Harga baju termahal di dunia memang selalu menarik perhatian. Bayangkan, sebuah pakaian bukan sekadar penutup tubuh, melainkan karya seni yang memadukan bahan-bahan eksklusif, teknik jahit rumit, dan sentuhan desainer ternama. Harga selangitnya mencerminkan kualitas, keunikan, dan prestise yang melekat. Dari benang sutra terhalus hingga taburan berlian, setiap detail berkisah tentang kemewahan dan sejarah panjang di baliknya. Mungkin Anda bertanya-tanya, apa yang membuat sebuah baju bisa bernilai jutaan, bahkan miliaran rupiah?
Mari kita telusuri dunia mode kelas atas ini dan menguak rahasia di balik harga fantastisnya.
Lebih dari sekadar pakaian, baju termahal merupakan investasi, simbol status, dan cerminan selera tinggi. Proses pembuatannya yang kompleks dan penggunaan bahan baku langka menjadi kunci utama. Tak hanya itu, nama desainer, keterbatasan jumlah produksi, dan nilai historis juga turut menentukan harganya. Artikel ini akan membahas berbagai faktor yang berkontribusi pada harga fantastis tersebut, mulai dari pemilihan bahan baku hingga strategi pemasaran yang cerdik.
Siap-siap tercengang dengan detail-detail yang membuat baju-baju ini begitu istimewa dan bernilai tinggi.
Merk Baju Termahal di Dunia: Harga Baju Termahal Di Dunia
Dunia fashion selalu diramaikan oleh pertarungan prestise dan eksklusivitas. Harga sebuah pakaian tak hanya ditentukan oleh kualitas bahan, tetapi juga oleh nama desainer, sejarah merek, dan bahkan cerita di balik pembuatannya. Merek-merek tertentu berhasil menempatkan diri di puncak, menawarkan pakaian dengan harga fantastis yang mencerminkan kemewahan dan kualitas tak tertandingi. Mari kita telusuri beberapa merek baju termahal di dunia, melihat lebih dekat apa yang membuat harganya selangit.
Daftar 10 Merk Baju Termahal dan Karakteristiknya
Berikut adalah sepuluh merek baju termahal di dunia, beserta negara asal, kisaran harga, bahan utama, dan karakteristik desain yang membedakannya. Data harga bersifat estimasi karena harga dapat bervariasi tergantung model dan detail lainnya. Perlu diingat, ini merupakan gambaran umum dan harga bisa berubah sewaktu-waktu.
| Merk | Negara Asal | Kisaran Harga (USD) | Bahan Utama |
|---|---|---|---|
| Kiton | Italia | 3.000 – 50.000+ | Kain sutra, kasmir, wol berkualitas tinggi |
| Brioni | Italia | 2.000 – 40.000+ | Wol superfine, sutra, kasmir |
| Tom Ford | Amerika Serikat | 1.000 – 20.000+ | Wol, sutra, katun berkualitas tinggi |
| Giorgio Armani | Italia | 1.000 – 15.000+ | Wol, sutra, linen |
| Hermès | Prancis | 500 – 10.000+ | Kasmir, sutra, kulit |
| Ralph Lauren Purple Label | Amerika Serikat | 500 – 5.000+ | Kasmir, wol, katun |
| Brunello Cucinelli | Italia | 1.000 – 10.000+ | Kasmir, wol, sutra |
| Versace | Italia | 500 – 5.000+ | Sutra, katun, wol |
| Gucci | Italia | 500 – 10.000+ | Beragam bahan berkualitas tinggi |
| Chanel | Prancis | 500 – 20.000+ | Beragam bahan berkualitas tinggi, termasuk tweed |
Karakteristik desain masing-masing merek bervariasi, mencerminkan filosofi dan target pasarnya. Kiton dikenal dengan jahitan tangan yang rumit dan detail yang sempurna, sementara Brioni menawarkan potongan yang sangat presisi dan modern. Tom Ford menggabungkan kemewahan dengan sentuhan modern yang berani, sedangkan Giorgio Armani dikenal dengan siluet yang elegan dan minimalis. Hermès, selain pakaian, terkenal dengan aksesoris ikoniknya, sementara Ralph Lauren Purple Label menawarkan gaya klasik Amerika yang abadi.
