Pengalaman jerawat dan sembuh adalah perjalanan panjang yang dialami banyak orang. Dari munculnya jerawat kecil yang mengganggu hingga perjuangan melawan bekas jerawat membandel, kisah ini penuh lika-liku. Mulai dari memahami jenis jerawat—komedo, papula, pustula, nodul, hingga kista—dan penyebabnya yang kompleks, seperti genetik, hormon, bakteri, hingga kebiasaan sehari-hari, perjuangan ini membutuhkan kesabaran dan pengetahuan yang tepat. Perawatan yang tepat, mulai dari membersihkan wajah hingga penggunaan produk perawatan yang sesuai, menjadi kunci utama.
Proses penyembuhan pun tak instan, memerlukan konsistensi dan ketelatenan. Namun, dengan pemahaman yang baik dan perawatan yang tepat, kulit sehat dan bebas jerawat dapat dicapai. Ini adalah sebuah cerita tentang harapan, ketekunan, dan kemenangan atas masalah kulit yang umum ini.
Perjalanan menuju kulit sehat dan bebas jerawat memang tidak mudah. Memahami akar masalah, baik dari faktor internal seperti hormon dan genetik, maupun eksternal seperti pola makan dan stres, sangat krusial. Menangani jerawat dengan cara yang tepat, bukan hanya sekadar menghilangkannya, tetapi juga mencegah kemunculannya kembali, membutuhkan pendekatan holistik. Artikel ini akan mengupas tuntas pengalaman mengatasi jerawat dan proses penyembuhannya, memberikan panduan praktis dan informasi komprehensif untuk membantu Anda meraih kulit yang selalu sehat dan bercahaya.
Jenis Jerawat dan Gejalanya
Perjalanan melawan jerawat memang tak selalu mudah. Mulai dari rasa percaya diri yang terganggu hingga pencarian solusi yang tak ada habisnya, perjuangan ini seringkali menjadi pengalaman yang menguras emosi. Memahami jenis jerawat dan gejalanya merupakan langkah pertama dan krusial dalam mengatasi masalah kulit ini. Dengan pengetahuan yang tepat, kita bisa menentukan strategi perawatan yang efektif dan terarah, menuju kulit wajah yang sehat dan bersih.
Pernah berjuang melawan jerawat membandel? Rasanya seperti naik roller coaster emosi, ya! Dari frustasi hingga lega saat akhirnya sembuh. Ingat, perjalanan menuju kulit sehat itu unik, seperti jumlah gerai Burger King di seluruh dunia yang ternyata sangat banyak, lho! Cari tahu lebih lanjut dengan mengunjungi how many burger king franchises are there. Sama seperti jumlah gerai tersebut yang tersebar luas, begitu pula solusi mengatasi jerawat; banyak pilihan yang bisa dicoba hingga menemukan yang tepat.
Kini, kulitku sudah jauh lebih bersih dan bersinar, sebuah kemenangan kecil setelah perjuangan panjang.
Berbagai jenis jerawat hadir dengan karakteristik yang berbeda, mempengaruhi cara kita menanganinya. Mulai dari komedo yang sering dianggap sepele hingga kista yang membutuhkan penanganan medis, pemahaman akan perbedaan ini sangat penting. Berikut uraian detailnya.
Pernah berjuang melawan jerawat membandel? Rasanya menyebalkan, ya? Untungnya, setelah mencoba berbagai perawatan, kulit saya akhirnya kembali sehat. Pengalaman itu menginspirasi saya untuk berpikir lebih dalam; bagaimana jika saya bisa menciptakan produk perawatan kulit yang ramah di kantong? Ide itu berlanjut pada eksplorasi peluang bisnis lain, seperti menjajal ide-ide ide bisnis kreatif makanan yang bisa saya kombinasikan dengan produk perawatan kulit.
Mungkin makanan sehat yang mendukung kesehatan kulit? Kini, selain kulit yang sehat, saya juga memiliki bisnis yang berkembang. Semua berawal dari pengalaman jerawat yang akhirnya membawa saya ke jalan yang tak terduga, tapi penuh kepuasan.
