Krakatau Steel, perusahaan baja terbesar di Indonesia, memimpin industri yang vital bagi pembangunan negeri. Dari gedung pencakar langit hingga infrastruktur jalan raya, baja menjadi tulang punggung kemajuan. Perjalanan Krakatau Steel, dari masa penjajahan hingga menjadi raksasa industri, mencerminkan dinamika ekonomi Indonesia. Persaingan ketat dengan pemain-pemain besar lainnya seperti Gunung Raja Paksi dan beberapa perusahaan lainnya, membentuk lanskap industri yang dinamis dan penuh tantangan.
Namun, di balik persaingan itu, tercipta inovasi dan efisiensi yang menggerakkan roda perekonomian. Pertumbuhan industri baja Indonesia tidak lepas dari kebijakan pemerintah dan tren pasar global, menciptakan peluang sekaligus tantangan yang harus dihadapi.
Industri baja merupakan sektor strategis yang berperan krusial dalam pembangunan nasional. Keberadaan perusahaan baja besar di Indonesia tak hanya memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga membuka lapangan kerja yang luas. Keberhasilan perusahaan-perusahaan ini tak lepas dari strategi bisnis yang tepat, inovasi teknologi, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan pasar. Analisis mendalam terhadap faktor-faktor keberhasilan ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana industri baja Indonesia dapat terus berkembang dan bersaing di kancah global.
Selain itu, tantangan dan peluang di masa depan, seperti perkembangan teknologi dan isu keberlanjutan, juga perlu diperhatikan untuk memastikan industri baja Indonesia tetap tangguh dan berdaya saing.
Profil Perusahaan Baja Terbesar di Indonesia

Industri baja di Indonesia merupakan sektor vital yang berperan krusial dalam pembangunan infrastruktur dan perekonomian negara. Perusahaan-perusahaan baja besar menjadi tulang punggung kemajuan ini, bersaing ketat dalam memproduksi material berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor. Memahami profil dan strategi bisnis mereka memberikan wawasan berharga tentang dinamika industri ini.
Lima Perusahaan Baja Terbesar di Indonesia Berdasarkan Kapasitas Produksi
Berikut adalah daftar lima perusahaan baja terbesar di Indonesia, berdasarkan perkiraan kapasitas produksi. Perlu dicatat bahwa data kapasitas produksi dapat berubah seiring waktu dan investasi perusahaan. Data ini merupakan gambaran umum dan perlu verifikasi lebih lanjut dari sumber resmi.
Indonesia, negeri dengan industri baja yang kokoh, didominasi oleh perusahaan-perusahaan besar. Memilih nama yang tepat untuk perusahaan sekelas itu penting, bayangkan saja sebuah perusahaan baja raksasa membutuhkan nama yang mencerminkan kekuatan dan keanggunan. Cari inspirasi nama yang aesthetic dan powerful bisa banget di nama pt yang aesthetic untuk menciptakan citra merek yang kuat.
Kembali ke perusahaan baja terbesar di Indonesia, persaingan di sektor ini memang ketat, menuntut strategi dan inovasi yang mumpuni.
- Krakatau Steel: Produsen baja terintegrasi terbesar di Indonesia, dengan sejarah panjang dan portofolio produk yang luas.
- PT Gunung Raja Paksi Tbk: Perusahaan baja swasta nasional yang memiliki kapasitas produksi signifikan dan berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik.
- PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (SPII): Spesialis dalam produksi pipa baja, memberikan kontribusi besar bagi proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.
- Citra Tubindo: Perusahaan yang fokus pada produksi pipa baja dan produk turunannya, mendukung berbagai sektor industri di Indonesia.
- Bumi Resources Minerals Tbk: Berfokus pada pertambangan nikel dan bijih besi, bahan baku utama dalam produksi baja, sehingga memiliki peran penting dalam rantai pasok industri baja.
