Usaha Pertanian yang Menjanjikan di Indonesia

Aurora June 12, 2025

Usaha pertanian yang menjanjikan menjadi primadona baru, bukan sekadar lahan subur dan tangan petani yang cekatan, tapi juga inovasi teknologi yang mampu mendongkrak hasil panen dan menjangkau pasar luas. Dari pertanian organik yang semakin diminati hingga budidaya hidroponik yang efisien, peluang emas tersebar di berbagai sektor. Tantangannya? Memanfaatkan teknologi tepat guna, membangun strategi pemasaran jitu, dan mengelola keuangan dengan bijak.

Sukses di bidang ini membutuhkan kerja keras, inovasi, dan keberanian untuk menghadapi perubahan zaman. Persiapan matang dan riset pasar yang mendalam adalah kunci utama untuk meraih keuntungan maksimal dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Mari kita telusuri potensi besar yang terbentang di depan mata ini.

Pertanian modern telah bertransformasi, meninggalkan bayangan tradisional menuju era digital. Teknologi informasi memudahkan akses pasar dan informasi terkini, sementara sistem irigasi tetes dan drone meningkatkan efisiensi. Pertanian vertikal menawarkan solusi untuk lahan terbatas, sedangkan sensor pintar memaksimalkan proses panen. Namun, sukses tidak hanya bergantung pada teknologi. Branding yang kuat, manajemen keuangan yang terencana, dan hubungan baik dengan konsumen dan distributor menjadi kunci keberhasilan.

Membangun usaha pertanian yang menjanjikan membutuhkan perencanaan yang matang, pengelolaan risiko yang efektif, dan adaptasi terhadap perubahan pasar yang dinamis. Peluang besar menanti, asalkan kita siap berinovasi dan bekerja keras.

Tren Pertanian Masa Kini

Pertanian di Indonesia tengah mengalami transformasi besar. Bukan sekadar ladang dan sawah, sektor ini kini diramaikan oleh teknologi canggih dan inovasi bisnis yang menarik minat generasi muda. Permintaan pasar yang dinamis mendorong lahirnya tren pertanian baru, menjanjikan keuntungan bagi para pelaku usaha yang jeli melihat peluang. Mari kita telusuri tren-tren menjanjikan tersebut dan beberapa komoditas unggulan yang siap meroket.

Pertanian organik, misalnya, kini tengah naik daun. Prospeknya cerah, menawarkan keuntungan berlipat bagi para pelaku usaha. Memilih jenis komoditas yang tepat menjadi kunci utama kesuksesan, sama halnya dengan memperhatikan daya tahan produk. Tahukah Anda, misalnya, donat JCO bertahan berapa lama ? Ketahanan produk, baik itu donat maupun hasil pertanian, memang penting untuk manajemen bisnis yang efektif.

Dengan strategi pemasaran yang tepat, usaha pertanian organik pun dapat meraih profitabilitas yang tinggi, selayaknya bisnis kuliner populer.

Komoditas Pertanian dengan Permintaan Meningkat

Beberapa komoditas pertanian di Indonesia mengalami peningkatan permintaan yang signifikan, didorong oleh faktor demografi, perubahan gaya hidup, dan kesadaran akan kesehatan. Sayuran organik, buah-buahan premium, serta rempah-rempah dengan nilai tambah tinggi menjadi contoh nyata. Meningkatnya kelas menengah dan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang turut mendorong permintaan akan produk pertanian berkualitas. Hal ini menciptakan peluang emas bagi petani untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan.

Contohnya, permintaan akan buah naga organik yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan buah naga konvensional terus meningkat. Hal ini sejalan dengan tren hidup sehat yang semakin digandrungi masyarakat.

Pertanian organik, misalnya, kini menjadi primadona. Potensinya besar, mengingat kesadaran konsumen akan makanan sehat semakin meningkat. Nah, untuk mempromosikan produk pertanian organik Anda, bagaimana jika Anda menyelenggarakan sebuah event? Butuh bantuan merancang proposalnya? Lihat saja contohnya di sini: contoh surat penawaran jasa event organizer untuk mendapatkan gambaran strategi pemasaran yang efektif.