Klasifikasi Jenis Jerawat Berdasarkan Gejala dan Keparahannya
| Jenis Jerawat | Penampilan | Gejala Pendamping | Keparahan |
|---|---|---|---|
| Komedo (Blackhead/Whitehead) | Komedo hitam (terbuka) tampak sebagai bintik hitam kecil di permukaan kulit, sementara komedo putih (tertutup) tampak sebagai benjolan kecil berwarna putih kekuningan. | Kulit terasa kasar, mungkin sedikit nyeri saat disentuh. | Ringan |
| Papula | Benjolan kecil, merah, padat, dan meradang, biasanya tidak berisi nanah. | Rasa nyeri ringan hingga sedang saat disentuh, kemerahan lokal. | Ringan hingga Sedang |
| Pustula | Mirip papula, tetapi berisi nanah berwarna putih atau kekuningan di puncaknya. | Rasa nyeri, kemerahan, dan pembengkakan yang lebih terasa dibandingkan papula. Mungkin terasa panas. | Sedang |
| Nodul | Benjolan besar, keras, dan menyakitkan yang terletak jauh di bawah permukaan kulit. Tidak memiliki kepala putih atau kuning. | Nyeri yang signifikan, kemerahan, pembengkakan, dan kemungkinan meninggalkan bekas luka. | Sedang hingga Berat |
| Kista | Benjolan besar, lunak, dan berisi nanah yang terletak jauh di bawah permukaan kulit. Seringkali sangat nyeri dan dapat menyebabkan demam. | Nyeri hebat, kemerahan, pembengkakan, dan risiko tinggi meninggalkan bekas luka permanen. Bisa disertai demam. | Berat |
Ukuran jerawat bervariasi, dari titik kecil hingga benjolan sebesar kacang polong atau bahkan lebih besar untuk nodul dan kista. Warna berkisar dari merah muda hingga merah tua, bahkan keunguan untuk nodul dan kista yang parah. Teksturnya pun beragam, dari yang halus hingga kasar dan keras. Lokasi jerawat paling umum adalah wajah, dada, punggung, dan bahu.
Faktor Perparah Gejala Jerawat
Beberapa faktor dapat memperburuk gejala jerawat, tergantung jenisnya. Komedo, misalnya, dapat memburuk karena kurangnya kebersihan kulit dan penumpukan sel kulit mati. Papula dan pustula bisa diperparah oleh sentuhan tangan kotor, penggunaan produk perawatan kulit yang tidak tepat, atau perubahan hormonal. Sedangkan nodul dan kista seringkali membutuhkan penanganan medis karena potensi komplikasi dan keparahannya. Faktor-faktor seperti stres, pola makan yang tidak sehat, dan genetika juga berperan penting dalam perkembangan dan keparahan jerawat.
Perbedaan Keparahan Jerawat
Jerawat ringan ditandai dengan munculnya beberapa komedo, papula, atau pustula. Jerawat sedang ditandai dengan lebih banyak lesi, kemungkinan termasuk pustula dan papula yang lebih besar dan meradang. Jerawat berat dicirikan oleh banyak lesi inflamasi, termasuk nodul dan kista yang menyakitkan, dan berpotensi meninggalkan bekas luka. Perawatan yang tepat sangat penting untuk mencegah jerawat ringan menjadi lebih parah.
Penyebab Jerawat: Pengalaman Jerawat Dan Sembuh
Jerawat, musuh bebuyutan kulit wajah yang satu ini, memang seringkali menjadi momok bagi banyak orang. Munculnya jerawat tak hanya mengganggu penampilan, tapi juga bisa menurunkan rasa percaya diri. Memahami penyebabnya adalah langkah pertama dan krusial dalam melawan jerawat dan mendapatkan kulit wajah yang sehat dan bersih. Faktor penyebab jerawat beragam, mulai dari faktor internal tubuh hingga kebiasaan sehari-hari yang mungkin tak disadari.
Pernah berjuang melawan jerawat membandel? Rasanya menyebalkan, ya? Untungnya, setelah mencoba berbagai perawatan, kulitku akhirnya kembali sehat. Nah, saat proses penyembuhan itu, aku malah menemukan hobi baru: membuat kue! Ternyata, green tea untuk kue memberikan rasa yang unik dan menenangkan, mirip seperti ketenangan setelah jerawatku sembuh. Aroma teh hijau yang lembut itu bahkan membantu meredakan stres, yang katanya bisa memicu munculnya jerawat.