Analisis Pasar Baja di Indonesia
.jpg?w=700)
Industri baja Indonesia, pilar penting perekonomian nasional, mengalami dinamika yang menarik dalam beberapa tahun terakhir. Permintaan yang fluktuatif, persaingan bisnis yang ketat, dan kebijakan pemerintah yang senantiasa berubah membentuk lanskap pasar yang kompleks. Memahami tren pasar ini krusial bagi pelaku industri, investor, dan pengambil kebijakan. Berikut analisis mendalam mengenai pasar baja Indonesia yang akan memberikan gambaran lengkap tentang perkembangannya.
Sebagai tulang punggung industri konstruksi, perusahaan baja terbesar di Indonesia memainkan peran krusial. Kolaborasi antar perusahaan raksasa ini seringkali melibatkan kesepakatan besar, dan untuk memastikan berjalannya proyek secara legal dan terukur, sebuah surat perjanjian kerja sama yang terstruktur menjadi sangat penting. Dokumen ini menjamin kejelasan bagi semua pihak yang terlibat, mencakup semua aspek kerja sama, dari pengadaan bahan baku hingga pendistribusian produk baja tersebut.
Dengan demikian, perusahaan baja terbesar di Indonesia dapat terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional dengan manajemen yang efisien dan transparan.
Tren Pasar Baja dalam Lima Tahun Terakhir
Lima tahun terakhir mencatat pertumbuhan pasar baja Indonesia yang cukup dinamis. Permintaan dipengaruhi oleh sektor konstruksi, otomotif, dan manufaktur. Periode awal menunjukkan peningkatan signifikan seiring dengan proyek infrastruktur pemerintah. Namun, pandemi COVID-19 memberikan pukulan telak, menyebabkan penurunan permintaan yang cukup drastis. Setelah periode tersebut, pemulihan terjadi secara bertahap, didorong oleh proyek-proyek strategis nasional dan peningkatan aktivitas di sektor swasta.
Secara umum, pasar menunjukkan tren yang cenderung positif, meskipun masih rentan terhadap faktor-faktor eksternal seperti harga komoditas global dan kondisi ekonomi makro.
Persaingan Antar Perusahaan Baja Terbesar di Indonesia
Persaingan di industri baja Indonesia sangat kompetitif. Beberapa pemain besar berlomba untuk menguasai pangsa pasar. Strategi yang diterapkan beragam, mulai dari ekspansi kapasitas produksi, inovasi produk, hingga pengembangan jaringan distribusi. Integrasi vertikal, di mana perusahaan mengendalikan seluruh rantai pasokan, menjadi strategi kunci bagi beberapa perusahaan untuk mempertahankan keunggulan kompetitif. Perusahaan-perusahaan ini juga berfokus pada efisiensi biaya dan inovasi teknologi untuk tetap relevan di tengah persaingan yang ketat.
Hal ini menciptakan dinamika pasar yang menarik dan mendorong inovasi di industri ini.
Dampak Kebijakan Pemerintah terhadap Industri Baja
Kebijakan pemerintah memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan industri baja. Kebijakan terkait bea masuk impor, subsidi, dan regulasi lingkungan berpengaruh signifikan terhadap daya saing perusahaan dalam negeri. Misalnya, kebijakan proteksionis dapat melindungi produsen lokal dari persaingan impor, namun juga berpotensi meningkatkan harga bagi konsumen. Di sisi lain, kebijakan yang mendorong efisiensi energi dan ramah lingkungan dapat meningkatkan biaya produksi, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global.
Oleh karena itu, keseimbangan antara perlindungan industri dalam negeri dan kepentingan konsumen menjadi tantangan bagi pemerintah.
Perbandingan Harga Baja Tiga Perusahaan Berbeda (Satu Tahun Terakhir)
Membandingkan harga baja antar perusahaan selama satu tahun terakhir membutuhkan data spesifik dari masing-masing perusahaan. Namun, secara umum, fluktuasi harga dipengaruhi oleh harga bahan baku, biaya energi, dan permintaan pasar. Sebagai ilustrasi, misalkan Perusahaan A, B, dan C menjual baja jenis tertentu. Perusahaan A mungkin memiliki harga yang sedikit lebih tinggi karena kualitas produk yang lebih unggul, sementara Perusahaan B menawarkan harga yang lebih kompetitif dengan mengutamakan volume penjualan.