Brunello Cucinelli menekankan pada penggunaan bahan-bahan alami berkualitas tinggi dan proses produksi yang berkelanjutan. Versace terkenal dengan motif-motifnya yang berani dan glamor, Gucci dengan desainnya yang inovatif dan terkadang nyeleneh, dan Chanel dengan sentuhan klasik dan elegan yang tak lekang oleh waktu.
Bayangkan, harga baju termahal di dunia bisa mencapai miliaran rupiah! Nominal fantastis itu mungkin membuat kita berpikir ulang soal pengeluaran. Namun, berbicara soal keindahan, kita bisa eksplorasi kreativitas dengan sentuhan budaya, misalnya dengan mempelajari tutorial make up ala Papua yang kaya akan warna dan simbolisme. Teknik riasan unik ini, sebagaimana detail jahitan pada baju termahal, mencerminkan nilai seni dan keahlian tinggi.
Kembali ke baju termahal, harga selangitnya tak hanya soal kain, tapi juga sejarah, desainer, dan eksklusivitas yang melekat padanya.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Tinggi
Beberapa faktor kunci berkontribusi pada harga tinggi merek-merek ini. Bahan baku berkualitas tinggi merupakan faktor utama. Merek-merek ini sering menggunakan bahan-bahan eksklusif seperti kasmir Mongolia terbaik, sutra mulberry, dan wol merino superfine. Proses produksi yang rumit, seringkali melibatkan pengerjaan tangan yang detail dan memakan waktu lama, juga menambah biaya. Keahlian para penjahit dan desainer yang berpengalaman juga menjadi faktor penting.
Selain itu, faktor prestise merek, sejarah panjang, dan eksklusivitas juga turut berperan besar dalam menentukan harga. Terakhir, pemasaran dan distribusi yang tertarget pada segmen pasar mewah turut menentukan harga jual.
Tren Desain Terkini
Tren desain terkini dari merek-merek termahal ini cenderung berfokus pada kesederhanaan yang elegan, penggunaan bahan-bahan berkelanjutan, dan sentuhan personalisasi. Kita melihat perpaduan antara potongan klasik dengan detail modern yang inovatif. Penggunaan warna-warna netral dan tekstur yang kaya semakin diutamakan. Selain itu, peningkatan kesadaran akan keberlanjutan mendorong merek-merek ini untuk menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan memprioritaskan etika produksi.
Kustomisasi dan personalisasi juga semakin diminati, dengan banyak merek menawarkan layanan penjahitan khusus untuk memenuhi kebutuhan individual pelanggannya.
Bahan Baku Pakaian Termahal
Dunia fashion haute couture selalu dihiasi oleh kemewahan dan eksklusivitas, tak lepas dari bahan baku yang digunakan. Harga selangit sebuah gaun atau jas tak hanya ditentukan oleh desainernya yang ternama, tetapi juga oleh material super premium yang menjadi fondasinya. Bahan-bahan ini, selain langka, juga membutuhkan proses pembuatan yang rumit dan memakan waktu, sehingga menghasilkan tekstur dan kualitas yang tak tertandingi.
Bayangkan, harga baju termahal di dunia bisa mencapai miliaran rupiah! Nominal fantastis itu mungkin bisa membiayai beberapa kali makan di restoran mewah, misalnya, beberapa kali makan pizza di pizza hut jakarta pusat. Namun, selera fashion para miliarder memang tak terduga. Kemewahan sebuah pakaian jauh melampaui harga sepotong pizza, bahkan di restoran ternama sekalipun.
Harga selangit baju tersebut mencerminkan kualitas material eksklusif dan desain yang unik, sebuah investasi prestise yang tak ternilai harganya. Jadi, seberapa mahal pun pizza, tetap tak sebanding dengan harga baju termahal di dunia.
Mari kita telusuri lima bahan baku termahal yang sering menghiasi rancangan busana kelas dunia.
Lima Bahan Baku Pakaian Termahal dan Proses Pembuatannya
Kemewahan pakaian kelas atas tak hanya soal desain, tetapi juga kualitas materialnya. Proses pembuatannya pun sangat detail dan membutuhkan keahlian khusus. Berikut lima bahan baku termahal yang umum digunakan, beserta proses pembuatannya dan perbandingan kualitasnya.
- Vicuña: Serat wol terhalus dan termahal di dunia, berasal dari hewan vicuña yang hidup di Andes. Proses pengambilan seratnya dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, menghindari penyiksaan hewan. Pemintalan dan penenunannya membutuhkan keahlian tinggi untuk menghasilkan kain yang lembut, ringan, dan hangat. Teksturnya halus seperti sutra, dengan kilau yang lembut dan warna alami yang netral.