Jadi, setelah perjalanan panjang melawan jerawat, aku menemukan kesenangan baru yang tak terduga, dan tentunya kulitku sekarang jauh lebih sehat dan bersinar.
Mari kita telusuri lebih dalam berbagai faktor penyebab jerawat tersebut.
Perlu diingat, timbulnya jerawat seringkali merupakan kombinasi beberapa faktor, bukan hanya satu faktor tunggal. Jadi, menangani jerawat secara efektif membutuhkan pendekatan holistik yang mempertimbangkan semua kemungkinan penyebabnya.
Pernah berjuang melawan jerawat membandel? Rasanya menyebalkan, ya? Saya sendiri dulu mengalami hal serupa, sampai akhirnya menemukan perawatan yang tepat. Ingat masa-masa itu, seringkali saya butuh me time dengan secangkir kopi untuk menenangkan diri. Ngomong-ngomong soal kopi, tahukah kamu tentang ekspansi bisnis pt fore coffee indonesia yang pesat?
Kembali ke cerita jerawat, setelah perawatan intensif dan menjaga pola hidup sehat, kulit saya kini jauh lebih bersih dan cerah. Perjuangan melawan jerawat memang berat, tapi hasilnya sungguh memuaskan!
Faktor Genetik, Pengalaman jerawat dan sembuh
Predisposisi genetik memainkan peran penting dalam menentukan kerentanan seseorang terhadap jerawat. Jika orang tua atau anggota keluarga memiliki riwayat jerawat yang signifikan, kemungkinan besar Anda juga akan lebih rentan terhadapnya. Gen tertentu dapat memengaruhi produksi sebum, proses peradangan, dan respon kulit terhadap bakteri, sehingga meningkatkan risiko timbulnya jerawat. Riset genetik terus berkembang untuk mengidentifikasi gen-gen spesifik yang terkait dengan jerawat, membuka jalan bagi pengembangan perawatan yang lebih tertarget di masa depan.
Pengaruh Hormon
Fluktuasi hormon, terutama androgen seperti testosteron, merupakan pemicu utama jerawat. Androgen menstimulasi kelenjar sebasea untuk memproduksi lebih banyak sebum, minyak alami kulit yang dapat menyumbat pori-pori. Peningkatan produksi sebum ini sangat terlihat pada masa pubertas, ketika kadar hormon androgen meningkat secara signifikan. Pada wanita, fluktuasi hormon selama siklus menstruasi juga dapat memicu munculnya jerawat, khususnya menjelang menstruasi.
Pernah berjuang melawan jerawat membandel? Rasanya seperti naik roller coaster emosi, ya! Untungnya, setelah mencoba berbagai cara, kulitku akhirnya kembali sehat. Prosesnya panjang, sepanjang mencari modal awal untuk bisnis sampingan. Eh, ngomong-ngomong modal, ternyata menjalankan bisnis pesan antar sembako lumayan menguntungkan, lho! Bayangkan, keuntungannya bisa kupakai untuk membeli skincare berkualitas yang membantu proses penyembuhan jerawatku.
Kini, kulit bersih dan bisnis lancar, sebuah kombinasi keberuntungan yang tak terduga setelah melewati masa-masa sulit melawan jerawat. Semua usaha akhirnya terbayar!
Perubahan hormonal akibat kehamilan atau penggunaan kontrasepsi hormonal juga dapat memengaruhi produksi sebum dan menyebabkan timbulnya jerawat.
Peran Bakteri Cutibacterium acnes
Bakteri Cutibacterium acnes (sebelumnya dikenal sebagai Propionibacterium acnes) hidup secara alami di kulit. Namun, dalam kondisi tertentu, bakteri ini dapat memicu peradangan dan pembentukan jerawat. Ketika pori-pori tersumbat oleh sebum dan sel kulit mati, bakteri Cutibacterium acnes akan berkembang biak dan melepaskan enzim yang merangsang reaksi inflamasi, mengakibatkan munculnya jerawat meradang seperti papula, pustula, atau nodul.