Indonesia, negeri dengan raksasa baja seperti Krakatau Steel, memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Namun, jangan salah, kesuksesan tak selalu butuh modal besar. Bagi Anda yang tertarik memulai bisnis sendiri, cek saja berbagai inspirasi ide usaha modal kecil yang bisa dijajal. Mungkin, salah satu ide tersebut bisa berkolaborasi dengan industri baja, memberikan peluang usaha baru yang menjanjikan di sekitar perusahaan baja terbesar di Indonesia.
Bayangkan, potensi pasarnya sangat besar!
Perusahaan C, sebagai pemain baru, mungkin menerapkan strategi penetrasi pasar dengan harga yang lebih rendah. Fluktuasi harga ini biasanya mengikuti tren harga bahan baku global dan kondisi ekonomi makro.
| Bulan | Perusahaan A (Rp/kg) | Perusahaan B (Rp/kg) | Perusahaan C (Rp/kg) |
|---|---|---|---|
| Januari | 12.000 | 11.500 | 11.000 |
| Februari | 12.200 | 11.700 | 10.800 |
| Maret | 12.500 | 12.000 | 11.200 |
| April | 12.300 | 11.800 | 11.000 |
Tren Permintaan Baja di Indonesia (10 Tahun Terakhir)
Grafik tren permintaan baja selama 10 tahun terakhir akan menunjukkan pola pertumbuhan yang tidak linier. Secara umum, terlihat peningkatan permintaan yang signifikan, terutama pada periode sebelum pandemi. Namun, terdapat penurunan tajam pada tahun pandemi, kemudian diikuti pemulihan yang bertahap. Grafik tersebut akan memperlihatkan puncak dan lembah yang mencerminkan siklus ekonomi dan proyek-proyek infrastruktur besar.
Secara visual, grafik akan menampilkan garis yang naik secara umum, tetapi dengan fluktuasi yang cukup signifikan di beberapa titik waktu. Periode pertumbuhan ekonomi yang kuat ditandai dengan peningkatan tajam pada kurva permintaan, sementara periode resesi atau penurunan ekonomi akan menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Secara keseluruhan, grafik tersebut akan menunjukkan tren permintaan baja yang positif, meskipun dengan volatilitas yang perlu diperhatikan.
Krakatau Steel, perusahaan baja terbesar di Indonesia, memiliki peran krusial dalam pembangunan infrastruktur nasional. Namun, tahukah kamu bahwa kesuksesan finansial tak hanya terbatas pada sektor industri berat? Banyak peluang untuk meningkatkan pendapatan, misalnya dengan mempelajari berbagai strategi cara mendapatkan uang dari internet , yang bisa dipadukan dengan pengetahuan tentang industri baja untuk analisis pasar, misalnya.
Memahami tren digital ini penting, karena perkembangan Krakatau Steel juga dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dan akses informasi terkini. Dengan begitu, kita bisa melihat potensi pertumbuhan perusahaan baja terbesar di Indonesia dari berbagai perspektif.
Teknologi dan Inovasi di Industri Baja Indonesia
Industri baja Indonesia, sebagai tulang punggung pembangunan infrastruktur dan industri manufaktur, tak bisa lepas dari peran teknologi dan inovasi. Perusahaan baja terbesar di negeri ini terus berlomba-lomba meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan melalui penerapan teknologi mutakhir. Perjalanan menuju industri baja yang modern dan ramah lingkungan ini diiringi tantangan dan peluang yang sama besarnya. Mari kita telusuri lebih dalam bagaimana teknologi membentuk wajah industri baja Indonesia saat ini dan masa depan.