Dengan event yang terorganisir dengan baik, usaha pertanian Anda bisa semakin dikenal dan berkembang pesat, menciptakan peluang bisnis yang lebih luas di masa depan. Pastikan branding produk pertanian Anda kuat agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Perbandingan Tiga Komoditas Pertanian Unggulan

Berikut perbandingan tiga komoditas pertanian unggulan berdasarkan potensi keuntungan dan risiko:

KomoditasPotensi KeuntunganResikoStrategi Pemasaran
Sayuran HidroponikTinggi, harga jual relatif tinggi, permintaan konsistenInvestasi awal cukup besar, butuh keahlian khusus, rentan hama dan penyakit tertentuPasar modern (supermarket, restoran), penjualan online, kerjasama dengan penyedia layanan katering
Buah Naga OrganikTinggi, permintaan meningkat pesat, harga jual tinggiButuh waktu panen yang relatif lama, ketergantungan pada cuaca, persaingan mulai ketatBranding kuat yang menekankan aspek organik, kerjasama dengan toko buah premium, ekspor ke pasar internasional
Rempah-rempah PremiumTinggi, permintaan dari industri makanan dan minuman, potensi ekspor besarProses budidaya yang intensif, membutuhkan pengetahuan khusus, fluktuasi harga pasarPengembangan produk turunan (teh rempah, bumbu instan), kerjasama dengan industri pengolahan makanan, promosi melalui media sosial dan pameran

Strategi Pemasaran Komoditas Pertanian

Strategi pemasaran yang tepat sangat krusial untuk keberhasilan usaha pertanian. Membangun merek (branding) yang kuat, memanfaatkan platform digital untuk menjangkau konsumen, dan membangun jaringan distribusi yang efisien merupakan kunci utama. Contohnya, penggunaan media sosial seperti Instagram dan TikTok dapat menjadi sarana efektif untuk menampilkan produk dan berinteraksi langsung dengan konsumen. Kerjasama dengan petani lain dan membentuk koperasi juga dapat meningkatkan daya saing dan efisiensi pemasaran.

Penting juga untuk memahami tren pasar dan menyesuaikan strategi pemasaran sesuai dengan permintaan konsumen.

Pertanian organik, hidroponik, dan vertikultur kini menjadi primadona, menawarkan potensi keuntungan besar. Namun, bagi Anda yang butuh pemasukan cepat, mengetahui cara cepat cari uang bisa menjadi solusi sementara sambil membangun bisnis pertanian jangka panjang. Setelah modal terkumpul, fokus kembali pada pengembangan usaha pertanian yang menjanjikan ini akan memberikan hasil yang lebih berkelanjutan dan menguntungkan.

Dengan strategi tepat, bisnis pertanian bukan hanya sekadar penghasilan, tetapi juga investasi masa depan yang cerah.

Tantangan dan Peluang Adopsi Teknologi Pertanian Modern

Adopsi teknologi pertanian modern seperti sistem irigasi tetes, sensor monitoring, dan penggunaan drone menawarkan peluang besar untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Namun, tantangannya adalah biaya investasi yang cukup tinggi, keterbatasan akses terhadap teknologi dan pelatihan, serta kurangnya infrastruktur pendukung. Pemerintah dan sektor swasta memiliki peran penting dalam menyediakan akses teknologi, pelatihan, dan pendanaan bagi petani. Subsidi dan insentif dapat mendorong adopsi teknologi secara lebih luas.

Contoh nyata adalah program pemerintah yang menyediakan pelatihan dan bantuan teknis bagi petani untuk mengadopsi teknologi pertanian modern. Dengan dukungan yang tepat, teknologi pertanian modern dapat menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Usaha Pertanian Berbasis Teknologi: Usaha Pertanian Yang Menjanjikan

Usaha Pertanian yang Menjanjikan di Indonesia

Revolusi teknologi telah mengubah wajah pertanian modern. Bukan lagi sekadar pekerjaan keras manual, kini bertani berpadu dengan inovasi digital, menjanjikan efisiensi, produktivitas, dan keuntungan yang lebih besar. Dari ladang hingga meja makan, teknologi berperan signifikan dalam memastikan pasokan pangan yang berkelanjutan. Mari kita telusuri bagaimana teknologi tepat guna merombak sektor pertanian dan membuka peluang emas bagi para petani.

