi, memiliki track record yang impresif dalam membangun perusahaan rintisan hingga menjadi perusahaan teknologi raksasa. Gaji tahunannya diperkirakan mencapai Rp 75 miliar, sejalan dengan pertumbuhan pesat perusahaan dan perannya dalam memimpin inovasi dan ekspansi bisnis ke pasar global.
- CEO C, PT. Harapan Bangsa (Sektor Manufaktur): CEO C, seorang ahli ekonomi dengan pengalaman di bidang manajemen dan strategi bisnis, memimpin perusahaan manufaktur terkemuka. Gajinya diestimasi sekitar Rp 50 miliar, mencerminkan kontribusinya dalam efisiensi operasional dan peningkatan daya saing perusahaan di pasar internasional yang kompetitif.
Perbandingan Gaji CEO dengan Gaji Karyawan Rata-rata
Perbandingan gaji CEO dengan gaji karyawan rata-rata menjadi indikator penting dalam memahami kesenjangan pendapatan. Perlu dicatat bahwa data ini bersifat hipotetis untuk tujuan ilustrasi. Misalnya, rasio gaji CEO terhadap gaji karyawan rata-rata di PT. Maju Jaya Indonesia mungkin mencapai 1:500, sedangkan di PT. Sejahtera Bersama dan PT.
Harapan Bangsa bisa lebih rendah, misalnya 1:200 dan 1:300. Rasio yang tinggi ini menimbulkan pertanyaan mengenai keadilan distribusi pendapatan dan implikasi sosialnya.
Opini Ahli tentang Kesenjangan Gaji
“Kesenjangan gaji antara CEO dan karyawan merupakan isu kompleks yang perlu dilihat dari berbagai perspektif. Perlu ada transparansi dalam penetapan gaji CEO, mempertimbangkan kinerja perusahaan, ukuran perusahaan, dan juga dampaknya terhadap kesejahteraan karyawan. Sistem remunerasi yang adil dan transparan sangat penting untuk menciptakan iklim kerja yang sehat dan produktif,” kata Pakar Ekonomi, Prof. Dr. X.
“Selain kinerja perusahaan, faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah daya saing di pasar global. CEO perusahaan multinasional mungkin mendapatkan kompensasi yang lebih tinggi untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik di dunia. Namun, hal ini tetap harus diimbangi dengan memperhatikan kesejahteraan karyawan dan memastikan distribusi pendapatan yang lebih merata,” ujar pakar manajemen, Ibu Y, MBA.
Dampak Gaji CEO terhadap Perusahaan dan Ekonomi
Gaji CEO di Indonesia, khususnya di perusahaan-perusahaan besar, seringkali menjadi sorotan publik. Besarannya yang fantastis kerap memicu perdebatan, antara yang menganggapnya sebagai refleksi kinerja dan daya tarik talenta terbaik, dan yang melihatnya sebagai ketidakseimbangan distribusi kekayaan. Memahami dampaknya terhadap perusahaan dan ekonomi secara menyeluruh sangat krusial untuk menilai keberlanjutan dan kesetaraan dalam sistem ekonomi kita.
Dampak Positif dan Negatif Gaji CEO Tinggi terhadap Kinerja Perusahaan
Gaji CEO yang tinggi bisa menjadi magnet bagi para eksekutif berpengalaman dan berprestasi. Mereka termotivasi untuk mencapai target yang ambisius, mengarahkan perusahaan menuju pertumbuhan yang signifikan, dan meningkatkan profitabilitas. Namun, jika tidak diimbangi dengan kinerja yang setara, gaji CEO yang tinggi justru dapat menjadi beban bagi perusahaan. Hal ini bisa mengurangi investasi dalam riset dan pengembangan, mengurangi keuntungan yang seharusnya dibagikan kepada karyawan lain, dan bahkan berpotensi memicu penurunan moral di kalangan karyawan yang merasa tidak diapresiasi.
Sebuah studi kasus di perusahaan X menunjukkan bagaimana peningkatan gaji CEO yang signifikan, tanpa peningkatan profitabilitas yang sepadan, menyebabkan penurunan investasi dalam inovasi produk dan mengakibatkan penurunan pangsa pasar.