Teknologi Terbaru di Industri Baja Indonesia
Perusahaan baja terbesar di Indonesia telah mengadopsi berbagai teknologi canggih untuk meningkatkan kualitas produk dan efisiensi operasional. Teknologi ini meliputi otomatisasi proses produksi, penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pengontrolan kualitas, dan pemanfaatan big data untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat. Bayangkan, proses peleburan baja yang dulunya sangat bergantung pada tenaga manusia, kini telah terotomatisasi dengan presisi tinggi, meminimalisir kesalahan dan meningkatkan output.
Krakatau Steel, perusahaan baja terbesar di Indonesia, tentu saja membutuhkan jalur distribusi yang efisien. Bayangkan skala operasinya; logistik menjadi kunci keberhasilannya. Nah, untuk memahami lebih dalam tentang jaringan distribusi maritim yang mungkin mereka gunakan, sangat menarik untuk melihat daftar pemilik kapal di Indonesia , karena kemungkinan besar beberapa di antaranya bekerja sama dengan Krakatau Steel.
Memahami siapa saja pemilik kapal-kapal tersebut memberikan gambaran lebih jelas tentang kompleksitas rantai pasok industri baja nasional dan bagaimana Krakatau Steel mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar.
Sistem sensor canggih memantau setiap tahapan proses, mendeteksi anomali dan memastikan kualitas baja terjaga konsisten. Penggunaan AI juga membantu memprediksi kebutuhan bahan baku dan mengoptimalkan jadwal produksi, mengurangi pemborosan dan meningkatkan profitabilitas.
Tantangan dan Peluang Adopsi Teknologi Baru, Perusahaan baja terbesar di indonesia
Adopsi teknologi baru di industri baja bukan tanpa tantangan. Investasi awal yang besar, kebutuhan tenaga kerja terampil, dan adaptasi budaya perusahaan menjadi kendala yang perlu diatasi. Namun, peluang yang ditawarkan juga sangat besar. Otomatisasi, misalnya, dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan dan mengurangi biaya operasional. Penggunaan teknologi ramah lingkungan juga membuka peluang untuk meningkatkan citra perusahaan dan memenuhi standar keberlanjutan global.
Industri baja yang bertransformasi digital akan mampu bersaing di pasar internasional dan memenuhi permintaan pasar yang semakin kompleks.
Upaya Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas
Berbagai strategi diterapkan perusahaan baja untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Selain otomatisasi, optimasi rantai pasokan juga menjadi fokus utama. Penggunaan sistem manajemen inventaris yang terintegrasi, misalnya, memungkinkan perusahaan untuk meminimalisir pemborosan bahan baku dan mengurangi waktu tunggu pengiriman. Program pelatihan dan pengembangan karyawan juga menjadi kunci untuk memastikan tenaga kerja memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk mengoperasikan teknologi baru.
Dengan sumber daya manusia yang terampil dan teknologi yang canggih, perusahaan baja dapat mencapai efisiensi dan produktivitas yang optimal.
Inovasi Ramah Lingkungan di Industri Baja
- Penggunaan energi terbarukan: Beberapa perusahaan baja telah mulai berinvestasi dalam energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin, untuk mengurangi emisi karbon dari proses produksi.
- Pengolahan limbah yang lebih efisien: Teknologi pengolahan limbah yang inovatif diterapkan untuk mengurangi dampak lingkungan dari proses produksi baja. Contohnya, daur ulang limbah baja dan pemanfaatan kembali bahan baku.
- Pengembangan baja ramah lingkungan: Penelitian dan pengembangan terus dilakukan untuk menciptakan baja dengan kandungan karbon yang lebih rendah dan proses produksi yang lebih ramah lingkungan.
Pernyataan Pakar Mengenai Masa Depan Teknologi di Industri Baja Indonesia
“Masa depan industri baja Indonesia terletak pada inovasi dan adopsi teknologi. Integrasi teknologi digital, energi terbarukan, dan ekonomi sirkular akan menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan industri baja yang berkelanjutan dan kompetitif di kancah global.”