Kebiasaan Sehari-hari yang Memicu Jerawat
Beberapa kebiasaan sehari-hari dapat memperburuk atau bahkan memicu munculnya jerawat. Berikut beberapa contohnya:
- Kurang membersihkan wajah: Sisa makeup, kotoran, dan sel kulit mati yang menumpuk di wajah dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat.
- Penggunaan kosmetik tertentu: Kosmetik komedoganik (yang menyumbat pori-pori) dapat memperparah jerawat. Pilihlah produk kosmetik yang berlabel “non-comedogenic” atau “oil-free”.
- Stres: Stres dapat meningkatkan produksi hormon kortisol, yang dapat memicu peningkatan produksi sebum dan peradangan, sehingga memperburuk jerawat.
- Sering menyentuh wajah: Tangan kita seringkali membawa bakteri dan kotoran yang dapat berpindah ke wajah dan memicu jerawat. Hindari menyentuh wajah terlalu sering.
Pengaruh Pola Makan terhadap Jerawat
Meskipun hubungan antara pola makan dan jerawat masih terus diteliti, beberapa studi menunjukkan bahwa pola makan tertentu dapat memengaruhi kondisi kulit. Makanan dengan indeks glikemik tinggi (GI) seperti gula dan makanan olahan dapat meningkatkan kadar gula darah dan insulin, yang dapat memicu peradangan dan memperburuk jerawat. Beberapa penelitian juga menunjukkan hubungan antara konsumsi produk susu dan peningkatan risiko jerawat.
Namun, perlu diingat bahwa penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mengkonfirmasi hubungan sebab-akibat yang pasti antara pola makan dan jerawat.
Perawatan Jerawat

Perjuangan melawan jerawat memang tak mudah. Mulai dari munculnya bintik merah kecil hingga jerawat batu yang membandel, perjalanan menuju kulit wajah bersih dan sehat membutuhkan kesabaran dan perawatan yang tepat. Ingat, konsistensi adalah kunci. Tidak ada solusi instan, tapi dengan langkah-langkah yang tepat dan produk yang sesuai, Anda bisa mengendalikan jerawat dan mengembalikan kepercayaan diri.
Langkah Perawatan Jerawat Harian
Perawatan jerawat yang efektif berawal dari rutinitas harian yang konsisten. Langkah-langkah ini membantu membersihkan pori-pori, mengurangi peradangan, dan mencegah munculnya jerawat baru. Kebersihan dan kesabaran adalah kunci utama dalam proses ini. Jangan terburu-buru untuk melihat hasilnya secara instan. Konsistensilah yang akan membuahkan hasil.
- Pembersihan Wajah: Gunakan pembersih wajah yang lembut dan sesuai dengan jenis kulit Anda, dua kali sehari (pagi dan malam). Hindari produk yang terlalu keras atau mengandung alkohol tinggi yang dapat membuat kulit kering dan iritasi, justru memicu munculnya jerawat lebih banyak.
- Penggunaan Toner (Opsional): Toner dapat membantu menyeimbangkan pH kulit dan mengangkat sisa kotoran yang belum terangkat oleh pembersih wajah. Pilih toner yang bebas alkohol dan berbahan dasar alami.
- Penggunaan Serum (Opsional): Serum yang mengandung bahan aktif seperti asam salisilat, benzoyl peroxide, atau niacinamide dapat membantu mengatasi jerawat. Oleskan serum tipis-tipis setelah toner.
- Pelembap: Meskipun Anda memiliki kulit berjerawat, pelembap tetap penting untuk menjaga kelembapan kulit. Pilih pelembap yang ringan dan non-comedogenic (tidak menyumbat pori-pori).
- Sunscreen: Lindungi kulit Anda dari sinar matahari dengan menggunakan tabir surya minimal SPF 30 setiap hari, bahkan di dalam ruangan. Sinar matahari dapat memperburuk peradangan jerawat.
Proses Penyembuhan Jerawat
Jerawat, musuh bebuyutan kulit wajah yang satu ini, memang bisa sangat mengganggu. Munculnya jerawat tak hanya merusak penampilan, tapi juga bisa menurunkan kepercayaan diri. Namun, proses penyembuhan jerawat itu sendiri bervariasi, tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Memahami tahapan ini, dari awal munculnya hingga bekasnya memudar, akan membantu kita merawat kulit dengan lebih efektif dan bijak.