Bayangkan, harga baju termahal di dunia bisa mencapai ratusan juta rupiah! Angka fantastis itu mungkin terasa biasa bagi putri dari Bill Gates, jennifer katharine gates wikipedia , yang hidup dikelilingi kemewahan. Namun, berbeda dengan gaya hidup mewahnya, fokus pada harga baju termahal dunia tetap menarik perhatian, karena mencerminkan eksklusivitas dan nilai seni tinggi di balik setiap jahitannya.
Mungkin saja, sebuah gaun rancangan desainer ternama dengan material langka dan pengerjaan rumit, menyaingi kekayaan yang dimiliki putri taipan teknologi tersebut. Harga selangit itu pun menjadi bukti keahlian dan prestise yang melekat pada industri fesyen kelas atas.
- Kasmir: Wol lembut dari kambing Kasmir yang hidup di daerah pegunungan dingin. Proses pengambilan bulu dilakukan dengan menyisir, bukan mencukur, sehingga melindungi hewan. Proses pembuatan kain Kasmir melibatkan pemintalan yang teliti untuk menghasilkan tekstur yang halus dan lembut, serta mampu memberikan kehangatan maksimal. Warnanya cenderung netral dengan tekstur yang lembut dan sedikit berbulu.
- Sutra Tussah: Sutra liar yang diproduksi oleh ulat sutra yang hidup di alam liar, menghasilkan tekstur yang lebih kasar dan kuat dibandingkan sutra mori. Proses pembuatannya lebih alami dan ramah lingkungan, meskipun produksinya lebih sedikit. Teksturnya lebih kasar namun tetap lembut, dengan kilau yang lebih matte dan warna yang lebih natural.
- Pashmina: Sejenis wol Kasmir, namun berasal dari kambing Changthangi di wilayah Himalaya. Pashmina terkenal akan kelembutan dan kehangatannya yang luar biasa. Proses pembuatannya mirip dengan Kasmir, tetapi lebih rumit karena seratnya yang sangat halus. Teksturnya sangat lembut, hampir seperti sutra, dengan warna-warna alami yang lembut dan sedikit berkilau.
- Sutra Jepang: Sutra berkualitas tinggi dari Jepang, terkenal akan kilau dan kelembutannya. Proses pembuatannya sangat teliti dan membutuhkan waktu yang lama, menghasilkan kain yang halus dan berkilau. Teksturnya sangat halus dan lembut, dengan kilau yang mengagumkan dan warna-warna yang kaya dan beragam.
Perbandingan Kualitas dan Ketahanan Lima Bahan Baku
Kelima bahan baku ini memiliki kualitas dan ketahanan yang berbeda. Vicuña dan Pashmina dikenal paling lembut dan hangat, namun juga paling rentan terhadap kerusakan. Kasmir menawarkan keseimbangan antara kelembutan, kehangatan, dan ketahanan. Sutra Tussah lebih kuat dan tahan lama, sementara Sutra Jepang menawarkan kilau dan kelembutan yang luar biasa, namun perawatannya perlu lebih hati-hati.
Tekstur dan Tampilan Visual Bahan Baku, Harga baju termahal di dunia
Setiap bahan baku memiliki karakteristik visual dan tekstur yang unik. Vicuña memiliki tekstur yang sangat halus dan lembut, hampir seperti bulu halus, dengan kilau yang subtle. Kasmir sedikit lebih berbulu, namun tetap lembut dan hangat. Sutra Tussah memiliki tekstur yang lebih kasar dan bertekstur, dengan kilau yang matte. Pashmina sangat halus dan lembut, mirip dengan sutra, dengan sedikit kilau.
Bayangkan, harga baju termahal di dunia bisa mencapai miliaran rupiah! Angka fantastis itu tentu melibatkan proses produksi dan distribusi yang rumit. Jika Anda berencana berbisnis garmen dan menghadapi kendala pengiriman, mengetahui cara membuat surat risent pabrik sangat penting untuk kelancaran operasional. Surat risent yang baik bisa membantu meminimalisir kerugian, sehingga keuntungan penjualan baju-baju mewah tersebut tetap optimal.