[Nama Pakar dan Jabatannya]
Dampak Perusahaan Baja Terhadap Ekonomi Indonesia

Industri baja, pilar penting pembangunan infrastruktur dan perekonomian Indonesia, memiliki peran krusial yang tak terbantahkan. Dari gedung pencakar langit hingga jembatan terpanjang, baja menjadi tulang punggung kemajuan negeri. Namun, dampaknya meluas jauh melampaui konstruksi, mengalir ke berbagai sektor dan memengaruhi kesejahteraan jutaan rakyat Indonesia. Mari kita telusuri bagaimana industri baja berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Kontribusi Perusahaan Baja terhadap PDB Indonesia
Perusahaan baja nasional berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Meskipun angka pastinya fluktuatif dan memerlukan kajian mendalam dari data BPS dan kementerian terkait, peran mereka dalam rantai pasok berbagai industri, mulai dari otomotif hingga konstruksi, mengarahkan pada peningkatan PDB secara keseluruhan. Sebagai gambaran, peningkatan produksi baja seringkali beriringan dengan pertumbuhan ekonomi, menunjukkan korelasi positif yang cukup kuat.
Misalnya, peningkatan permintaan baja di sektor konstruksi akibat proyek infrastruktur pemerintah secara langsung berdampak pada pertumbuhan PDB.
Dampak Perusahaan Baja terhadap Lapangan Kerja di Indonesia
Industri baja merupakan penyedia lapangan kerja yang besar di Indonesia. Ribuan orang bekerja langsung di pabrik baja, mulai dari tenaga terampil hingga buruh. Lebih jauh lagi, dampaknya bercabang ke sektor pendukung seperti transportasi, pertambangan, dan logistik. Industri hilir yang menggunakan baja sebagai bahan baku juga menciptakan lapangan kerja tambahan. Dengan demikian, perusahaan baja berperan vital dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peran Perusahaan Baja dalam Pembangunan Infrastruktur di Indonesia
Baja merupakan bahan utama dalam pembangunan infrastruktur modern. Dari jalan tol hingga bendungan raksasa, baja memastikan kekuatan dan daya tahan bangunan. Proyek-proyek infrastruktur berskala besar, seperti pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dan berbagai proyek strategis nasional, sangat bergantung pada pasokan baja yang memadai. Ketersediaan baja yang berkualitas dan memadai menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Hubungan Kinerja Perusahaan Baja dengan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Kinerja perusahaan baja memiliki korelasi erat dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi yang pesat umumnya diiringi dengan peningkatan permintaan baja, sebaliknya, perlambatan ekonomi dapat menyebabkan penurunan permintaan. Indikator seperti produksi baja, ekspor baja, dan harga baja dapat menjadi barometer kesehatan ekonomi nasional. Misalnya, penurunan tajam produksi baja bisa menjadi sinyal peringatan akan adanya perlambatan ekonomi.
Kontribusi Perusahaan Baja terhadap Beberapa Sektor Ekonomi Penting di Indonesia
| Sektor | Kontribusi | Contoh | Dampak |
|---|---|---|---|
| Konstruksi | Bahan baku utama bangunan | Gedung pencakar langit, jembatan, jalan tol | Meningkatkan kualitas infrastruktur |
| Otomotif | Bahan baku pembuatan kendaraan | Bodi mobil, rangka motor | Mendukung industri otomotif dalam negeri |
| Energi | Pipa transmisi, turbin | Pembangkit listrik, kilang minyak | Menunjang ketahanan energi nasional |
| Perkapalan | Bahan baku pembuatan kapal | Kapal tanker, kapal kargo | Meningkatkan daya saing sektor maritim |
Tantangan dan Peluang di Masa Depan Industri Baja Indonesia: Perusahaan Baja Terbesar Di Indonesia
Industri baja Indonesia, sebagai tulang punggung pembangunan infrastruktur dan industri manufaktur, tengah berada di persimpangan jalan. Pertumbuhan ekonomi yang fluktuatif, persaingan global yang ketat, dan perubahan iklim menghadirkan tantangan besar. Namun, di sisi lain, peluang untuk ekspansi dan peningkatan daya saing juga terbuka lebar. Memahami tantangan dan memanfaatkan peluang ini menjadi kunci keberhasilan bagi perusahaan baja nasional untuk mencapai potensi maksimalnya, bahkan bersaing di kancah internasional.