Mari kita telusuri perjalanan kulit kita menuju kesembuhan.
Tahapan Penyembuhan Jerawat Berbagai Jenis
Proses penyembuhan jerawat tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Jerawat ringan seperti komedo (whiteheads dan blackheads) umumnya sembuh dalam beberapa hari hingga beberapa minggu dengan perawatan sederhana. Sementara itu, jerawat inflamasi seperti papula, pustula, nodul, dan kista membutuhkan waktu lebih lama, bahkan bisa mencapai beberapa bulan, dan terkadang memerlukan perawatan medis. Perbedaan waktu penyembuhan ini disebabkan oleh tingkat peradangan dan kedalaman infeksi pada kulit.
Jerawat kistik, misalnya, memerlukan waktu lebih lama karena melibatkan peradangan yang lebih dalam dan pembentukan jaringan parut yang lebih signifikan.
Tips Mempercepat Penyembuhan Jerawat Secara Alami dan Aman
Perawatan yang tepat sangat krusial untuk mempercepat penyembuhan jerawat. Hindari memencet atau menggaruk jerawat, karena ini dapat memperburuk peradangan dan meningkatkan risiko pembentukan bekas luka. Membersihkan wajah secara teratur dengan pembersih lembut, menjaga kelembapan kulit, dan menghindari produk perawatan kulit yang komedogenik (penyumbat pori) adalah langkah-langkah penting. Beberapa bahan alami, seperti lidah buaya dan tea tree oil, dipercaya dapat membantu mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan.
Namun, selalu lakukan uji coba pada area kulit kecil terlebih dahulu sebelum mengaplikasikannya ke seluruh wajah. Konsultasi dengan dokter kulit juga sangat disarankan, terutama untuk jerawat yang parah atau yang tidak kunjung sembuh.
Tanda-Tanda Jerawat Sembuh Sepenuhnya
Jerawat dianggap sembuh sepenuhnya ketika peradangan mereda, benjolan mengempis, dan kulit kembali ke warna dan teksturnya semula. Tidak ada lagi rasa sakit atau nyeri di area yang sebelumnya mengalami jerawat. Bekas jerawat, jika ada, akan memudar secara bertahap seiring waktu. Proses ini bisa memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan jerawat sebelumnya, serta perawatan yang dilakukan.
Kecepatan penyembuhan juga dipengaruhi oleh faktor genetik dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Ilustrasi Deskriptif Proses Penyembuhan Jerawat
Bayangkan proses penyembuhan jerawat seperti sebuah drama dalam tiga babak. Babak pertama, peradangan dimulai. Kulit memerah, bengkak, dan terasa sakit. Pori-pori tersumbat oleh sebum dan sel kulit mati, memicu reaksi imun yang menyebabkan peradangan. Babak kedua, peradangan mencapai puncaknya.
Jerawat mungkin membentuk kepala putih atau kuning (pustula). Pada tahap ini, penting untuk menghindari sentuhan agar tidak memperparah infeksi. Babak ketiga, regenerasi kulit. Peradangan mulai mereda, benjolan mengempis, dan kulit mulai memperbaiki dirinya sendiri. Warna kulit kembali normal, dan bekas jerawat perlahan memudar, meninggalkan kulit yang lebih sehat dan bersih.
Proses ini diiringi oleh produksi kolagen baru yang membantu memperbaiki jaringan kulit yang rusak.
Pencegahan Jerawat
Pernah merasakan perjuangan melawan jerawat yang membandel? Setelah berhasil menaklukkannya, langkah selanjutnya adalah pencegahan. Bukan sekadar menghindari munculnya jerawat baru, tapi juga menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh. Dengan memahami faktor-faktor penyebab dan menerapkan strategi tepat, kulit wajah bebas jerawat bukan lagi sekadar mimpi. Mari kita bahas langkah-langkah efektif untuk mencegah jerawat muncul kembali dan menjaga kulit tetap sehat berseri.