Memang, memahami seluk-beluk bisnis, termasuk administrasi seperti surat menyurat, sama pentingnya dengan mengetahui harga fantastis yang melekat pada setiap helai kain baju termahal di dunia.
Sutra Jepang sangat halus dan berkilau, dengan tekstur yang licin dan lembut.
Dampak Lingkungan Penggunaan Bahan Baku
Penggunaan bahan baku mewah ini memiliki dampak lingkungan yang perlu diperhatikan. Pengambilan Vicuña dan Kasmir yang dilakukan secara berkelanjutan mengurangi dampak negatif terhadap populasi hewan dan habitatnya. Namun, produksi sutra, baik Tussah maupun Jepang, melibatkan pemeliharaan ulat sutra yang perlu dipertimbangkan dari segi dampak lingkungannya. Penggunaan bahan baku ini secara bijak dan berkelanjutan sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Desain dan Kerajinan
Harga fantastis yang melekat pada baju termahal di dunia bukan sekadar angka; ia adalah cerminan dari proses kreatif dan keahlian tangan yang luar biasa. Dari pemilihan bahan baku terlangka hingga detail jahitan yang rumit, setiap elemen berkontribusi pada nilai estetika dan investasi yang tak ternilai. Mari kita telusuri lebih dalam elemen desain dan kerajinan yang membedakan baju-baju ini dari pakaian biasa.
Bayangkan, harga baju termahal di dunia bisa mencapai miliaran rupiah! Nominal fantastis itu tentu jauh di atas jangkauan kebanyakan orang. Namun, bagi ibu rumah tangga yang ingin menambah penghasilan, mencari pekerjaan sampingan ibu rumah tangga bisa jadi solusi. Dengan penghasilan tambahan, mungkin suatu hari nanti impian memiliki busana mewah seharga miliaran rupiah bukan lagi hal yang mustahil.
Intinya, kesempatan untuk meraih impian, semegah apapun, selalu ada. Dan, harga baju termahal di dunia tetap menjadi inspirasi untuk terus berjuang dan berinovasi dalam mencari penghasilan tambahan.
Kemewahan tak hanya terpancar dari bahannya, melainkan juga dari dedikasi dan presisi setiap langkah pembuatannya. Perbedaan mencolok antara baju kelas atas dan yang biasa terletak pada detail-detail kecil yang mungkin luput dari mata awam, namun justru menjadi kunci utama nilai jualnya. Teknik jahit, pemilihan material, dan sentuhan tangan seorang pengrajin berpengalaman menciptakan karya seni yang abadi, bukan sekadar busana.
Teknik Jahit Tangan vs. Mesin
Perbedaan mendasar antara baju termahal dan baju biasa terletak pada teknik penjahitannya. Baju-baju kelas atas seringkali dijahit tangan, sebuah proses yang membutuhkan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari, untuk menyelesaikan satu potong pakaian. Ketelitian dan presisi yang dihasilkan oleh jahitan tangan menghasilkan kualitas yang tak tertandingi oleh mesin jahit, meskipun mesin jahit modern telah mencapai tingkat presisi yang tinggi. Jahitan tangan menawarkan tekstur dan detail yang lebih halus, menciptakan kesan eksklusif dan mewah yang tak bisa ditiru oleh mesin.
Jahitan tangan memungkinkan penyesuaian yang lebih presisi dan fleksibel, sehingga desainer dapat menciptakan detail yang rumit dan unik. Sementara mesin jahit lebih efisien untuk produksi massal, namun kerap kali kurang mampu menghasilkan detail yang rumit dan personalisasi tinggi yang menjadi ciri khas baju-baju termahal. Kehalusan dan ketepatan jahitan tangan menciptakan suatu nilai seni yang meningkatkan nilai jual baju secara signifikan.
Detail Desain yang Meningkatkan Nilai Jual
- Bordir tangan dengan benang emas atau perak berkualitas tinggi.
- Sulaman rumit dengan motif unik dan detail yang halus.
- Aplikasi permata berharga seperti berlian, safir, atau zamrud.
- Penggunaan kain sutra atau brokat dengan kualitas terbaik dan motif eksklusif.
- Pemanfaatan teknik-teknik tradisional seperti ikat celup atau tenun songket yang rumit.
- Detail aksesori yang unik dan berkualitas tinggi, seperti kancing dari bahan mulia atau ritsleting berlapis emas.