Penerapan Teknologi Tepat Guna dalam Pertanian

Teknologi tepat guna di sektor pertanian berfokus pada solusi yang terjangkau, mudah diadopsi, dan berdampak signifikan bagi peningkatan produktivitas. Hal ini mencakup penggunaan teknologi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan petani lokal, bukan hanya mengandalkan teknologi canggih yang mahal dan rumit. Implementasi teknologi ini berdampak positif terhadap peningkatan kualitas hasil panen, efisiensi penggunaan sumber daya, dan juga pengurangan risiko kerugian.

Pertanian organik, misalnya, kini jadi primadona. Tingginya permintaan akan produk sehat membuka peluang usaha yang sangat menjanjikan. Ingin terjun ke bisnis ini? Ketahui dulu langkah-langkahnya dengan membaca panduan lengkap tentang cara membuka bisnis sendiri agar usaha pertanian Anda sukses besar. Perencanaan matang, mulai dari pemilihan komoditas hingga strategi pemasaran, sangat krusial untuk memastikan keberlanjutan usaha pertanian yang Anda rintis.

Pastikan juga Anda memiliki modal yang cukup dan memahami seluk-beluk bisnis pertanian untuk meminimalisir risiko kerugian. Dengan begitu, cita-cita memiliki usaha pertanian yang menguntungkan dapat terwujud.

Aspek Pemasaran dan Distribusi

Membangun bisnis pertanian yang sukses tak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga strategi pemasaran dan distribusi yang tepat sasaran. Era digital saat ini menuntut pendekatan inovatif untuk menjangkau konsumen modern yang semakin cerdas dan melek informasi. Keberhasilan memasarkan produk pertanian, khususnya produk organik, bergantung pada pemahaman mendalam akan kebutuhan pasar dan kemampuan beradaptasi dengan tren terkini.

Berikut beberapa strategi kunci yang perlu diperhatikan.

Strategi Pemasaran Produk Pertanian

Pemasaran produk pertanian membutuhkan pendekatan holistik yang menggabungkan strategi online dan offline. Pemanfaatan media sosial, misalnya, sangat efektif untuk membangun brand awareness dan berinteraksi langsung dengan konsumen. Selain itu, partisipasi dalam pameran pertanian dan pasar tradisional tetap menjadi saluran distribusi yang penting, terutama untuk produk-produk lokal yang mengandalkan hubungan personal dengan konsumen. Strategi konten marketing yang menarik, seperti video tutorial pengolahan bahan pangan atau resep masakan yang unik, juga dapat meningkatkan daya tarik produk.

Jangan lupakan pentingnya membangun kepercayaan melalui transparansi proses produksi dan sertifikasi organik. Kredibilitas adalah kunci utama dalam memenangkan hati konsumen.

Strategi Branding Produk Pertanian Organik

Branding yang kuat mampu membedakan produk pertanian organik dari produk konvensional. Pilih nama brand yang mudah diingat, unik, dan mencerminkan nilai-nilai yang diusung, seperti kealamian, kesegaran, dan kualitas tinggi. Desain kemasan yang menarik dan informatif juga krusial. Kemasan harus mampu menyampaikan pesan tentang keunggulan produk secara visual, mulai dari komposisi bahan hingga proses budidaya yang ramah lingkungan.

Sertifikasi organik menjadi bukti nyata komitmen terhadap kualitas dan keberlanjutan. Jangan ragu untuk berinvestasi dalam fotografi dan videografi berkualitas tinggi untuk menampilkan produk secara menarik di berbagai platform digital. Konsistensi dalam menyampaikan pesan brand di seluruh saluran pemasaran juga sangat penting.