Perbandingan Gaji CEO dengan Profesi Lain

Gaji CEO di Indonesia kerap menjadi sorotan, terutama jika dibandingkan dengan profesi lain yang membutuhkan tingkat pendidikan dan tanggung jawab yang setara. Perbedaan yang signifikan memicu perdebatan tentang keadilan dan dampaknya terhadap perekonomian. Memahami seluk-beluk disparitas ini penting untuk melihat gambaran utuh perekonomian Indonesia dan bagaimana struktur upah memengaruhi kesejahteraan masyarakat.
Perbandingan Gaji CEO dengan Profesi Lain yang Setara, Gaji ceo tertinggi di indonesia
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, mari kita bandingkan gaji CEO dengan beberapa profesi lain yang membutuhkan keahlian dan pendidikan tinggi, seperti dokter spesialis, pengacara senior, dan profesor universitas ternama. Tentu saja, angka pasti akan bervariasi tergantung pada perusahaan, spesialisasi, pengalaman, dan reputasi individu. Namun, secara umum, gaji CEO perusahaan besar di Indonesia cenderung jauh lebih tinggi. Misalnya, CEO di perusahaan multinasional bisa mendapatkan pendapatan tahunan yang berkali-kali lipat lebih besar daripada dokter spesialis berpengalaman, bahkan pengacara senior yang menangani kasus-kasus besar sekalipun.
Profesor universitas ternama, meskipun memiliki peran penting dalam pendidikan dan riset, juga masih berada di bawah angka tersebut.
Sebagai ilustrasi, bayangkan seorang CEO di perusahaan teknologi besar yang memiliki pendapatan tahunan sekitar Rp 5 miliar. Bandingkan dengan seorang dokter spesialis jantung yang mungkin mendapatkan Rp 1 miliar per tahun, atau pengacara senior yang menangani kasus korporasi dengan pendapatan sekitar Rp 2 miliar per tahun. Perbedaan ini cukup signifikan dan menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang menyebabkannya.
Faktor-Faktor Penyebab Perbedaan Gaji
Beberapa faktor berkontribusi pada perbedaan gaji yang signifikan ini. Pertama, tanggung jawab yang diemban CEO jauh lebih besar. Mereka memimpin seluruh perusahaan, membuat keputusan strategis yang berdampak besar pada kinerja dan keberlangsungan bisnis. Kedua, keterampilan dan pengalaman yang dibutuhkan untuk menjadi CEO juga berbeda. Mereka membutuhkan keahlian manajemen, kepemimpinan, strategi bisnis, dan kemampuan pengambilan keputusan yang mumpuni.
Ketiga, sistem kompensasi CEO seringkali terikat pada kinerja perusahaan. Bonus dan insentif yang signifikan diberikan jika perusahaan mencapai target yang ambisius, membuat potensi pendapatan mereka jauh lebih tinggi. Keempat, negosiasi kontrak juga berperan penting. CEO dengan pengalaman dan track record yang luar biasa dapat menegosiasikan gaji yang sangat tinggi.
Kesenjangan Upah antara CEO dan Pekerja Tingkat Bawah
Perbedaan gaji antara CEO dan pekerja tingkat bawah di Indonesia sangat mencolok dan menciptakan kesenjangan yang cukup besar. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keadilan dan pemerataan pendapatan. Faktor-faktor seperti struktur upah yang tidak proporsional, rendahnya upah minimum, dan kurangnya perlindungan pekerja rentan ikut berkontribusi terhadap masalah ini. Akibatnya, terjadi polarisasi ekonomi yang signifikan, di mana sebagian kecil masyarakat menikmati kekayaan yang besar sementara sebagian besar hidup dengan pendapatan yang terbatas.
Implikasi Sosial Ekonomi Perbedaan Gaji
Kesenjangan upah yang lebar memiliki implikasi sosial ekonomi yang luas. Tingkat konsumsi masyarakat menjadi tidak merata, memperlebar jurang antara kelompok kaya dan miskin. Hal ini juga berdampak pada tingkat investasi, akses pendidikan dan kesehatan, serta stabilitas sosial. Perlu adanya kebijakan yang tepat untuk mengurangi kesenjangan ini, misalnya melalui peningkatan upah minimum, peningkatan perlindungan pekerja, dan promosi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Penting untuk menciptakan sistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan, di mana setiap individu memiliki kesempatan untuk meningkatkan taraf hidupnya.