Pengaruh Sejarah dan Budaya
Desain baju termahal seringkali terinspirasi oleh sejarah dan budaya tertentu. Motif-motif tradisional, teknik pembuatan kain kuno, atau siluet khas dari era tertentu dapat meningkatkan nilai historis dan artistik sebuah pakaian. Penggunaan bahan-bahan tradisional yang langka dan proses pembuatan yang diwariskan turun-temurun menambah nilai autentikasi dan eksklusivitas pada baju tersebut. Misalnya, penggunaan kain tenun ikat dari Indonesia atau kimono sutra dari Jepang pada desain baju modern akan menambah nilai seni dan budaya yang tinggi.
“Detail adalah jiwa dari sebuah karya. Setiap jahitan, setiap aplikasi, harus berbicara tentang kemewahan dan keunikan. Itulah yang membedakan baju biasa dengan baju yang tak ternilai harganya.”
(Contoh kutipan desainer fiktif)
Faktor Lain yang Mempengaruhi Harga Baju

Harga baju, khususnya yang mencapai jutaan bahkan miliaran rupiah, tak hanya ditentukan oleh kualitas bahan dan keunikan desain. Ada sejumlah faktor lain yang berperan signifikan, membentuk persepsi nilai dan daya tarik sebuah pakaian di mata konsumen. Faktor-faktor ini menciptakan aura eksklusivitas dan prestise yang berdampak langsung pada harga jual. Mari kita telusuri lebih dalam faktor-faktor tersebut.
Merek ternama, keterbatasan produksi, dan bahkan sentuhan selebriti, semuanya berperan dalam menentukan harga akhir sebuah busana. Memahami dinamika ini penting bagi kita untuk mengapresiasi proses kreatif dan bisnis di balik setiap item fesyen mewah.
Faktor-Faktor Penentu Harga Selain Bahan dan Desain
Selain kualitas bahan dan desain yang inovatif, beberapa faktor lain secara signifikan memengaruhi harga jual sebuah pakaian. Faktor-faktor ini saling terkait dan berkontribusi pada persepsi nilai dan eksklusivitas produk.
| Faktor | Penjelasan | Contoh Merk | Pengaruh pada Harga |
|---|---|---|---|
| Brand Reputation | Nilai reputasi merek yang telah dibangun selama bertahun-tahun, mencerminkan kualitas, konsistensi, dan citra merek di mata konsumen. | Chanel, Hermes, Dior | Meningkatkan harga secara signifikan karena konsumen membayar untuk prestise dan kualitas yang dijamin. |
| Eksklusivitas | Keterbatasan aksesibilitas produk, baik karena jumlah produksi yang terbatas atau distribusi yang selektif. | Balmain, Versace | Menciptakan rasa langka dan berharga, mendorong permintaan dan harga yang lebih tinggi. |
| Limited Edition | Koleksi khusus dengan jumlah unit yang sangat terbatas, seringkali diproduksi untuk momen atau perayaan tertentu. | Louis Vuitton, Gucci | Meningkatkan nilai koleksi dan daya tarik bagi kolektor, sehingga harga jualnya jauh lebih tinggi. |
| Kerajinan Tangan (Handcrafted) | Proses pembuatan yang melibatkan keahlian tangan terampil, membutuhkan waktu dan ketelitian tinggi. | Beberapa desainer independen, rumah mode khusus | Menambah nilai seni dan keunikan produk, yang membenarkan harga jual yang premium. |
Contoh Kasus Baju dengan Harga Tinggi karena Eksklusivitas dan Keterbatasan Produksi
Contoh nyata adalah gaun-gaun rancangan haute couture dari rumah mode ternama seperti Elie Saab atau Zuhair Murad. Gaun-gaun ini seringkali dibuat secara limited edition, dengan detail sulaman tangan yang rumit dan bahan-bahan mewah. Keterbatasan jumlah produksi dan keunikan desainnya membuat harga jualnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Begitu pula dengan kolaborasi antara brand fesyen besar dengan seniman ternama. Koleksi yang dihasilkan biasanya sangat terbatas dan eksklusif, yang berdampak pada lonjakan harga jual. Keunikan desain dan cerita di balik kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam menentukan harga.
Dampak Peran Selebriti dan Influencer terhadap Harga Baju
Pengaruh selebriti dan influencer terhadap harga baju sangat signifikan. Ketika seorang selebriti terlihat mengenakan suatu item pakaian, permintaan akan item tersebut dapat meningkat drastis. Hal ini menciptakan efek “viral” dan meningkatkan persepsi nilai produk tersebut di mata konsumen. Fenomena ini seringkali disebut sebagai “selebriti effect” atau “influencer marketing”, yang secara langsung dapat meningkatkan harga jual sebuah pakaian.
Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Persepsi Nilai Produk Pakaian
Strategi pemasaran yang efektif dapat berperan penting dalam meningkatkan persepsi nilai suatu produk pakaian. Beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain adalah membangun brand storytelling yang kuat, menekankan keunikan dan kualitas produk melalui konten visual dan narasi yang menarik, serta memanfaatkan platform digital untuk menjangkau target pasar yang lebih luas. Kolaborasi dengan influencer yang tepat juga dapat menjadi strategi yang ampuh untuk meningkatkan visibilitas dan daya tarik produk.
Selain itu, menciptakan pengalaman eksklusif bagi konsumen, misalnya melalui layanan personalisasi atau event-event khusus, juga dapat meningkatkan persepsi nilai dan loyalitas merek. Transparansi dalam proses produksi dan penggunaan bahan-bahan berkelanjutan juga dapat menjadi nilai tambah yang dihargai oleh konsumen yang semakin peduli terhadap isu lingkungan dan etika bisnis.
Contoh Baju Termahal

Dunia fashion selalu diwarnai oleh karya-karya spektakuler yang harganya selangit. Lebih dari sekadar pakaian, beberapa baju termahal di dunia merupakan perpaduan seni, sejarah, dan kemewahan yang luar biasa. Keunikan desain, bahan baku eksklusif, dan nama besar desainer menjadi faktor penentu harga fantastis tersebut. Berikut ini beberapa contoh baju yang harganya mampu membuat kantong Anda menjerit.
Gaun “Nightingale of Kuala Lumpur”
Dibuat oleh seorang desainer ternama, gaun ini menampilkan keindahan sulaman tangan yang rumit dan detail yang luar biasa. Bayangkan, warna dasar hitam pekat dihiasi dengan ribuan butir kristal Swarovski yang berkilauan, menciptakan efek gemerlap bak langit malam. Bahannya terbuat dari sutra Italia berkualitas tinggi yang terasa lembut di kulit. Siluet gaun ini ramping dan elegan, membalut tubuh dengan sempurna, memperlihatkan lekuk tubuh secara halus.
Desainnya memadukan unsur modern dan tradisional, dengan detail bordir yang terinspirasi dari motif batik. Dibuat pada tahun 2023, gaun ini dihargai sekitar $2 juta USD atau setara dengan Rp 30 miliar (kurs Rp 15.000/USD).
Dress Diamond-Embroidered Gown
Kemewahan dan keanggunan terpancar dari gaun ini. Warna dasar putih gading yang lembut dipadukan dengan taburan berlian yang berkilauan. Bayangkan, ribuan berlian berkualitas tinggi disematkan dengan tangan secara meticulous, membentuk pola bunga yang rumit dan menawan. Bahannya adalah sutra Prancis yang terkenal dengan kelembutan dan kehalusannya. Siluet gaun ini longgar dan flowy, memberikan kesan anggun dan menawan.
Desainnya minimalis namun tetap elegan, cocok untuk acara-acara formal. Desainer ternama, membuatnya pada tahun 2022 dengan harga $1,5 juta USD atau sekitar Rp 22,5 miliar (kurs Rp 15.000/USD). Keunikannya terletak pada kerajinan tangan yang luar biasa dan penggunaan berlian berkualitas tinggi.
The “Golden Dream” Gown
Sesuai namanya, gaun ini memancarkan aura kemewahan yang luar biasa. Warna emas yang berkilauan mendominasi seluruh desain. Bahannya terbuat dari emas murni yang dianyam dengan teknik khusus, menciptakan tekstur yang unik dan mewah. Siluet gaun ini menyerupai gaun putri, dengan detail kerah tinggi dan rok yang mengembang. Desainnya terinspirasi dari era keemasan Hollywood, dengan sentuhan modern yang membuatnya tetap relevan.
Dibuat pada tahun 2018 oleh desainer terkenal, gaun ini dihargai $1 juta USD atau sekitar Rp 15 miliar (kurs Rp 15.000/USD). Keunikannya terletak pada penggunaan emas murni sebagai bahan utama dan teknik pembuatannya yang rumit dan membutuhkan keahlian tinggi.