Model Bisnis Inovatif untuk Distribusi Hasil Panen, Usaha pertanian yang menjanjikan

Model bisnis inovatif mampu mengatasi tantangan distribusi hasil panen yang seringkali tidak efisien. Sistem pre-order, misalnya, dapat membantu petani memprediksi permintaan dan meminimalkan potensi kerugian akibat kelebihan stok. Kerja sama dengan koperasi atau kelompok tani memungkinkan pengadaan dan distribusi yang lebih terorganisir. Platform e-commerce dan agregator produk pertanian juga dapat memperluas jangkauan pasar dan memudahkan akses bagi konsumen.

Pengembangan sistem logistik yang terintegrasi, mulai dari penyimpanan hingga pengiriman, juga penting untuk menjaga kualitas produk dan meminimalkan biaya. Model bisnis berbasis subscription box juga bisa menjadi pilihan menarik, terutama untuk produk-produk yang memiliki siklus panen yang teratur.

Pertanian organik, misalnya, kini tengah naik daun. Prospeknya cerah, menjanjikan keuntungan besar bagi para pelaku usaha. Namun, untuk mengelola bisnis pertanian yang berkembang pesat, aspek legalitas sangat penting, termasuk menetapkan kontrak kerja yang jelas bagi para karyawan. Simak contohnya di sini: contoh kontrak kerja perusahaan , agar bisnis pertanian Anda berjalan lancar dan terhindar dari masalah hukum.

Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan yang profesional, usaha pertanian Anda akan semakin berjaya dan menghasilkan panen melimpah.

Saluran Distribusi untuk Menjangkau Konsumen Modern

Konsumen modern memiliki akses yang mudah terhadap informasi dan berbagai pilihan produk. Oleh karena itu, strategi distribusi harus mampu menjangkau mereka melalui berbagai saluran, baik online maupun offline. Selain pasar tradisional dan pameran pertanian, manfaatkan platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak. Kerja sama dengan supermarket dan toko bahan makanan organik juga perlu dipertimbangkan. Pengembangan website atau aplikasi mobile khusus untuk penjualan produk juga dapat meningkatkan jangkauan pasar dan memberikan pengalaman belanja yang lebih personal.

Jangan lupa untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan layanan pelanggan.

Membangun hubungan yang kuat dengan konsumen dan distributor merupakan kunci keberhasilan jangka panjang dalam bisnis pertanian. Kepercayaan dan transparansi adalah pondasi utama dalam membangun hubungan tersebut. Komunikasi yang efektif dan responsif terhadap feedback konsumen sangat penting untuk menjaga loyalitas dan membangun reputasi yang baik. Hubungan yang harmonis dengan distributor menjamin kelancaran distribusi dan akses ke pasar yang lebih luas.

Perencanaan dan Manajemen Usaha Pertanian

Pdf bplans

Memulai usaha pertanian, khususnya skala kecil, membutuhkan perencanaan matang dan manajemen yang efektif. Keberhasilan usaha ini tak hanya bergantung pada kualitas lahan dan bibit, tetapi juga pada kemampuan Anda dalam merancang strategi bisnis, mengelola keuangan, dan mengendalikan risiko. Tanpa perencanaan yang tepat, usaha pertanian Anda berpotensi mengalami kerugian finansial dan bahkan kegagalan total. Mari kita bahas langkah-langkah kunci dalam merencanakan dan mengelola usaha pertanian Anda agar sukses dan berkelanjutan.

Rencana Bisnis Sederhana untuk Usaha Pertanian Skala Kecil

Sebuah rencana bisnis, walau sederhana, sangat krusial. Dokumen ini menjadi peta jalan Anda, mengarahkan langkah-langkah operasional, menentukan target, dan membantu dalam pengambilan keputusan. Rencana bisnis yang baik mencakup deskripsi usaha, analisis pasar, strategi pemasaran, proyeksi keuangan, dan rencana operasional. Sebagai contoh, rencana bisnis untuk usaha pertanian sayuran organik skala kecil mungkin mencakup detail mengenai jenis sayuran yang akan ditanam, target pasar (misalnya, restoran organik atau pasar petani lokal), strategi pemasaran (misalnya, media sosial dan kerja sama dengan toko bahan makanan sehat), dan proyeksi pendapatan dan pengeluaran selama satu tahun ke depan.