Menjaga kulit bebas jerawat memerlukan komitmen dan konsistensi. Ini bukan hanya soal perawatan topikal, tapi juga gaya hidup sehat yang terintegrasi. Pola makan, manajemen stres, dan kebersihan merupakan pilar utama dalam mencegah jerawat. Dengan pendekatan holistik ini, Anda dapat membangun pertahanan yang kuat melawan jerawat dan menikmati kulit wajah yang sehat dan cerah.
Tips Pencegahan Jerawat
Berikut beberapa tips praktis dan efektif untuk mencegah munculnya jerawat, dipadukan dengan penjelasan detail, frekuensi penerapan, dan manfaatnya. Konsistensi adalah kunci utama untuk hasil optimal. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kulit jika Anda memiliki kekhawatiran khusus atau kondisi kulit yang unik.
| Tips Pencegahan | Penjelasan Detail | Frekuensi Penerapan | Manfaat |
|---|---|---|---|
| Membersihkan Wajah Secara Rutin | Gunakan pembersih wajah yang lembut dan sesuai jenis kulit, minimal dua kali sehari (pagi dan malam) untuk mengangkat kotoran, minyak berlebih, dan sisa makeup. Hindari menggosok wajah terlalu keras. | 2 kali sehari | Mencegah pori-pori tersumbat, mengurangi risiko munculnya jerawat, dan menjaga kulit tetap bersih dan sehat. |
| Menggunakan Pelembap | Pilih pelembap yang ringan dan non-komedogenik (tidak menyumbat pori-pori) untuk menjaga kelembapan kulit. Kulit yang kering cenderung memproduksi lebih banyak minyak, sehingga meningkatkan risiko jerawat. | 2 kali sehari | Menjaga kelembapan kulit, mencegah produksi minyak berlebih, dan menjaga keseimbangan kulit. |
| Menjaga Pola Makan Sehat | Konsumsi makanan kaya antioksidan, seperti buah dan sayur, serta batasi makanan olahan, makanan tinggi gula, dan produk susu. Makanan tertentu dapat memicu peradangan dan memperburuk jerawat. | Setiap hari | Meningkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan, mengurangi peradangan, dan memperbaiki tekstur kulit. |
| Kelola Stres | Stres dapat memicu peningkatan hormon kortisol yang dapat memperburuk jerawat. Praktikkan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau menghabiskan waktu di alam. | Rutin, sesuai kebutuhan | Mengurangi hormon stres, meningkatkan kesehatan mental, dan mengurangi risiko munculnya jerawat. |
Pentingnya Pola Hidup Sehat dan Keseimbangan Hormon
Menjaga pola hidup sehat merupakan kunci utama dalam pencegahan jerawat. Nutrisi yang tepat dan istirahat cukup akan membantu menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh. Hormon yang tidak seimbang dapat memicu produksi minyak berlebih dan peradangan, yang menjadi faktor utama penyebab jerawat. Konsumsi makanan bergizi, seperti buah-buahan, sayuran, dan protein tanpa lemak, serta hindari makanan olahan, makanan cepat saji, dan minuman manis.
Tidur yang cukup (7-8 jam per malam) juga sangat penting untuk regenerasi sel kulit dan menjaga keseimbangan hormon.
Strategi Manajemen Stres Efektif
Stres merupakan faktor pemicu utama munculnya jerawat. Hormon stres, seperti kortisol, dapat meningkatkan produksi minyak dan memperburuk peradangan. Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres secara efektif. Beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain: olahraga teratur, meditasi, yoga, menghabiskan waktu di alam, mendengarkan musik relaksasi, atau melakukan hobi yang menyenangkan. Temukan cara yang paling efektif bagi Anda untuk mengurangi stres dan menjaga keseimbangan emosional.
Contoh Makanan Baik dan Buruk untuk Kulit Berjerawat
Makanan yang kita konsumsi memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan kulit. Beberapa makanan dapat memperburuk jerawat, sementara yang lain dapat membantu mencegahnya. Berikut beberapa contohnya:
Makanan Baik: Sayuran hijau (bayam, kangkung), buah-buahan kaya antioksidan (blueberry, stroberi), ikan salmon (kaya omega-3), kacang-kacangan (kaya zinc).
Makanan Buruk: Makanan olahan, makanan cepat saji, makanan tinggi gula (permen, soda), produk susu (dapat memicu peradangan pada sebagian orang).