Tantangan yang Dihadapi Perusahaan Baja Indonesia
Perusahaan baja di Indonesia menghadapi berbagai tantangan kompleks. Bukan hanya soal harga bahan baku yang fluktuatif, tapi juga persaingan produk impor yang seringkali lebih murah dan berdampak pada penurunan harga jual produk lokal. Regulasi yang belum sepenuhnya optimal juga menjadi kendala, ditambah lagi dengan perubahan tren global menuju baja ramah lingkungan yang menuntut inovasi dan investasi teknologi baru.
Keterbatasan infrastruktur pendukung, seperti akses ke pelabuhan dan transportasi, juga menambah beban operasional.
Peluang Pertumbuhan bagi Perusahaan Baja Indonesia
Meskipun dihadapkan pada tantangan, industri baja Indonesia menyimpan potensi pertumbuhan yang signifikan. Proyek infrastruktur pemerintah yang masif, seperti pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, menjadi penggerak utama permintaan baja. Meningkatnya kebutuhan baja di sektor konstruksi, otomotif, dan manufaktur lainnya juga menciptakan peluang pasar yang luas. Ekspor baja ke negara-negara ASEAN dan Asia lainnya juga menjadi target yang menjanjikan, terutama jika kualitas dan daya saing produk dapat ditingkatkan.
Strategi Menghadapi Tantangan dan Meraih Peluang
Untuk menghadapi tantangan dan meraih peluang, perusahaan baja Indonesia perlu mengadopsi strategi yang komprehensif. Diversifikasi produk, peningkatan efisiensi produksi, dan inovasi teknologi menjadi kunci utama. Investasi dalam riset dan pengembangan (R&D) untuk menciptakan produk baja berkualitas tinggi dan ramah lingkungan sangat penting. Penguasaan teknologi canggih, seperti teknologi pemrosesan baja yang hemat energi, juga menjadi keunggulan kompetitif. Kolaborasi dengan lembaga riset dan perguruan tinggi serta menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan global juga perlu dipertimbangkan.
Potensi Perusahaan Baja Indonesia Menjadi Pemain Global
Dengan sumber daya alam yang melimpah dan pasar domestik yang besar, perusahaan baja Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pemain global. Namun, hal ini membutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Peningkatan kualitas produk, pengembangan merek, dan penetrasi pasar internasional menjadi langkah krusial. Membangun reputasi sebagai produsen baja berkualitas tinggi dan terpercaya di pasar global akan menjadi kunci keberhasilan.
Contohnya, dengan fokus pada inovasi dan ekspor produk-produk baja khusus ( specialty steel) yang memiliki nilai tambah tinggi, Indonesia bisa bersaing dengan produsen baja dari negara-negara maju.
Rekomendasi untuk Pemerintah dalam Mendukung Pertumbuhan Industri Baja Indonesia
- Penyederhanaan regulasi dan birokrasi untuk mempermudah investasi dan operasional perusahaan baja.
- Peningkatan infrastruktur pendukung, seperti pelabuhan dan transportasi, untuk menurunkan biaya logistik.
- Pemberian insentif fiskal dan non-fiskal untuk mendorong inovasi dan investasi teknologi ramah lingkungan.
- Pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang industri baja melalui pelatihan dan pendidikan vokasi.
- Peningkatan akses pembiayaan bagi perusahaan baja, khususnya untuk pengembangan teknologi dan ekspansi usaha.
- Perlindungan industri baja dalam negeri dari produk impor yang tidak sehat melalui penerapan bea masuk yang tepat.
- Penguatan kerjasama internasional untuk membuka akses pasar ekspor bagi produk baja Indonesia.