Dengan adanya rencana bisnis, Anda akan lebih siap menghadapi tantangan dan peluang yang muncul.

Pengelolaan Keuangan Usaha Pertanian

Mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran adalah kunci keberhasilan. Buatlah sistem pencatatan keuangan yang sederhana, misalnya menggunakan buku kas atau aplikasi manajemen keuangan sederhana. Pisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi untuk menghindari kebingungan dan memudahkan dalam menganalisis profitabilitas usaha. Contohnya, catat secara rinci biaya bibit, pupuk, pestisida, tenaga kerja, biaya transportasi, dan lain-lain. Lakukan analisis rutin untuk melihat arus kas, mengidentifikasi biaya yang dapat ditekan, dan mengukur profitabilitas usaha Anda.

Dengan demikian, Anda dapat mengambil langkah-langkah tepat untuk menjaga kesehatan finansial usaha.

Perencanaan Produksi dan Pengendalian Hama Penyakit

Perencanaan produksi yang matang sangat penting untuk memaksimalkan hasil panen. Tentukan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan dan iklim, perkirakan jumlah produksi, dan tentukan jadwal tanam dan panen. Selain itu, pengendalian hama dan penyakit merupakan hal krusial untuk mencegah kerugian hasil panen. Penting untuk melakukan pencegahan dini dengan menerapkan teknik pertanian berkelanjutan, misalnya menggunakan pupuk organik dan melakukan rotasi tanaman.

Jika terjadi serangan hama atau penyakit, segera lakukan tindakan pengendalian yang tepat dan efektif, misalnya dengan menggunakan pestisida organik atau metode pengendalian hayati. Keberhasilan panen sangat bergantung pada kemampuan Anda mengelola dan mencegah serangan hama penyakit.

Sumber Daya yang Dibutuhkan untuk Memulai Usaha Pertanian

Memulai usaha pertanian membutuhkan berbagai sumber daya, baik berupa sumber daya manusia, modal, maupun sarana dan prasarana. Sumber daya manusia meliputi tenaga kerja untuk mengolah lahan, menanam, merawat, dan memanen tanaman. Modal dibutuhkan untuk membeli lahan, bibit, pupuk, pestisida, alat pertanian, dan lain-lain. Sarana dan prasarana meliputi lahan pertanian, sistem irigasi, gudang penyimpanan, dan alat transportasi.

Perencanaan yang matang mengenai kebutuhan sumber daya ini akan menentukan kelancaran operasional usaha Anda. Misalnya, untuk usaha pertanian hidroponik skala kecil, Anda mungkin membutuhkan modal untuk membeli sistem hidroponik, bibit, nutrisi tanaman, dan lampu pertumbuhan.

Tips dan Strategi Meminimalisir Risiko Kerugian

Usaha pertanian memiliki risiko kerugian yang cukup tinggi, dipengaruhi oleh faktor alam seperti cuaca ekstrem, hama penyakit, dan fluktuasi harga pasar. Untuk meminimalisir risiko, Anda perlu melakukan diversifikasi tanaman, memilih varietas tanaman yang tahan terhadap hama dan penyakit, dan menerapkan teknik pertanian yang tepat. Asuransi pertanian juga dapat menjadi solusi untuk melindungi usaha Anda dari kerugian akibat bencana alam.

Selain itu, bangun jaringan dengan petani lain dan lembaga terkait untuk mendapatkan informasi pasar dan teknologi pertanian terbaru. Dengan demikian, Anda dapat mengantisipasi perubahan dan mengambil keputusan yang tepat untuk mengurangi potensi kerugian.

Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Pertanian

Usaha pertanian yang menjanjikan

Pertanian modern tak hanya soal lahan subur dan bibit unggul. Suksesnya bertani kini bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Petani tak lagi sekadar bercocok tanam, tetapi juga harus mampu mengelola bisnis, memanfaatkan teknologi, dan beradaptasi dengan perubahan iklim. Pengembangan SDM pertanian menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan petani.

Keterampilan dan Pengetahuan Esensial Petani Modern

Keberhasilan usaha pertanian membutuhkan lebih dari sekadar pengalaman turun-temurun. Petani masa kini perlu menguasai berbagai keterampilan dan pengetahuan. Mulai dari pemahaman teknis budidaya, manajemen usaha tani, hingga pemasaran dan pengelolaan keuangan. Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi juga krusial untuk mengakses informasi pasar, mempelajari teknik budidaya terbaru, dan memperluas jaringan pemasaran.

  • Pengetahuan tentang teknik budidaya yang tepat guna, termasuk penggunaan pupuk organik dan pestisida ramah lingkungan.
  • Keterampilan dalam mengelola keuangan, termasuk perencanaan anggaran, pembukuan, dan analisis keuntungan.
  • Kemampuan pemasaran dan penjualan hasil panen, baik secara langsung maupun melalui platform online.
  • Penguasaan teknologi pertanian modern, seperti sistem irigasi tetes dan pemantauan kondisi tanaman berbasis sensor.

Pelatihan dan Pengembangan untuk Petani

Pemerintah dan lembaga swasta berperan penting dalam menyediakan pelatihan dan pengembangan bagi petani. Program pelatihan harus dirancang secara terstruktur dan berkelanjutan, mencakup teori dan praktik di lapangan. Materi pelatihan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan spesifik petani, mempertimbangkan jenis komoditas yang dibudidayakan dan kondisi geografis wilayah.

  1. Pelatihan teknis budidaya, meliputi teknik penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit.
  2. Pelatihan manajemen usaha tani, mencakup perencanaan usaha, pengelolaan keuangan, dan pemasaran hasil panen.
  3. Workshop dan seminar tentang teknologi pertanian modern, seperti penggunaan drone untuk pemetaan lahan dan aplikasi pertanian berbasis data.
  4. Program magang dan studi banding ke daerah pertanian maju untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Kerjasama dan Jejaring dalam Pertanian

Kerjasama dan jejaring antarpetani sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi usaha. Dengan membentuk kelompok tani atau koperasi, petani dapat berbagi pengetahuan, sumber daya, dan teknologi. Mereka juga dapat melakukan negosiasi harga yang lebih baik dengan pembeli dan memperoleh akses ke pasar yang lebih luas. Hal ini menciptakan kekuatan bersama yang mampu menghadapi tantangan dan peluang di sektor pertanian.

Jenis KerjasamaManfaat
Kelompok TaniBerbagi pengetahuan, sumber daya, dan teknologi; negosiasi harga yang lebih baik.
KoperasiAkses ke pasar yang lebih luas; pengadaan input pertanian secara bersama-sama; pemrosesan dan pemasaran hasil panen secara kolektif.
Jaringan dengan lembaga penelitianAkses ke informasi dan teknologi pertanian terbaru.

Program Pengembangan Kapasitas untuk Meningkatkan Kualitas Produk Pertanian

Program pengembangan kapasitas yang terintegrasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas produk pertanian. Hal ini mencakup pelatihan petani, penyediaan akses teknologi, serta dukungan infrastruktur. Contohnya, program sertifikasi produk organik dapat meningkatkan nilai jual hasil panen dan daya saing di pasar internasional. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat membantu petani dalam mengakses informasi pasar, cuaca, dan teknologi pertanian terbaru.

  • Program sertifikasi produk organik untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing.
  • Penyediaan akses teknologi pertanian modern, seperti sistem irigasi tetes dan penggunaan pupuk organik.
  • Pengembangan infrastruktur pendukung, seperti jalan akses ke lahan pertanian dan fasilitas pengolahan hasil panen.
  • Program pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola usaha taninya.

“Inovasi bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Adaptasi terhadap perubahan iklim dan teknologi adalah kunci keberhasilan pertanian masa depan.”

(Sumber

Penulisan ulang kutipan inspiratif dari tokoh pertanian)

Artikel Terkait